Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

SHINee Fanfic Mysteri // Secret Of The House Part 1

16 Komentar


  • . Title. : Secret Of  The House – Bagian 1.
  • . Genre : fiksi story, mistery, sad, supranatural.
  • . Length : 4 chapter
  • . Cast :
    + Taemin SHINee as Taemin.
    + a shawol as__Kim Rye Ka.
    + Onew SHINee as Lee Jinki.
  • Note 2 : Cerita ini terinspirasi dr sebuah kisah nyata.

Rasyifa_2011_storyline

-Cerita ini di mulai-

/ /

‘23.57 PM waktu setempat.’

Berat rasanya untukku agar tetap terjaga dengan kelopak mata yang tertutup seperti ini. Tapi aku harus melakukan semua ini untuk memastikan sesuatu yang belakangan mengusik ketenanganku.

Jujur saja, sebenarnya aku sedikit bingung dengan diriku yang sekarang. Kenapa aku bisa seberani ini? Padahal aku termasuk tipe gadis yang sangat penakut. Dan saking penakutnya aku, terkadang saat malam aku lebih memilih kencing di atas kasurku, daripada harus meninggalkan tempat tidurku untuk pergi ke kamar mandi. Ini tidak berlebihan. Serius!

*

*

‘00.00 AM waktu setempat’

”-tok, , tok , , tok-”

Akhirnya ‘suara ketukan pintu’ itu terdengar di telingaku! Dan seperti biasa disaat suara ini muncul, tubuhku akan tiba-tiba kaku -tidak bisa bergerak-.

/ /

Keringat keringat sebesar biji jagung yang seolah terkapilaritas dari pori-pori kulit pelepisku, tidak henti-hentinya mengucur. Sementara telingaku aku paksakan untuk mendengar suara-suara aneh yang muncul tanpa sumber. Aku yakin sebentar lagi akan ada suara klakson mobil yang sangat keras.

‘-Tttttttiiiiiiiiiiiiiiiiiittt-‘

itu suaranya!!! dan seperkian detik, sesudahnya akan ada suara. .

‘-Aaaaaaaaaaakkhhh-‘

suara jeritan seorang wanita.

*

*

‘09.00 AM waktu setempat’@ SeouL International Univercity

“kau kenapa Rye Ka? kenapa matamu bisa berkantung sebesar itu, apakah kau sedang sakit?” tanya Jinki sesaat  aku duduk di bangkuku.

Jinki, dia adalah sahabat terbaikku, dia sudah ku anggap seperti oppa kandungku sendiri. Karena dia selalu ada di setiap aku membutuhkannya. sebenarnya dia juga ada, disaat aku tak membutuhkannya.

“Aku baik-baik saja Jinki, kau tak usah memasang wajah seperti ayam yang sedang ingin bertelur seperti itu,” jawabku berusaha meyakinkannya, bahwa aku sedang baik-baik saja. meski sebenarnya aku sendiri juga tidak tahu apakah aku sedang baik-baik saja. maksudku, sungguh..hal aneh yang terjadi di setiap malamku. itu benar-benar menggangguku.

“syukurlah kalau kau baik-baik saja, aku harap kau akan baik selamanya”. aku hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Jinki. Dia memang sangat perhatian terhadapku. Kurasa aku sudah banyak merepotkannya.

/ /

‘13.00 PM waktu setempat’

“Rye ka!! aku antar kau pulang ya? sekalian aku ingin melihat suasana rumah baru mu itu! bagaimana? ” tawar Jinki padaku di saat mata kuliah terakhir kami selesai.

“tidak usah Jinki, aku tak mau merepotkanmu. . kalau kau ingin menengok rumahku hari minggu saja ya? masalahnya aku belum selesai membersihkan beberapa barang setelah pindahan jadi rumahku masih berantakan”

“tidak apa apa, kan aku bisa sekalian membantumu?”

“kau sudah terlalu banyak membantu Jinki~. Bahkan kau yang menyewakan jasa pindahan untukku!”

“itulah gunanya sahabat, kau tidak perlu sunkan begitu dengan ku Rye ka!”

ne arraso. . tapi aku tetap tidak akan membiarkanmu melihat situasi rumahku yang berantakan itu Jinki~ssi!” ucapku menyudahi perdebatan ini. Maaf Jinki, aku tak mungkin mengijinkanmu –yang jelas-jelas seorang lelaki—, untuk berkunjung ke rumahku. Bagaimanapun di rumah, sekarang aku hanya tinggal sendirian. Jika kau datang berkunjung, rasanya sedikit tidak etis.

/ /

‘16.00 PM waktu setempat’@ rumah baru kawasan X , seoul selatan.

Aku sedang sibuk membereskan beberapa sisa barang waktu pindahan seminggu lalu. Ya, aku memang baru saja pindah dari Jeju ke Seoul. Rencananya aku akan tinggal di rumah baruku ini bersama dengan keluarga ku ~appa, eomma, dan seorang adik laki-lakiku~

Tapi karena Jung Woon -adikku- itu sedang menghadapi ujian di sekolah dasarnya. akhirnya dia dan eomma memutuskan tinggal di Jeju untuk sementara sampai hari kelulusan Jung Woon tiba. Sedangkan appa ~dia sedang tugas luar kota, 3 minggu lagi mungkin baru bisa pulang kemari.

/ /

‘TING. . N0NG. . TING . . N0NG’

Ku dengar suara pekikan dari bel rumahku yang dipencet seseorang. Siapa yang bertamu sesore ini? apa munkin itu Jinki?. Tapi rasanya tidak munkin, Jinki bukanlah orang yang akan keras kepala. Maksudku  saat aku mengatakan ‘tidak boleh’ kepadanya, maka dengan baiknya anak itu akan menurut. Lalu siapa ? setauku belum ada satupun yang mengetahui alamat baru rumah kami ini kecuali aku , Jinki dan pastinya keluargaku!. kami juga belum memiliki banyak rekan keluarga di Seoul.

‘ TING . . NONG. .TING NONG’

Aish~ tidak sabaran sekali sih!. baik-baik aku akan membukakan pintu untukmu tamu terhormat!

/ /

‘Kosong ?’

Ku edarkan pandanganku sekali lagi. kosong?. Benar benar tidak ada siapapun di luar saat aku membukakan pintu rumahku. Aaaakkhh. .siapa sih yang melakukan ini semua?. apa ada yang berniat menakut-nakuti ku, euh?. Tapi sepertinya aku harus berusaha positive thinking!. Munkin saja, tadi  itu hanya ulah anak anak kecil yang iseng memencet bel rumah orang kan ?. Emm. .meski sebenarnya aku tak melihat satupun anak kecil di sekitar perumahan ini.aaakh. .sebaiknya aku lupakan saja hal ini!. Mungkin saja tadi itu aku salah dengar.

/ /

‘20.00 PM waktu setempat’

Di luar hujan turun sangat lebat, sesekali kilat petir terlihat memantul dari kaca kaca jendela yang tertempel di dinding-dinding rumahku. Yang benar saja, situasi yang seperti ini adalah situasi yang paling ku benci.

Maksudku, coba bayangkan. Bukankah sangat mengerikan saat mendengar suara guntur itu memekik gendang telingamu, lalu seperkian detik kemudian tiba-tiba ada angin dingin yang menggelitik tengkukmu. Sementara kau sedang sendirian di suatu tempat. Hal itu bahkan, benar~benar membuatku merinding.

/ /

‘TING. .NONG. .TING . .NONG’

Bukankah itu suara bel rumahku?. Ada apa lagi. Siapa yang datang bertamu disaat yang tidak tepat seperti ini. Haruskah aku membukakan pintu lagi untuk tamu terhormat itu? seperti tadi sore, misalnya.

Tidak!, ini sudah malam.. dan aku tak akan membukakan pintu untuk siapapun. termasuk itu Jinki sekalipun.

/ /

‘22.00 PM waktu setempat’

Sudah dua jam, tapi suara bel itu belum juga berhenti berbunyi.

0h. .Tuhan, hambaMu ini benar-benar merasa takut sekarang. Kenapa ada orang sengotot (?) itu untuk bertamu. Maksudku, tamu seperti apa yang masih menekan bell, bahkan setelah dua jam tidak dibukakan pintu. TAMU GILA!!

/ /

Akhirnya dengan kepasrahan yang luar biasa, ku langkahkan kakiku menuju pintu utama rumahku. Rasanya tak mungkin membiarkan tamu gila itu terus menerus  memencet bell rumahku, yang ada…bell rumahku menjadi rusak karennya.
Dengan perlahan ku putar knop pintu utama yang sekarang berada di depan mataku.

‘Tuhan. .setidaknya lindungilah hambamu ini sekarang’

/ /

“0MMM0000 !!! ” teriakku histeris, saat melihat seseorang duduk meringkuk dengan kepala yang di tekukkan diantara celah kedua lututnya. Orang itu meringkuk tepat di depan pintu rumahku. Badannya terlihat basah kuyup.

heii. .siapa kau? Ada perlu apa memencet bel rumahku? Hah!”

Aku berucap, berusaha membentak pada orang itu, dan aku lihat ia mendongakkan kepalanya menatapku. Hingga sekarang, aku dapat dengan jelas melihat wajahnya yang sedikit pucat.

/ /

‘20.30 PM waktu setempat’

“”sepertinya aku gila. .aku sudah gila. .aku benar-benar sudah gila””

Belum puas rasanya merutuk diri sendiri seperti ini. Bagaimana tidak ? Aku telah membiarkan orang asing memasuki rumahku. Dan bahkan, sekarang aku membuatkan teh hangat untuknya . Aku sendiri tak habis pikir malaikat macam apa yang merasukiku.

Yang aku tahu , aku hanya merasa iba saat melihat orang itu menggigil kedinginan diluar rumahku dengan keadaan hidung yang mimisan. Oh ayolah! Munkin aku gila, tapi dalam situasi ini aku masih mempunyai jiwa kemanusiaan. Dan sebenarnya, sia-sia aku membentaknya tadi jika akhirnya aku…justru bersikap manis terhadapnya.

/ /

“ini minumlah. . .aku pikir bisa membuatmu sedikit hangat!”

aku memberikan secangkir teh hangat kepada orang asing yang sudah ku biarkan memasuki rumahku. Dia menatap wajahku sebentar sebelum menerima cangkir teh hangatku. kenapa liat-liat huh?.  Apa dia pikir aku akan meracuninya?. Eum. .atau jangan-jangan karena aku cantik?

“tenang, aku tidak akan meracunimu kok ^ ^ haha!” ujarku sambil tersenyum, cih ! Ini pertama kalinya dalam hidupku tersenyum terhadap orang asing seperti dia . Akhirnya dengan ragu diapun menerima tehku lalu menyeruputnya. sepertinya benar, aku memang sudah gila.

/ /

“jadi. .bisa kau jelaskan padaku apa yang terjadi sebenarnya? maksudku kenapa kau duduk di depan pintu rumahku, dan memencet bellnya selama dua jam?”

ku beranikan mengajukan pertanyaan yang selama ini memenuhi isi kepalaku. Dan lagi-lagi dia menatap ku sekilas sebelum menganggukkan kepala–untuk menjawab pertanyaanku-. ,Cih, apa-apaan sih! Aku tau aku cantik . .tapi awas saja kalau dia berani macam-macam kepadaku. Kau akan berhadapan dengan Rye Ka yang sebenarnya.

/ /

-.Namanya Lee Taemin, dia seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun. Menurut pengakuaannya, dia lari dari rumahnya karena tidak tahan mendapatkan siksaan-siksaan dari seorang ayah yang mengidap kelainan pisikolog atau bahasa kerennya Psikopat.

Dan akhirnya dia memutuskan pergi ke rumahku, atau lebih tepatnya rumah lamanya. Dia mengira, kalau rumah ini belum di jual atau masih kosong. Itu karena ayahnya menjual rumah ini tanpa sepengetahuannya. Oke. . Sejauh ini aku rasa bisa percaya dengannya.-

“baiklah, Taemin-ssi . . Munkin malam ini kau bisa menginap di rumahku”

Taemin tersenyum dengan wajah pucatnya. Akh. .lagi-lagi dia hanya tersenyum. Maksudku, dari tadi dia hanya bicara seadanya, kalau aku tidak banyak bertanya mungkin cerita tentang keadaannya tidak sepenjang itu.
Sepertinya anak ini benar-benar mengalami tekanan dari ayahnya, sehingga dia menjadi seseorang yang pendiam. Dan lagi-lagi, aku merutuki diri yang terlalu berlebihan dalam hal kemanusiaan. Sungguh, aku bahkan mengijinkannya menginap. BODOH KAU RYE KA!.

/ /

‘00.00 PM waktu setempat’

Tidak seperti kemarin malam, aku tidak tidur karena aku rencanakan. Tapi malam ini,  aku bahkan tidak bisa memejamkan mataku. Padahal ini sudah sangat larut. Bicara mengenai  larut. Eum. .ku pikir ini adalah saatnya. Tapi kenapa tidak terdengar apa apa?. Maksudku suara-suara aneh tanpa sumber itu. Biasanyakan jam segini, itu sih sesuai apa yang aku alami seminggu belakangan ini.

/ /

‘-Tok. . Tok. . Tok-‘

Astaga !! Suara ketukan.

‘-Tok . . Tok. . Tok-‘

Tapi kenapa aku masih bisa bergerak. Eum sungguh! Maksudku ‘selama seminggu belakangan ini, kalau ada suara ketukan seperti itu . .tubuhku akan kaku layaknya patung, tidak bisa digerakkan.

‘-Tok. . Tok. . Tok-‘

Dan suara ketukan ini juga terdengar berbeda. Seperti lebih nyata.

/ /

“Taemin. Ada apa?” aku mendongakkan kepalaku diantara seperempat pintu yang terbuka. Suara ketukan yang awalnya ku kira suara misterius itu, ternyata adalah ketukan Taemin pada pintu kamarku.

“Taemin, neo gwenchanayo (Taemin, kau tidak apa-apa ) ?”

Tapi anak itu hanya diam sambil menatapku dingin. Omo . .jangan sampai dia berani melakukan yg tidak-tidak padaku. Lambat laun, aku hanya terdiam melihat wajahnya.Tatapan wajahnya yang semula tajam tiba-tiba berubah menjadi sayu. Dan disaat itu jualah manik mataku melihat tetesan merah di balik pelepisnya.

“Taemin. . Neo!!! Aigo (ya ampun)!! Kau berdarah!”

Melihat keadaannya. Dengan panik, aku segera menarik lengan Taemin menuju dapur, tempat aku juga meletakan kotak p3k. Kenapa tidak langsung bilang, kalau dia terluka. kenapa hanya diam di depan kamarku seperti itu. Ish..ini semua gara-gara ayah psikopatnya itu.

/ /

Ku seka darah dari pelepisnya dengan handuk kecil yang sebelumnya sudah aku celupkan pada air hangat. Sebenarnya, ada beberapa kejanggalan yang ku temui pada diri Taemin. Salah satu yang membuatku penasaran, adalah darah di pelepisnya yang dengan cepat sudah mengering. Layaknya luka yang sudah berdarah satu hari, padahal baru beberapa menit yang lalu darah itu keluar dari pori-pori pelepisnya.

“-krrruyuk. .-“

Suara rengekan perut kelaparan tiba-tiba terdengar olehku. Aku mengulum senyum, untuk tidak tertawa. Aigo anak ini!.

“Taemin, kau lapar?”

Dan aku lihat ia mengangguk kecil kepalanya yang tertunduk. Eum. .munkin dia malu.

Aigo. . .anak ini terlihat sangat imut saat sedang malu seperti ini, aku jadi gemas setengah pinsan (?) padanya.

“aku. .masakkan ya ?” tawarku memasang senyum setulus munkin. Dan lagi-lagi dia mengangguk kecil.

/ /

* * *1 minggu kemudian* * *

Jum’at dini hari @00.05 waktu setempat.

‘seorang anak lelaki dengan wajah yang tidak dapat ku lihat secara jelas. Nampak sedang asyik bersenandung ria melangkahkan kakinya ke arah sebuah rumah bernuansa putih dan terlihat megah. Rumah itu nampak tidak asing bagiku, karena rumah itu tidak lain adalah rumah baruku yang sekarang aku tempati. Anak yang tadi terlihat bersenandung dengan wajah ceria itu, mengambil sebuah lollypop dari kantong ransel sekolahnya kemudian dengan wajah yang masih sangat ceria , ia mengemut lollypop tersebut ke dalam mulutnya.’

/ /

‘tiba-tiba semuanya menjadi gelap. Dan saat itu aku mendengar suara jeritan. Ketika  penglihatanku telah kembali seperti semula. Aku melihat seorang ahjumma (ibu-ibu) yang tergeletak di aspal dengan kondisi tangan dan kaki yang sudah hancur menyatu ke tanah. Lebih tepatnya seperti habis trlindas sesuatu. Dan untuk yang kedua kalinya, secara tiba-tiba semua berubah menjadi hitam–aku kembali kehilangan penglihatanku–.

Dan kini nafaskupun mulai terasa sesak. Aku seperti berada dalam sebuah ruang hampa udara. Tuhan, sebenarnya apa yang sedang hambamu ini alami? dan apakah ini akhir hidup hamba?. Apakah hamba akan mati dalam keadaan tak waras seperti ini?

TBC

RCL PLEASE. . . >3<

Interest read another fanfic? visit Fanfiction Library

Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

16 thoughts on “SHINee Fanfic Mysteri // Secret Of The House Part 1

  1. annyeong,, hwa keren nich ff nya,, hem jadi penasran huft oke next part aja:D

    Suka

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s