Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

SHINee Fanfic Mysteri // Secret Of The House Part 2

27 Komentar

taemin horror fanfic, shinee fanfic, taemin cool

  • . Title :  Secret Of The House- bagian 2.
  • . Genre : fiksi story, mistery, sad, supranatural.
  • . Length : 3 atau 4 chapter.
  • . Cast :
    + Taemin SHINee as Taemin.
    + a shawol as__Kim Rye Ka.
    + Onew SHINee as Lee Jinki.
  • Note 2 : Cerita ini di ambil dari sebuah kisah nyata.

-Story ini di mulaii-

/ /

‘uh. . .uh. .uh’

aku mengerang pelan dari tidurku.Hawa panas yang terasa mencekikku membuatku terbangun. Titik Peluh sudah membanjir di sela pelepis dan seluruh badanku.

Ketika aku mencoba membuka mataku, aku justru melihat sosok bayangan hitam yang menindih tubuhku. Matanya nampak merah dan dia sedang mencekikku. Aku mencoba meronta tapi na’as. Aku hanya seperti sosok patung, bahkan sekarang aku tak dapat mengedipkan mataku sendiri.

Aku pasrah, munkin aku akan mati dalam keadaan aneh. Dan mungkin kabar kematianku, akan tampil di headline surat kabar kota besok. Ah. .apakah aku terlalu banyak dosa? Hingga beginilah cara Tuhan mengutus malaikat mautNya untuk mencabut nyawaku.

/ /

Ku pikir sudah lebih dari 5menit. Sosok ini menindih dan mencekikku.Tapi Kenapa aku tak kunjung mati ? ? ? apa munkin akhirat tak menerimaku?

‘-ngiiiiiiiiiiiing-‘

Telingaku berdengung nyaring, membuat selaput gendang telingaku terasa menipis. Ahh..sakit.

-Tttttttiiiiiiiiiiiiiiiiiittt-‘

diantara dengungan-dengungan panjang itu, aku mendengar suara klakson mobil yang biasanya ku dengar saat suara aneh itu muncul.

‘-Aaaaaaaaaaakkhhh-‘

jeritan seorang wanita membuat telingaku semakin memekang.

‘tolong. . .tolong. .tolong’

terakhir ku dengar suara parau yang nampak meminta pertolongan. Nafasku semakin sesak. Tapi secara tiba-tiba sosok hitam itu melepaskan cekikannya dan dia pergi berlalu begitu saja meninggalkanku yang masih ter-engah-engah.

‘tolong. .tolong. .tolong’

sementara suara itu, semakin terdengar semakin parau dengan volume yang semakin mengecil.

/ /

‘hah. .hah. . .hah’

aku masih berusaha menetralkan degup jantungku yang terasa random. Kepalaku terasa pening. tubuhku bergetar hebat. hingga akhirnya aku memutuskan untuk menangis.

/ /

sungguh. .aku benar-benar takut. apalagi saat mengingat bagaimana mata merah makhluk itu saat menatapku. entah kenapa aku merasa ingin pulang dari rumahku sendiri. aku tak ingin tinggal sendirian di rumah ini.

perlahan. .aku menggapai stop kontak lampu tidurku.Ya. .sedari tadi aku mematikan lampu, oleh karena itu aku tak dapat melihat wajah sosok hitam itu dengan jelas, kecuali mata merahnya yang nampak menyala.

/ /

aku merosotkan tubuhku dari tempat tidurku. Ku putuskan untuk minum beberapa gelas air dingin. berharap dapat sedikit membantu membuat hawa panas di sekitarku menjadi dingin. dan melupakan kejadian gila tadi.

/ /

‘-ngguk. . .guk. . .guk-‘

aku meneguk segelas air dingin ke dalam kerongkonganku secara perlahan. ini tak buruk, setidaknya dapat membuat keadaanku sedikit lebih segar.

Sesudah minum, aku melangkahkan kaki ke kamar tapi tiba tiba langkahku tercekat saat melihat anak laki-laki nampak meringkuk di samping lemari tempat ku meletakkan buku-buku kuliahku. Anak laki-laki itu tidak lain, adalah LEE TAEMIN. Dia meringkuk tepat di hadapan sebuat tong sampah dan ku lihat ia asyik mengemut sebuah lollypop. Sangat aneh.

/ /

Karena rasa penasaranku yang tinggi terhadap apa yang sedang ia lakukan. Ku mencoba mendekatinya.

” TAEMIN. . .” panggilku. ku lihat ia mendongak ke arahku.

Tapi..omo. .? apa itu!! kenapa aku melihat mata Taemin yang keluar dari lubangnya.Akh. .akh. . tidak hanya itu wajah taemin juga nampak mengerut dan menyusut hingga yang ada di hadapanku kini bukan lagi sosok LEE TAEMIN anak laki-laki  yang imut, melainkan sebuah rangka manusia yang lengkap dengan tengkoraknya.

/ /

noona. .noona. .neo gwenchanayo?” (kakak. .kakak. .kau tidak apa apa ?) aku menggelengkan kepalaku mencoba melepaskan tempelan dari pandangan aneh yg baru saja ku lihat.

Apa ini karena mimpi buruk tadi ya? maksudku karena aku melihat sosok berjubah hitam itu. Apa karena itu, aku mulai menghayal yang tida-tidak. seperti melihat rangka manusia tadi.

noona!”

Aku segera tersedar dari lamunanku, saat melihat Taemin yang nampak memandangku dengan khawatir. Aku tersenyum tipis padanya, untuk mengisyaratkan bahwa aku baik baik saja. Tapi sebenarnya..sekarang  batinku sendiri sedang memerangi sel sel neorun otakku. Menurut batinku,  apa yang aku alami dan aku lihat barusan adalah kenyataan . . sedangkan menurut sel-sel otakku yang bekerja secara rasional dan garis logika. Aku hanya mengalami sebuah halusinasi yang berlebihan karena kurang istirahat dan mimpi buruk yang baru ku alami.

/ /

*

“Rye ka. . .ayo kita ke kantin, tenang! Aku yang akan mentraktirmu!” ajak Jinki seusai mata kuliah keduaku berakhir.

“tak perlu Jinki, aku harus segera pulang!”

“kau ini kenapa sih?? Belakangan ini selalu menolak ajakanku. apa karena anak laki-laki yang kau tolong itu?. Oh. .ayolah Ryeka! dia bukan siapa-siapa mu kan? Kau sudah terlalu banyak membantunya. sudah saatnya kau mengusirnya lagi pula bukankah tidak sepantasnya, seorang lelaki yang tak punya hubungan darah denganmu tinggal serumah denganmu. Apalagi kau hanya tinggal berdua dengannya?” Melihat jinki yang nampak sedang kesal ke arahku. Em. .aku akui apa yang diucapkannya itu sepenuhnya benar, hanya saja. .

” tapi. .Jinki tak semudah itu. kau tahukan aku yang menawarinya untuk menginap di rumahku. lagi pula aku mana tega mengusirnya!”

“kau memang terlalu baik, Rye ka! apa kau mau aku yang mengusirnya untukmu?”

“apa kau bersedia ?”

“tentu saja”

gomawo” (teriimakasih)

“ucapkan itu nanti setelah kau menemaniku ke kantin”

shiroo. . .(tak mau), kecuali kau mentraktirku!”

“bukankah aku sudah bilang ingin mentraktirmu. .aigo! kau tambah bolot rupanya!” hanya terkekeh pelan untuk merespon ucapan itu. Jinki..dia benar-benar sahabat terbaik yang ku miliki.

/ /

 

setelah mata kuliahku dan jinki selesai, ia mengantarkanku pulang. Eum . . ini adalah kali pertama Jinki ke rumahku.

Sebelum-sebelumnya aku selalu menolaknya. Tentu saja karena aku merasa tak pantas seorang lelaki yang bukan anggota keluargaku datang ke rumah, apalagi hanya ada aku seorang yang merupakan gadis disana. Aish. .gara-gara hal itu aku merasa telah menjilat air ludahku sendiri.

Coba saja pikirkan. Lee Jinki yang jelas-jelas sahabat baikku itu, ingin berkunjung tapi aku selalu menolaknya. Sementara Taemin yangg bukan siapa-siapaku, malah aku ijinkan tinggal di rumahku lebih dari satu minggu. Jelas-jelas menjilat air ludah sendiri, bukan?

“kau tak usah terlalu memikirkannya, akan aku pastikan anak itu keluar dari rumahmu!” ucap jinki dengan mata yang lurus ke depan, fokus untuk mengemudi jalanan seoul yang agak macet.

ne. . .tapi aku mohon jangan terlalu kasar padanya. . ”

“kau tak perlu khawatir, aku akan bicara baik-baik dengannya. aku akan bilang dia tak boleh tinggal di tempatmu, karena aku sebagai pacarmu cemburu!”

“eh.? apa maksudmu Jinki ?” bukannya menjawab, anak itu –Jinki— hanya tersenyum sekilas sambil melihatku. akh. .benar-benar anak itu. hampir saja aku terlalu percaya diri. menganggap ucapannya itu memiliki maksud, seperti  memintaku menjadi yeoja chingunya (kekasih).

/ /

“ingat ya jinki! Kau jangan bicara kasar padanya. aku takut dia salah paham denganku!” aku mencoba mengingatkan jinki kembali sesaat aku hendak membuka pintu rumahku. Jinki mendelik kearahku,  sambil mencondongkan bibirnya ke belakang dengan alis berkerut. Aish. .barusan dia mengejekku! Aku tahu betul itu!

“iya..iya bawel. aku paham!”

/ /

 

“nae waseo!” ( aku pulang ) Ucapku seraya membuka pintu rumahku. Ada sedikit perasaan khawatir yang mengglayutiku. Aku takut, jika Taemin tidak bisa mengerti alasanku mengusirnya. aku takut dia salah paham, dan menganggapku orang jahat. Aishh Rye Ka, apa yang kau pikirkan!. Biar saja, anak itu memiliki pemikiran seperti itu. Dengan begitu dia bisa segera pergi dari rumahmu bukan.

/ /

Aku mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan yang terlihat oleh mataku. Aku melihat sosok Taemin yang nampak asik mengemut lollypopnya di depan televisi yang terletak di ruang tengah tersebut.

Munkin Taemin tersadar, ada seseorang yang sedang melihatnya. diapun menoleh kearahku dan tersenyum manis. Tapi ekspressi Taemin berubah menjadi tajam, saat ku lihat ia memandang seseorang di sampingku yangg tidak lain adalah jinki.

” Taemin. . .kau sudah makan?” aku berusaha mencairkan suasana yang terbilang kaku itu. Taemin pun kembali mengalihkan pandangan ke arahku. Dia tersenyum sambil mengangguk kecil, yang aku ketahui itu sebagai sebuah jawaban bahwa -ia-sudah-makan-.

“ppsssstt. . .kau ini, kau etrlalu baik dengannya” bisik jinki yang berada di sampingku.

“ahya. . .mana dia?? ” lanjut jinki. Sontak,  Aku terheran dengan petanyaannya itu. Maksudku. .Taemin -orang yang di maksud Jinki dimana- sekarang ini tepat berada di depan kami. Tapi kenapa dia tak melihatnya. Apa dia bercanda?.

“kau ini. . .jangan segitunya~ bukankah kau bilang takkan menggunakan kata-kata kasar padanya? ” Jinki nampak kebingungan dengan ucapanku barusan. Astaga Jinki!.

“eh. .? Kata kata kasar, apa maksudmu?” jinki menatapku heran. Aku hanya membalasnya dengan sebuah decakan. lalu aku menaruh tas ku di dalam kamar.

/ /

“kau ini. . .kenapa baju yang seperti ini kau taruh sembarang! itu juga lollypop yang  sudah dekil  begitu malah dijadikan pajangannya. Bukannya dibuang~ kau itukan perempuan . Menjijikan sekali” Jinki menyemprotku sesaat aku keluar dari kamarku.

” au ini bicara, apa?” kali ini justru aku yang menatap heran ke arah jinki. Jinki mengedikan bahunya.

” lihatla sendiri, baju yang ada darahnya dan lollypop busuk di atas sofamu itu . . . Menjijikan tau?”Aku semakin memasang wajah bingung. aku benar benar tak dapat menyerap kata-kata jinki. Baju berdarah? lollypop busuk? mana?.

“ohya. .dari tadi aku tak melihat si’min-min itu. . Mana anak itu ?” Mataku semakin membelalak membentuk bola pimpong. Bagaimana munkin tak melihat seorang Lee Taemin?. Sementara Lee Taemin sendiri, ada di sampingnya meski berjarak beberapa langkah ke belakang.

“jinki~ssi!” aku mencoba mengumpulkan keberanianku untuk memberitahu jinki tentang keberadaan Taemin. Tapi secara tiba tiba handphone Jinki berdering menimbulkan sensasi tersendiri untukku. Taemin..sebenarnya kau…ada apa dengan kau? siapa kau. Kenapa Jinki tak mampu melihatmu!!.

/ /

mianhe (maaf), tapi aku janji lain kali, Aku akan Memenuhi janjiku.  Lagi pula sebaiknya saat Taemin pulang nanti, kau tak usah membukakan pintu untuknya atau kau bisa menelponku” Jinki melambaikan tangannya sambil menatapku dengan senyum lekat. Aku mengangguk singkat ke arahnya. Dan sesaat kemudian mobil CRV hitam itu melesat dari pekarangan rumahku.

/ /

Baru saja hendak beranjak, memasuki rumah kembali. hingga tiba-tiba…

“noona. . . Tadi itu siapa?” taemin yang tak ku sadari sudah ada disampingku nampak menanyaiku. Aku tersenyum kaku saat menatapnya. Berusaha menghilangkan kegugupan yang muncul diantara kejanggalan-kejanggalan yang ada.

“dia sahabat terbaikku” jawabku sekenanya.

“kau tau noona, aku cemburu dengannya “.

Wuussh~

Aku tercekat. Tiba tiba saja, aku merasa tercekik dalam atmosfir aneh.

Perlahan aku menatap mata Taemin yang menurutku adalah sumber hawa panas ini berada. Mata taemin yang kehitaman itu terlihat menyamar dan brubah menjadi warna merah. Dan entah apa yang aku pikirkan, aku merasa pernah melihat mata itu. Tanpa alasan yang jelas.

Ugggk. .Taemin sudah mencekikku dengan random. Seakan tak mengijinkan paru-paruku menelaah bulir oksigen di udara.

‘aku cemburu noona. . .aku cemburu. . .cemburu. . .cemburu’ suara halus taemin terdengar menyatu bersama helayan angin. Dan tiba tiba . . Telingaku berdengung.

‘-ngiiiiiiiiiiiing-‘

-Tttttttiiiiiiiiiiiiiiiiiittt-‘

diantara dengungan-dengungan itu, aku mendengar suara klakson mobil yang biasanya ku dengar saat suara aneh itu muncul.

‘-Aaaaaaaaaaakkhhh-‘ dan terdengar pula olehku, jeritan seorang wanita yang membuat telingaku semakin sakit.

‘tolong. . .tolong. .tolong’ terakhir, suara parau yang nampak meminta pertolongan. dan GELAP!.

DEJAVU??. SUNGGUHKAH  AKU  MENGALAMINYA ?

 continued…

Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

27 thoughts on “SHINee Fanfic Mysteri // Secret Of The House Part 2

  1. Ahh bener kan kalo taemin hantu ?*gubrakk😀

    Suka

  2. Nah… ni merinding…. nih…..
    Amiiitt…. dah….
    Tuh kenapa oppa gak bisa liat Taetaem…?
    Pakek ninggalin Rye Ka lagi….
    yaaa…. si Taem tak kasat mata…
    pakek bilang cemburu, lagi…
    Kalo eonni jadi Rye Ka…
    Eon bakal lari, dah… numpang nginep
    di rumah Pak RT… atau Pak Lurah…

    Demi rambut merah Jinki oppa….
    Eonni mau meluk bantal baca part ini…. atut….

    Part 2 jauh lebih kena genre horornya, saeng…
    good job…

    Suka

  3. Keren thor! SUpranatural-nya fell bingit :3

    Suka

  4. mau nanya kak deja vu itu apa sih? semacam hayalan semata gitu atau apa? aku mau searching di google tapi lagi seru baca ff ini dan keburu penasaran hehe ‘-‘v

    Suka

  5. aigoo, makin kesini q makin merinding,,,,, hiiiiii

    Suka

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s