Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

SHINee Fanfic Mysteri // Secret Of The House Part 3

20 Komentar

  • . Title :  Secret Og The House – Bagian 3.
  • . Genre : fiksi story, mistery, sad, supranatural, AU, Typo.
  • . Length :  4 chapter
  • . Cast :
    + Taemin SHINee as Taemin.
    + a shawol as__Kim Rye Ka.
    + Onew SHINee as Lee Jinki.

Backsound : bawalah cintaku pergi (afgan)*okokokok.. XD*, good bye (jang geun suk), life (SHINee),  (aku sayang Rha putriey by Onew)*plokkk okokoko😄

Note 2 : Cerita ini di ambil dari sebuah kisah nyata dengan sedikit sentuhan perubahan pada alurnya. 8D

-Story ini di mulaii-

/ /

noona..gwenchana?” aku tersentak, apa yang barusan terjadi  denganku?.

“Aku sangat khawatir dengan noona~”Taemin yang baru ku sadari berada di hadapanku nampak memancarkan kekhawatirannya padaku melalui tatapan dari mata kecilnya. Tapi alih-alih aku bersimpati padanya aku justru menatapnya ketakutan –seolah olah aku berada dalam bahaya-.

“Ku mohon jangan Taemin…ku mohon jangan, aku takut….sangat takut. Jangan mendekat padaku!” aku terisak dalam rasa bingung yang aneh. ‘kenapa aku harus terisak seperti ini? apa yang menyebabkan aku menangis dan ketakutan seperti ini dan apa yang membuatku, merasa harus menjauhi Taemin. Ah matanya.. mata itu. Mata makhluk berjubah hitam’.

noona, kau kenapa??”

“Aku tidak tahu… tapi aku rasa, aku sudah tidak bisa Taemin! aku merasa tak aman dan sangat tak nyaman jika kita terus tinggal bersama” Taemin mengernyit tapi setelah itu tersenyum tipis.

“Kau mengusirku?” suara pelan dengan nada datar itu terasa mencekikku. Taemin, siapa sebenarnya Kau?. Aku merasakan hawa panas setiap kali melihat matamu itu.

“Katakan noona, apakah kau mengusirku?”sesak..nafasku kembali sesak. Tidak..bukan sesak lagi, tapi aku benar-benar tak bisa bernafas.

“A..a..a..a..a” udara..udara, aku kehilangan udara untuk bernafas.

“Kenapa..kau mengusirku??”buram..penglihatanku buram.

‘bugghhh’ tubuhku jatuh ke lantai yang dingin.

‘-ngiiiiiiiiiiiing-’ berdenging..telingaku kembali berdenging.

-Tttttttiiiiiiiiiiiiiiiiiittt-’ suara klakson mobil semakin memekik..

‘-Aaaaaaaaaaakkhhh-’wanita yang menjerit

‘tolong. . .tolong. .tolong’ suara parau yang kecil dan pelan.

GELAP..

/ /

“Minum ini noona!!aku benar-benar khawatir saat kau jatuh pinsan di teras”aku mengernyit. Sial,aku bahkan tak bisa mengingat apa-apa. aku hanya merasa tertidur dan melupakan banyak hal.

“terimakasih Taemin, aku tidak tahu bagaimana jadinya kalau kau tak ada!” taemin tersenyum tipis dan mengangguk padaku –anak yang sangat manis, tapi kenapa ayahnya tega menyiksa anak semanis dia?.

“noona, aku masakkan bubur ya?”aku mengangguk, kebetulan perutku juga sedang lapar. Tapi apa itu??Pelepis Taemin..kembali berdarah.

“Taemin!!”

“Ya..noona?”

“Kau..berdarah lagi,!!”ucapku sambil menunjuk ke arah pelepisnya.

“noona tenang saja,aku bisa mengobatinya sendiri…lagipula aku sama sekali tak merasakan sakit” aku hanya diam melihat punggungnya berjalan membelakangiku. Aku tahu, dan aku menyadari ada sesuatu yang aneh dalam hidupku beberapa waktu ini. tapi anehnya aku tak tahu itu apa?? dan bahkan aku lupa…hal apa yang aneh?.

/ /

Aku bangun dari tidurku, hah..kenapa aku hobby sekali bangun tengah malam hanya untuk minum. Aku melangkahkan kaki berat menuruni tempat tidurku.

‘buuughhh’ astaga RyeKa..kau konyol sekali! kenapa sampai bisa terlilit bad covermu sendiri?.

‘PRANNGG’ tiba-tiba aku mendengar suara pecahan kaca dan tentu saja itu menyita perhatianku.Taemin?apakah itu dia?aku yakin ada sesuatu terjadi dengan Taemin. Aku mempercepat melepaskan lilitan bad coverku di kakiku, dan meletakannya asal di atas tempat tidurku.

TUNGGU!! apa ini??apa ini??.Aku melihat tubuhku sendiri masih terbaring di atas tempat tidurku??Konyol..ini konyol!!aku pasti bermimpi, bagaimana mungkin aku ada disana –tempat tidurku- jika sekarang aku ada disini –berdiri disamping tempat tidurku-. Hal aneh macam apa ini?? apa yang terjadi dengan jiwaku.

“ikutlah aku!!”aku menoleh ke samping, mataku sontak terbelalak. Ada sosok seseorang berjubah hitam. Siapa dia??mau apa dia menggiringku??apakah dia malaikat maut??.

/ /

“Lihatlah!!”sosok ini memperintahkanku untuk menatap ke depan dan aku menurutinya saja.

‘disana aku melihat ada seorang anak lelaki dengan wajah yang tidak dapat ku lihat secara jelas, sedang bersenandung ria melangkahkan kakinya ke arah sebuah rumah bernuansa putih dan terlihat megah.. Rumah itu nampak tidak asing bagiku, karena rumah itu tidak lain adalah rumah baruku yang sekarang aku tempati. Anak yang tdi terlihat bersenandung dengan wajah ceria itu, mengambil sebuah lollypop dari kantong ransel sekolahnya kemudian dengan wajah yang masih sangat ceria itu ia mengemut lollypop tersebut dalam mulutnya

“eomma” tiba-tiba anak itu berteriak sangat kencang saat seorang ibu di tabrak sebuah mobil –tepat dihadapannya- Semburat darah dari tubuh wanita tua itu menjalar kemana-mana termasuk ke baju seragam anak itu..

“eomma..bangun!!eomma!!eomma!!” anak lelaki itu menangis di hadapan sosok ibu tua yang telah menjadi mayat.

“Aku tak akan memaafkanmu” anak lelaki itu lalu menubruk mobil yang menabrak ibunya. “keluar kau iblis tua”sungutnya kasar. Pria yang ada di dalam mobil itupun keluar dengan mata yang mendelik –penuh dengan tatapan merendahkan-. “ada apa anak ku tercinta?” ujar sosok tersebut sambil memeluk tubuh anak lelaki itu. Setelah pelukan itu terlepas –tubuh anak lelaki itu- tiba-tiba ikut ambruk..

Tidak, sesungguhnya pria tadi tidak memeluk anak laki-laki itu, tapi dia menikamnya dengan sebilah pisau lipat yang ada di genggaman tangannya…setelah itu pria tadi kabur dengan mobilnya begitu saja.

“apa ini?” tanyaku pada sosok berjubah yang ada di sampingku tanpa menoleh ke arahnya.Tidak ada jawaban sampai seperkian detik, akupun menolehkan kepalaku..dan ternyata sosok manusia berjubah itu telah hilang. Tubuhku menegang….aku ditinggal sendirian dengan 2 mayat ini? Ini Gila…sebenarnya apa yang sedang terjadi sekarang??apakah ini adalah sebuah lelucon!!dan jika itu benar, ku peringatkan bahwa lelucon ini sama sekali tidak lucu!!.

/ /

Aku mendekati mayat wanita yang terbunuh karena di tabrak mobil itu.Wajahnya pucat karena tidak teraliri darah lagi, di ujung matanya masih tersisa bekas aliran airmata.Wanita yang sangat malang.Siapa yang tega membunuhnya. Bahkan kaki dan tangannya kini hancur menyatu dengan tanah.Orang tadi benar-benar orang yang sadis. Dan keberanian apa yang membuatku melangkahkan kaki menuju mayat lain –mayat,anak lelaki yang memakai seragam sekolah- dan seketika mataku terbelalak…mayat ini..mayat laki-laki ini. Oh Tuhan, bukankah dia..?

/ /

“Noona bangun,sudah pagi!!”

“hooosssshh” aku mengambil nafas panjang, ‘tadi itu hanya mimpi?oouh, syukurlah Tuhan’.

“noona, mimpi buruk ya??”aku melirik ke arah Taemin yang tadi sempat aku diamkan.Disana –di ujung sudut tempat tidurku- dia duduk, dengan memasang senyum tipis yang manis.

“Noona…hari ini hari minggu!! itu artinya noona tidak ada jadwal kuliah bukan? bisakah noona menemaniku jalan-jalan?” pikiranku belum sepenuhnya sadar, aku merasa setengah pikiranku masih hanyut dalam mimpiku.Tapi anehnya, aku tidak bisa mengingat ‘apa mimpiku’ itu?.

“noona…, kenapa kau mendiamkanku?apakah kau malu jalan-jalan dengan ku?”aku tersadar, ya Tuhan..belakangan ini aku sering sekali mengacuhkan anak lelaki ini?.

“ya Taemin,ada apa?”

“aku bilang..apakah noona bisa menemaniku jalan-jalan hari ini?”

“nde..tentu saja,hari inikan hari mingggu!!”jawabku sambil tersenyum.

“jinchayo?kalau begitu sekarang noona mandi dong! aku ga mau ditemenin ama noona-noona bau kettii~, ahahahah”  ini yang pertama kalinya, aku melihatnya tersenyum secerah itu. akhh tidak, bahkan dia sedang tertawa sekarang. Apakah dia benar-benar sangat bahagia karena kami akan jalan bersama?. Dan jika jawabannya adalah iya, entah kenapa akupun juga ikut bahagia bersamanya.

‘dugh.. dugh.. dugh’ ada apa dengan jantungku? kenapa detakannya tiba-tiba random seperti ini?.

“noona, aku siap-siap sekarang ya? Noona juga harus dandan yang cantik..oke?” dia tersenyum lagi, dan disaat itu detak jantungku ikut mengeras.

‘dugh.. dugh.. dugh’ RyeKa..kau semakin tua, bahkan detak jantungmu sudah tidak normal lagi.

/ /

“noona, ayo cepat!!aku tak ingin membuang waktu lagi!”Taemin merengek disampingku yang sedang mengunci pintu rumah. Hah dia seperti anak kecil saja.

“oke..oke, ayo jalan sekarang namja kecil!” Taemin nampak mengerucutkan bibirnya ke arahku saat aku memanggilnya ‘namja kecil’. Aku tertawa melihat ekspressinya itu. Hari ini tepat hari ke tiga belas, Taemin tinggal bersamaku. untung saja orang tuaku dan adikku menunda kedatangan mereka karena masih ada urusan di Jeju, oleh sebab itu Taemin masih bisa tinggal lebih lama di rumahku.

“noona!! jalannya yang cepat!” aku tersenyum dan mengangguk ke arahnya. Hari ini..hari yang sangat berbeda,karena Taemin nampak sangat ceria dari sebelumnya. Ha.ha bahkan selama tiga belas hari ini aku merasa kalau Taemin anak yang dingin, tapi special untuk hari ini anggapanku itu sama sekali tidak berlaku.

“Aigoo..ternyata memang susah jalan dengan noona-noona sepertimu! Melangkah saja perlu waktu yang sangat lama!!” Taemin berbalik menatapku –menghentikan jalannya- yang semula berada di depanku.

“mwo ige?” ucapku bingung sambil memandang wajahnya yang..well hari ini cukup tampan. Akh tidak..kemarin-kemarin dia sudah tampan, hanya saja hari ini jauh leih tampan.

“maksudku..karena noona sudah tua, maka kondisi noona sudah tak fit lagi seperti ku!!” aku mendengus. Apa maksudnya mengataiku sudah tua?.

“dasar kau..Yaaa!” belum sempat aku melanjutkan omelanku, Taemin malah menarik tanganku dan mengajakku berlari. Yang aku lihat semua orang yang ada di sekitar kami menatap heran ke arah kami. Taemin..kau benar-benar membuatku malu.

/ /

“Aku ingin kita naik itu dulu, setelah itu yang itu..dan yang ketiga itu saja. Pokok nya semuanya harus kita coba, arraso yeppo noona?” aku terhenyak di tempatku, merasakan pipiku yang mulai memanas., astaga apa ini? Dia berhasil menggoda noona-noona sepertiku?.

“Kajja noona!!” Taemin kembali menarik tanganku dan mengajakku berlari ke arah wahana Bianglala. Ya..kami memang hanya berkunjung ke taman bermain. Tapi ini cukup mengasyikkan untukku, karena semenjak aku memasukki universitas aku tidak pernah berkunjung lagi ke tempat semacam ini. Alasannya sudah sangat jelas bukan? Aku sudah dewasa..tempat yang seperti ini tidak pantas untuk orang dewasa sepertiku. Namun kali ini nampaknya aturan itu juga tak berlaku, pasalnya sekarang aku pergi dengan namja berusia 15 tahun. Haha lucu sekali! Aku berkencan dengan seorang namja yang masih duduk di bangku SMA. Tapi ini menarik dan sebenarnya aku menyukainya.

“noona, dari tadi hanya senyum-senyum sendiri! Apa yang sedang noona pikirkan, huh?” aku mengerjapkan mataku –mencoba memulihkan pikiranku-.

“haha..aniya~ aku hanya berpikir kenapa aku bisa pergi ke tempat seperti ini dengan namja 15 tahun?” ucapku sambil memandangnya dan ku lihat wajahnya menjadi..kecewa.

“noona!! Apakah noona tidak suka pergi jalan-jalan dengan bocah 15 tahun sepertiku?” suara Taemin nampak memelan dan ku dengar ada isakan disana. Aigo .. jangan katakan padaku kalau aku telah berhasil membuat bocah ini menangis.

“Aigo~ Taemin-ah..aku tidak berpikir seperti itu, aku malah senang bisa berpergian bersamamu! Aku merasa kembali ke masa-masa SMA dan ini membuatku kembali merasa muda” Taemin mengangkat wajahnya menghadapku kemudian dia memberikanku senyum manis –sangat manis-.

/ /

Semua wahana yang ada di taman bermain ini sudah kami coba satu persatu. Baik itu yang menantang seperti rolling coster atau permainan childish seperti seluncuran dan ayunan. Aku merasakan sensasi yang benar-benar berbeda. Aku merasa telah bebas dari sesuatu yang panas dan menegangkan. Haha lucu sekali!! Aku bahakan tak bisa mendiskripsikannya dengan baik. Yang jelas .. aku merasa Taemin yang berada di dekatku sekarang, berbeda dengan Taemin yang aku temui tempo hari saat kehujanan di depan rumahku.

“noona, bulgoginya enak sekali!! Aku ingin tambah!” aku tersenyum dan mengangguk.

“Pelayan!! Bisa tolong, ambilkan satu porsi lagi bulgogi untukku?” pelayan itu nampak tercengang ke arahku untuk sesaat, tapi dengan ragu kemudian ia mengangguk. memang ada yang aneh, jika aku menambah pesanan?.

“noona, ayo di makan..ini enak sekali!! Sedari tadi kau hanya memandangi bulgogi mu!! Apa kau mau aku yang suapi?” aku terkekeh kecil. Hari ini bahkan diapun pandai merayu dan menggoda noona sepertiku.

‘dreett..drett..drett’ sesuatu bergetar dari dalam tas jinjingku. Aku pun mengambil handphoneku –sumber dari getaran itu-. Oh ada satu miscall dan satu pesan untukku dan ini dari orang yang sama yaitu Jinki.

—–Kita harus bicara!!—–

Aku mengernyit, kenapa tiba-tiba Jinki ingin bicara denganku. Akupun segera membalas sms itu.

—–Memangnya ada apa? Aku sedang menemani Taemin jalan-jalan.—–.

Ku tunggu hingga beberapa menit tapi tak kunjung ada balasan dari jinki. Apakah dia marah padaku? Akh.. Jinki orang yang perhatian dan pemaaf, kalaupun dia marah denganku..aku yakin besok dia sudah tidak marah lagi..dia akan selalu memaafkanku.

“noona, aku sudah kenyang!!bisakah kita pulang sekarang..aku mulai gerah disini, aku merasa semua orang sedang menatap kita karena aku telah makan hingga 3 porsi” aku tertawa kecil..dan mencoba mengedarkan pandangan ke sekitar. Taemin benar, semua mata di restoran ini hampir semua memandang ke arah kami.

/ /

JINKI POV :

Aku akan membuat kejutan untuk Ryeka. Hari ini aku akan datang ke rumahnya tanpa sepengetahuannya, dan aku harap kejutanku ini tidak akan membuatnya marah kepadaku. Lagipula aku melakukan ini karena terpaksa, aku merasa posisiku lama-lama akan terancam karena keberadaan bocah ingusan yang se’enak telur ayam menumpang di rumah RyeKa yang jelas jelas adalah calon istri dari calon dokter muda bernama Lee Jinki.

Ha..ha oke, aku rasa sekarang  aku sudah ketahuan..aku memang menyukai Reyka. Aduh..tak terasa sekarang aku bahkan sudah sampai di depan rumahnya. Tapi tunggu .. bukankah itu Reyka?kenapa dia ada di luar dan memakai pakaian serapi itu? Jangan katakan padaku kalau dia akan jalan-jalan dengan anak ingusan itu. Eh, tapi kalau dia benar-benar akan pergi bersama anak ingusan itu ..kenapa aku tidak melihatnya bersama Reyka?.

/ /

Aku terus mengikuti Ryeka kemanapun ia pergi. Tapi ada satu hal yang aneh.. dia membawa selembar baju yang.. akhh tidak bisa aku jelaskankan. Ryeka nampak tertawa dan berlari lari . Dan aku disini hanya bisa tersenyum kecut saat dia tertawa bahagia karena pergi jalan-jalan dengan anak ingusan itu. Tapi aku benar-benar tidak suka dengan anak itu!!dia bahkan sangat pengecut.

/ /

Ryeka nampak bersenang-senang dengan semua wahana di taman hiburan ini. Yah..aku masih di sini –di tempatku yang tak jauh dari tempatnya berada- mencoba menjadi seorang penguntit dadakan. Tapi ada satu hal yang membuatku gelisah, semua ini tentang anak ingusan itu. Aku pikir dia adalah anak lelaki yang berbeda.. akh..aku tak bisa menjelaskannya tapi semenjak tadi aku sudah curiga dengan anak itu. Oh Tuhan, jagalah Ryeka untukku.

/ /

Ketakuatan dan kecurigaanku serta kegelisahanku bertambah setelah Ryeka memasuki restaurant bulgogi dan memesan dua porsi bulgogi. Dari tempatku berada aku melihatnya menikmati bulgogi itu dan tersenyum. Tapi yang aku bingungkan dia menikmatinya bukan dengan melahap melainkan melihatnya saja..ckckck gadis itu. Ada apa dengannya?

/ /

Ryeka tertawa, dan memesan 2 porsi bulgogi lagi. Ck..gadis yang rakus, satu porsi yang ada di piringnya saja belum habis dia bahkan sudah memesan 2 porsi lagi.

/ /

Aku terhenyak saat Ryeka memberikan kedua porsi bulgogi itu ke kursi di depannya. Ryeka benar-benar perhatian dengan anak itu. Tapi anak itu telah berani melakukan hal yang bahkan mampu membuat Ryeka sakit hati. Aku tidak boleh tinggal diam, aku harus segera membicarakan hal ini dengan Ryeka. Aku meraih handphoneku dan menghubingi nomernya. tapi sebelum panggilan itu sempat diangkat aku memutuskan untuk memutusnya. dan lebih memilih untuk mengetik pesan singkat saja untuknya.

—–Kita harus bicara!!—–

Ku krim pesan itu, dan kini ku melihat Ryeka nampak sibuk dengan handphonenya –mungkin pesanku telah masuk ke nomor simnya-.

‘dreett..drett..drett’

—–Memangnya ada apa? Aku sedang menemani Taemin jalan-jalan.—–.

Hanya bisa tersenyum kecut saat melihat balasan dari pesan singkatku. Jadi benar..apa yang aku duga! Anak itu benar-benar pengecut!! Aku bersumpah tidak akan membiarkan Ryeka disakiti. Tapi apa yang harus aku lakukan? Bahkan saat aku memintanya bicara denganku saat ia bersama dengan anak itu. dia lebih memilih anak itu..yang jelas-jelas..akhkkk..apa yang harus aku lakukan? Lee Jinki gunakan otakmu!! Berpikirlah cepat!.

/ /

RyeKa POV :

“aku senang sekali hari ini noona, aku sangat berterimakasih banyak padamu!” Aku mengangguk ke arah Taemin. Tapi tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang dingin menyentuh tanganku..ini tangan Taemin yang menggenggam tanganku.

“noona!! Bolehkan aku menganggap ini kencan?” aku mencoba menenangkan detak jantungku yang tidak normal semenjak dia menggenggam tanganku. Akh..ini jauh lebih sulit dari yang aku bayangkan, detak jantungku sama sekali tak menurut. Ottoke? Aku takut Taemin bisa mendengar detak jantungku!.

“noona, boleh tidak?” eh?apanya yang boleh..aduh Taemin maafkan noonamu yang satu ini karena lagi-lagi mendiamkanmu. Tapi ini semua salahmu, kenapa kau pakai acara menggenggam tanganku segala?.

“Aku ingin menganggap apa yang telah kita lakukan sehari ini adalah kencan, boleh tidak?” jlebb..lagi-lagi detak jantungku tak normal. Mungkin sebentar lagi aku akan kena serangan jantung mendadak.

“aku tidak tahu, tapi di kalangan noona-noona sepertiku .. berkencan dengan namja di bawah umur bukan masalah besar, dan aku memang menganggapnya kencan. Bagaimana denganmu sendiri?” Taemin nampak menyembunyikan senyumnya dibalik sudut bibirnya. Ck..kenapa mesti disembunyikan? padahal akan lebih baik jika ia tersenyum dengan lapang..dengan begitu aku bisa melihat wajahnya yang semakin tampan dan manis itu. Eh? Tunggu..aku bilang apa tadi ‘tampan dan manis’ akh..sebaiknya lupakan saja bagian itu.

“di kalangan bocah SMA..berkencan dengan noona itu salah satu kebanggaan yang bisa kami pamerkan, apalagi noonanya neoumu yeppo seperti RyeKa noona!” terus, terus saja goda aku. hingga nantinya aku benar-benar kehilangan jantungku karena jantungku sekarang bisa melompat-lompat dan ini semenjak Taemin pandai menggoda. Ck..Taemin yang seperti ini ternyata jauh lebih menyeramkan daripada Taemin yang dingin.

/ /

“noona, kenapa kau tak pernah berniat mengambil foto saat kita bersama?” aku memandang ke arah Taemin –wajahnya nampak cemberut- .

“Emm.. kalau begitu, kita lakukan saja sekarang!! Kebetulan disana ada studio photo! Kajja!!” kali ini akulah yang menarik tangan Taemin dan mengajaknya berlari. Bersamanya membuatku merasa jauh lebih muda dari umurku yang sebenarnya.

/ /

“noona yakin ingin melakukannya bersamaku?” aku mengernyit.

“bukankah tadi kau yang menginginkan foto bersama, apakah sekarang kau berubah pikiran?” tanyaku di sela kesibukan memilih kostum dan pernak pernik untuk berfoto.

“aniyo~ aku memang menginginkannya..tapi apakah noona tidak merasa kalau semua orang disini menatap heran ke arah kita!!sebaiknya kita pulang saja..aku tak ingin membuat noona malu!” lagi-lagi aku mengernyit.

“benarkah orang-orang sedang menatap heran kita??emm aku rasa mereka iri dengan kita. Mungkin saja kita terlihat sangat serasi” ucapku berniat menggodanya tapi dia hanya tersenyum tipis menanggapinya. Oh sepertinya aku tak pandai dalam hal goda-menggoda.

“noona~” Taemin merengek dan memelintir unjung bajuku.

“Sudahlah Taemin..dalam hidup adakalanya kita tak perlu memikirkan anggapan orang lain, biarkan saja mereka seperti itu nanti mereka juga akan berhenti!!lagipula akan lebih sangat memalukan kalau kita keluar, aku bahkan sudah memilih kostum yang kita pakai” aku menepuk pundak Taemin dan mempererat genggaman tangan kami. Dan sebenarnya aku ikut melirik ke sekitar, dan benar..mereka memang sedang memperhatikan kami. Akh..apakah aku telah melakukan kesalahan?aku hanya berkencan dengan anak umur 15tahun!! Jangan anggap ini doa yang terlalu besar.

/ /

Aku dan Taemin memakai kostum kucing, kami berdua sama-sama membawa boneka tulang ikan yang menggemaskan. Kami mengambil beberapa foto dan hasilnya bagus-bagus semua. Bahkan disana aku merasa bahwa aku terlihat seumuran dengan Taemin.

“noona, aku Bantu ya?” aku mengangguk, kali ini Taemin membantuku memasak untuk makan malam.Yah..Kami sudah pulang dari acara kencan tadi. Dan sekarang aku kembali ke tugasku untuk menyiapkan makan malam untukku dan Taemin.

“kau bisa memotong wortel dan sawi itu.. ini pisaunya” Taemin tersenyum dan mematuhi perintahku. Lama lama aku semakin berpikir Taemin anak yang manis.

/ /

‘Teng..Tong’ suara dari bel rumahku yang di pencet mengganggu makan malam kami.

“akan aku periksa..” aku bangkit dari kursi lalu melangkah menuju jendela yang mengarah ke luar dan aku rasa Taemin juga mengikutiku. Aku melihat mobil jinki yang sudah terparkir rapi di depan garasiku di balik jendela ini.

“Oh..Teman noona yang kemarin ya? Kalau begitu aku masuk ke kamar dulu ya noona..” Taemin memasang wajah yang dapat aku bilang memancarkan kesedihan. Dia kenapa?.

“Tidak perlu Taemin..lagipula, kenapa kau tak ikut bergabung saja dengan kami? Jinki anak yang baik..ku rasa kalian akan cocok” Taemin tersenyum tipis ke arahku tapi tetap melangkah menuju kamarnya.

“Tidak perlu noona, lagipula aku sudah mengantuk..aku tidur duluan ya?”

/ /

“Ada apa, sampai-sampai kau mengunjungiku malam-malam seperti ini?” tanyaku pada Jinki yang baru melangkahkan kaki masuk ke dalam rumahku.

“Aku hanya ingin bicara padamu!!” jinki berjalan lurus ke arah ruang makan, dan aku hanya mengikutinya dari belakang.

“ini.. aku baru selesai makan malam bersama Taemin, apa kau mau makan?” tawarku saat melihat jinki yang terlihat terlalu indeks menatapi bekas makananku dengan Taemin.

“cchh.. makan malam bersama?” suara jinki nampak sinis dan sungguh..baru kali ini aku menemuinya bersifat seperti ini.

“sekarang dimana bocah itu?” Jinki bertanya tanpa menatapku dan malah sibuk mengedarkan pandangan ke seluruh rumahku –bahkan hingga langit-langit rumahku-, apakah dia berniat mencari Taemin disana?.

“dia ada di kamar..katanya dia mau tidur” jawabku. Tanpa berkata apa-apa Jinki langsng berjalan ke arah kamar tapi seketika berhenti saat melihat ada dua pintu kamar di hadapannya.

“yang mana kamarnya?” aku menatapnya heran, apakah dia berniat membangunkan Taemin?.

“yang di sebelah kanan mu!” Jinki langsung membuka pintu itu kasar, dan aku dengan cepat berlari menghampirinya. Apa mau Jinki melakukan ini?.

“Apa yang ingin kau lakukan..dia sedang beristirahat!!” Jinki menatapku dengan sorot matanya yang tajam. Kenapa Jinki menatapku seperti itu? Aku merasa takut dengannya sekarang.

“noona~” suara Taemin mengalihkan pandanganku, dan di atas tempat tidurnya aku menemui sosok bocah itu kini sedang duduk dan menatap bingung ke arah kami.

“ada apa ?” lanjutnya dan aku hanya tersenyum tipis padanya.

“apakah dia tidur di atas tempat tidur itu!!” kali ini suara Jinki lah yang mengalihkan pandanganku.

“Ya..dia memang tidur disana, memang kenapa?” tanyaku heran.

“chh.. aku benar!” Jinki menghampiri Taemin dan menariknya kasar.

“Siapapun kau .. ku harap kau pergi dan jangan pernah kembali lagi untuk menemui Ryeka!!” teriak Jinki sambil terus menggiring Taemin keluar rumah. Sementara aku hanya terdiam di tempatku.. aku sama sekali tak mengerti, apa yang dilakukan Jinki.

/ /

“Ku mohon.. berhentilah mengganggu Ryeka..biarkan kehidupannya normal seperti sebelum kau menghampirinya!! Aku yakin kau masih mempunyai  rasa kasihan untuk ini!” ku dengar suara jinki yang nampak terisak ketika sedang bicara dengan Taemin. Sementara taemin hanya diam di tempatnya hingga aku menyadari satu hal bahwa matanya…memerah.

“Taemin ..” Taemin menoleh ke arahku yang memanggil namanya, dan sedetik kemudian mata merah itu tiba-tiba padam dan berubah menjadi normal.

“Aku tidak tahu siapa kau..tapi ku mohon dengan sangat baik… sebaiknya kau pilih orang lain untuk memenuhi permintaanmu bukan Ryeka.. aku tahu kau pernah menjadi orang baik!” jinki terus bicara dengan tempo keras. Dan aku sama sekali tak dapat memahami apa yang sedang ia ucapkan kepada Taemin. Apakah Jinki telah mengusirnya? Andwe..ku tak akan membiarkannya.

“Jinki..hentikan, apakah kau tak sadar, kau telah membuat keributan!! Disini aku tuan rumahnya..aku yang berhak memutuskan siapa yang berhak berkunjung ke rumahku dan yang mana yang tidak..aku menghargai niat baikmu..tapi ku mohon sekarang lebih baik kau pergi!! Urusan Taemin biar aku yang mengurusnya!! Dan kau tak perlu ikut campur!!” Jinki menatpku tak percaya kemudia mendesah berat.

“Aku hanya ingin mengatakan padamu kalau anak ini berbahaya! Lebih baik kau dengan cepat mengusirnya.. atau biar aku yang akan membawanya pulang ke tempat dimana seharusnya dia berada!!” aku memicingkan mataku. Kemana Lee jinki yang ramah itu?kenapa ia menjadi kasar seperti ini.

“bukankah sudah aku katakan padamu!! Urusan Taemin biar aku yang mengurusnya, dan kau tak berhak mencampurinya!!” aku mengusir Jinki dengan sangat terpaksa.

“chh..baiklah Ryeka..tapi ku harap kau segera membuang baju sampah ini” Jinki berlalu menuju mobilnya, dan setelah menyalakan mesin dia dengan cepat melajukan mobilnya. Apakah aku sudah membuat kesalahan padanya? Jinki maafkan aku.

“noona, seharusnya tak perlu melakukan hal ini untukku..karena apa yang hyung itu bilang memang benar, aku ini berbahaya dan akan lebih baik kalau aku segera di usir dari rumah ini” aku tersadar..masih ada Taemin di sampingku dan kini dia nampak sedang terisak.

“Kau bicara apa taemin? Hyung itu mungkin hanya sedang emosi..kau jangan terlalu mengambil hati ucapannya tadi ya?” aku membantu Taemin untuk berdiri tapi seketika aku terkejut melihatnya..pelepisnya kembali berdarah.

“Taemin .. kau berdarah lagi!!” Taemin tersenyum tipis dan mengangguk, oh itukah ekspressi kesakitan yang bisa ia tunjukan padaku?.

/ /

Aku mengelap pelepis Taemin yang berdarah dengan handuk yang sebelumnya telah aku rendam dengan air hangat.

“kenapa..kau ini sering sekali berdarah disini? Apakah lukamu kembali terkoyak karena hyung tadi?” tanyaku sambil mengompres lukanya dengan handuk yang ku pegang.

“aniya..hyung tadi tidak ada hubungannya dengan lukaku ini. Noona jangan khawatir aku bahkan tak dapat merasakan rasa sakit dari luka ini!! Tapi.. apakah noona tahu arti dari darah yang kembali muncul di pelepisku ini?” aku mengernyit, anak lelaki ini selain pandai menggodaku dia juga pandai membuatku mengernyit.

“memang artinya apa?” tanyaku polos.

“waktuku noona!! Waktuku..tinggal sebentar saja!” aku kembali mengernyit, waktu Taemin tinggal sebentar lagi? Maksudnya.

“noona akan segera mengetahuinya dan aku harap kali ini kondisi noona memungkinkan..semoga noona tidak tersakiti!! Oleh sebab itu noona tidurlah!! Biar aku yang membereskan bekas makanan ini!” aku menatapnya bingung tapi tanpa sempat mengajukan pertanyaan yang mengisi otakku sekarang, Taemin telah mendorong tubuhku untuk masuk ke dalam kamar dan merebahkan di atas kasur.

“noona~ tolonglah aku.. ku mohon!!” Aku mendengar suara Taemin bergumam saat dia keluar dari kamarku. Akh aku sudah tak dapat berpikir apa-apa lagi, kali ini Taemin benar.. aku harus beristirahat. Terlalu banyak hal yang membuatku bingung dan itu juga membuatku lelah. Aku harap dengan tidur aku bisa menghilangkan kelelahan ini, meski hanya seperempatnya saja itu juga tak apa.

Continued..

RCL yaa🙂

Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

20 thoughts on “SHINee Fanfic Mysteri // Secret Of The House Part 3

  1. aduh, saeng…. Ni apa sebenernya…????
    Taemin itu arwah yang penasaran, ya….?
    Jinki gak bisa liat dia…
    Yang bisa diliat hanya ‘baju’…????
    Tapi eonni khawatir…
    Ntar Jinki gak kenapa2, kan….?
    *ditendang Rye Ka…
    *Eonni….!!! Yang tinggal serumah ma Taemin itu aku….
    Bukan Jinki….
    hehehee… Mian….
    Eon cuma mikirin Jinki seorang…
    *emut lollipop Taemin…

    Saeng, sampe part ini beneran masih misteri…
    Nah, kayaknya kemampuan Rara dalam nyimpen
    cerita sampe gak ketebak ampe part akhir
    mesti terus dipupuk… *aneh bgt bahasanya…
    Ya, itu…. Terkadang, kita bisa nebak
    akhir cerita dalam sinetron atau film…
    Nah, udah ada beberapa cerita Rara yg eonni gak
    bisa tebak ampe akhir… misal, Last Snow,
    Sorry I’m Vampire, trus, My hero comes back, ya…?
    kalo gak salah.. *diuber Rara…
    Itu judulnya salah, eon…

    itu gak ketebak ceritanya…
    Jadi emang mesti dipertahankan bakat Rara
    yang satu ini… oke…?!

    Suka

  2. Jadi ceritanya taem ini hantu? Terus si ryeka ini punya indra ke-6? Akhh tauah elap. Mending langsung terbang aja.. ke part 4 alias part akhir😄

    Suka

  3. ow ow ow, jadi apakah taemin iru anak kecil yang di tusuk sma appa nya sendiri, , hem makin bingung hehehe

    Suka

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s