Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

SHINee Fanfic Mysteri // Secret Of The House Part 4

35 Komentar



  • . Title :  – SeCret oF The HoUsE – ! bag 4. (END)
  • . Genre : fiksi story, mistery, sad, supranatural,AU,Typo.
  • . Length :  4.
  • . Cast :
  • + Taemin SHINee as Taemin.
  • + a shawol as__Kim Rye Ka.
  • + Onew SHINee as Lee Jinki.
  • Backsound : bawalah cintaku pergi (afgan)*okokokok.. XD*, good bye (jang geun suk), life (SHINee),  (aku sayang Rha putriey by Onew)*plokkk okokoko😄, IN MY ROOM (SHINee)
  • Note  : Cerita ini di ambil dr sebuah kisah nyata dengan sedikit sentuhan perubahan pada alurnya. 8D

-Story ini di mulai-

Ryeka POV :

Ku letakkan tasku asal di atas meja kuliahku, sama sekali tidak  memandang Jinki yang sedang terduduk disampingnya. Aku berjalan begitu saja, pagi ini aku mencoba tak menggubrisnya karena bagaimanapun dia telah membuatku merasa tak nyaman dengan sikapnya kemarin.

* * *

Kali ini di kantin, aku duduk sendiri sambil menyeruput jus jerukku. Namun tiba-tiba mataku menatap sosok Lee jinki yang mendekat seolah-olah sedang menuju ke tempatku, dan entah kenapa merasakan hal ini aku ingin menghindarinya sesegera mungkin.

“Bisa aku ikut bergabung denganmu? Meja yang lain sudah penuh hanya kau yang sedang sendiri?” Jinki nampak bicara dengan nada canggung kepadaku. Aku mendesah tetapi sesaat kemudian beranjak dari dudukku.

“aku sudah selesai!” ucapku sambil berlalu meninggalkannya. Dan setelah melangkahkan kakiku beberapa langkah, aku mendengar suara hentakkan yang kasar. Aku melirikkan mataku kebelakang –disana ada Lee Jinki yang sibuk dengan kakinya seperti mengaduh kesakitan-. ‘apakah dia melakukan sesuatu dengan kakinya tadi?’ entah..aku merasa mencemaskannya sekarang.

* * *

JINKI POV :

Aku merenggut kasar rambutku..kenapa justru aku yang disalahkan? Kenapa justru aku yang kau hindari? Aku hanya mencemaskanmu disini..aku hanya khawatir bagaimana hidupmu? Tak bisakah kau menyadari niatku itu Ryeka..tak bisakah?. Aku mengerti jika kau sama sekali tidak menyadari apa yang telah terjadi padamu, aku paham dan tau itu lebih dari dirimu sendiri. Dan karena itulah aku melakukannya, tapi kenapa justru ini balasan yang aku dapatkan? Apakah sebuah kesalahan jika aku memberitahukan yang sebenarnya pada Ryeka. Ya Tuhan.. aku harus bagaimana?.

* * *

Ryeka POV :

Aku melangkahkan kakiku riang saat memasuki rumahku, eum..entah kenapa selama dua minggu Taemin serumah denganku, aku sudah mulai terbiasa. Dan sekarang terkadang aku justru merasa bersyukur bisa tinggal dengannya, karena dengan begitu aku tidak perlu merasa kesepian tinggal sendirian.

“Aku pulang!” ku edarkan pandanganku ke seluruh penjuru rumah yang terlihat oleh mataku, tapi tak ku temukan Taemin dimana-mana.

“Taemin…kau dimana? Apakah kau sudah makan siang?” ku buka pelan pintu kamar Taemin, dan ku temukan Taemin yang sedang tertidur di atas ranjangnya, aku mencoba mendekat dan membangunkannya.

“noona, kenapa pulang larut?” ckk..anak ini membuatku terkesiap saat dia bicara dengan kondisi seolah-olah sedang tertidur, apa dia tidak tau..bahwa aku ini jauh lebih tua darinya, dan beberapa waktu belakangan ini jantungku juga sering bermasalah jika berdekatan dengannya, apakah dia berencana membunuhku dengan membuatku terkena serangan jantungan setiap kali di dekatnya, ckckck..anak licik.

“tadi aku pergi ke perpustakaan untuk mencari beberapa bahan tugas dari dosenku, waeyo apakah kau kesepian karena aku tinggal sendirian?” aku berusaha menggodanya dan semoga saja ini berhasil, aku sudah susah payah berusaha menggodanya selama ini, setidaknya kali ini keberuntungan berpihak padaku.

nde, aku selalu merindukan noona, bahkan disaat noona berada di sampingku, karena aku tahu noona tidak bisa aku gapai” membeku, tubuhku membeku saat melihat mata yang semula terpejam itu, terbuka..dan nampak berair. Taemin, kenapa kau menangis? Apakah kau benar-benar membenci kesendirianmu saat aku tinggalkan? Ya Tuhan..ryeka, demi apa kau malah merasa bersalah sekarang.

“Taemin, ada apa?” aku mencoba meminta penjelasan dengan beringsut duduk di hadapannya, Taemin memandangku nanar dengan mata berairnya. Hey..seseorang jelaskan apa yang sedang terjadi padaku, ku mohon.

“noona, apakah jika aku jatuh cinta itu adalah hal yang salah?” selalu saja berhasil membuat dahiku mengernyit bingung, selalu pandai melontarkan sesuatu yang tidak aku pahami. Oh Taemin, meski aku seorang mahasiswa sekarang, tapi tetap saja aku sulit menerjemahkan yang kau ucapkan padaku sekarang.

“Taemin..bisa kau perjelas apa yang ingin kau ucapkan padaku?” tanyaku padanya.

“noona, aku hanya ingin bertanya pada noona, apakah jika aku jatuh cinta..adalah sebuah kesalahan?” Degh..apakah anak ini sedang jatuh cinta? Dengan siapa? Apakah dia sudah memiliki seorang gadis di luarsana. Tuhan..kenapa lagi dengan jantungku, kini terasa sesak saat mengetahui hal ini.

“Taemin..jatuh cinta bukanlah sebuah kesalahan, bahkan jatuh cinta itu bisa dibilang sebuah keberuntungan untuk semua orang yang sedang mengalaminya, karena melalui cintalah kita bisa belajar untuk menjalani hidup. Melalui cinta kita bisa merasakan banyak perasaan yang sebelumnya tak pernah kita rasakan. Cinta bisa diibaratkan dengan sebuah jembatan yang berada di atas jurang yang terjal, cinta dapat menolong seseorang dari sesuatu yangburuk. Tapi tidak selamanya juga sesuatu yang bernama cinta itu berpihak pada rasa senang dan bahagia, karena cinta terkadang hadir secara mengejutkan dan lenyap juga dengan mengejutkan, cinta yang seperti ini adalah cinta yang menyakitkan. Jika bisa dibilang, cinta yang seperti ini adalah sebuah jembatan yang tiba-tiba putus saat kita menyeberanginya, padahal di bawah ada sebuah jurang terjal” aku menghela nafasku, menatap Taemin sejenak. Dan baru menyadari jika sekarang wajahku dan wajah Taemin tidak berjarak cukup jauh, bahkan ujung hidung kami saling terpaut.

“Tapi ini berbeda jika aku yang mengalaminya” suara Taemin seperti sebuah helaian angin..dingin, tapi terdengar berat dan menyedihkan. Dan yang membuatku bingung, aku merasa pernah mendengar suara yang seperti ini.

‘bayangan hitam dengan mata berwarna merah’

‘ahjumma yang tertabrak’

‘anak laki-laki yang tiba-tiba berteriak’

Aisshh..bayangan macam apa yang sempat aku lihat tadi?. Akh sudahlah, mungkin hanya halusinasiku.
* * *

21.00 KST

Aku memejamkan mataku perlahan, entah kenapa rasanya malam ini aku perlu istirahat lebih awal.

* * *

Awalnya hanya gelap yang menemani mimpiku hingga aku merasakan kehadiran sosok misterius yang mendatangi mimpiku, sosok itu menepuk kedua pundakku. Tunggu, aku merasa pernah menemukan sosok seperti ini sebelumnya, tapi kapan?

“ikut aku…” aku hanya diam di tempatku, saat sosok berjubah hitam itu menyuruhku menggiring langkahnya.

“kenapa aku harus mengikutimu, siapa kau?” ucapku mencoba mengumpulkan keberanianku, sosok itu bukannya menjawab justru menarik tanganku secara paksa. Ck.. dia sama sekali tidak punya sopan santun bahkan untuk seorang wanita sepertiku pun.

* * *

“lihat dan perhatikan baik-baik!” sosok berjubah hitam yang berdiri di sampingku dengan seenaknya memerintahkanku, apa yang ingin dia lakukan.

‘na..na..na..na’ senandung kecil itu mengalihkan pandanganku dari sosok berjubah hitam, aku melihat anak lelaki berpakain seragam nampak melangkah riang dan senandung kecil yang aku dengar sebelumnya berasal dari mulutnya itu. dia terlihat gembira, saat menemukan sebuah lollypop besar di saku ranselnya. Ck..anak itu childish sekali.

“EOMMAAAAAA!!!” aku terkejut saat melihat anak tadi sudah berlari seperti kesetanan, akupun mengalihkan pandangan menuju sesuatu yang membuatnya berteriak seperti itu.

Seorang wanita tua yang nampak mati mengenaskan karena dihantam sebuah mobil, dan kini mataku kembali terbelalak saat melihat seseorang yang berada di dalam mobil itu keluar dan tiba-tiba menikam anak lelaki yang mencoba menggebrak mobilnya.

Aku berlari sekuat tenaga, dan berniat untuk membantu anak itu. tapi yang ada..tubuhku justru menembus tubuh anak lelaki itu. sesaat aku membeku, ketika tubuh kurus milik remaja lelaki itu perlahan ambruk. Menyedihkan..saat itu dia sempat merintih pelan.

“tolong,,tolong,,tolong,,” aku menangis disisinya, aku ingin menolong..tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Disini hanya ada aku yang bahkan tak bisa menyentuh tubuh anak lelaki itu.

Satu tetes demi tetes airmataku jatuh, menggiringi mata anak lelaki yang perlahan tertutup. Tiba-tiba aku melihat cuplikan-cuplikan kenanganku bersama seorang anak lelaki, dimana aku sedang menaiki bianglala, memasak bersamanya dan bahkan berfoto bersama. Aku mencoba focus untuk mengingat anak lelaki itu, aku merasa sudah melupakannya, tapi siapa dia??.

‘Lee Taemin’ aku membaca name tag yang tertempel di seragam mayat anak lelaki yang terbujur kaku di depanku. Lee Taemin? Apakah dia Lee Taeminku. Ya Tuhan.. jadi….sosok anak remaja ini adalah Lee Taemin.

* * *

‘hooooosshh’ aku menarik nafas panjang saat berhasil bangun dari mimpi yang mengerikan. Kerongkonganku terasa kering, akh..sebaiknya aku menyiramnya dengan segelas air dingin. Aku melangkah menuruni bed coverku, dan perlahan membuka pintu kamar.

‘lampu ruang tengah menyala’ mengernyit saat menemukan Taemin terduduk di samping lemari buku kuliahku, tepatnya di samping bak sampah. Dan yang ku lihat Taemin nampak asyik mengemut lollypopnya. Ya Tuhan..Lee Taemin, aku sudah berapa kali melarangnya untuk memakan lollypop itu, dan bahkan aku sudah membuangnya berapa kali ke bak sampah, tapi dia tetap saja mengambilnya tanpa sepengetahuanku. Yang aku bingung, kenapa dia mau-maunya makan lollypop yang terlihat busuk itu? lagipula..kenapa lollypop itu tidak habis-habis sih, padahal Taemin sudah sering mengemutnya. Tunggu, mimpiku tadi….akh, sebaiknya lupakan. Itu hanya sebuah mimpi Ryeka.

“Taemin..” Taemin menoleh saat menyadari aku memanggil namanya, tapi dia tidak tersenyum. Dia memandangku sambil menangis. Aku mengalihkan pandangan sebentar ke arah jam dinding di belakang tubuhku.

‘sudah pukul dua pagi’ gumamku saat melihat jarum pendek pada jam menunjukkan angka dua dan jarum panjangnya ke angka dua belas.

Ketika aku kembali memalingkan pandangan ke arah Taemin, aku terkesiap..aku tak menemukannya.

‘hikss..hikss..hikss’ aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan yang terjambah oleh mataku. Tapi tidak ku temukan sosok Taemin, hanya ada suara tangisan yang terdengar pelan tapi penuh rintihan pedih, aku dapat merasakannya.

* * *

Entah atas dasar apa, dan keberanian darimana..aku melangkahkan kaki menuju kamar Taemin, tidak ada Taemin disana. Tapi aku menemukan sesuatu yang membuatku hampir mati berdiri. Sesuatu itu adalah baju seragam yang terlihat kotor dan berlumuran darah, kemudian tubuhku kembali menegang saat menemukan nama ‘Lee Taemin’ pada name tag yang menempel di seragam itu.

Ini adalah hal yang tidak masuk akal, aku bahkan tidak bisa menggunakan logikaku untuk memecahkan semua misteri ini. Aku mengangkut baju seragam itu ke ruang tengah, lalu aku berjalan ke kamar untuk mengambil fotoku saat bersama Taemin.

* * *

Ku rasa jika Tuhan hanya menempelkan mataku dengan sebuah lem, mataku akan keluar dari tempatnya, saat melihat fotoku yang aku ketahui saat itu aku sedang  bersama Taemin, tapi pada kenyataannya pada foto itu hanya ada aku seorang yang sedang girang memegangi selembar baju seragam kotor yang penuh bercak darah. Jadi inikah yang membuat semua orang memandang aneh ke kami, ahni..tapi padaku?.

“hikss..hikss..hikss” suara tangis itu kembali terdengar olehku, dan kini aku justru dapat melihat sumber tangis itu sedang menangis di tempatnya semula, di dekat bak sampah.

Aku hanya diam, tidak berani mendekatinya..dan akhirnya aku justru terduduk di tempatku sambil mengikutinya menangis.

* * *

“Taemin..” panggilku lirih akhirnya, aku sadar..aku tak bisa hanya diam saja. Aku harus mengetahui semuanya. Sosok itu menoleh padaku sambil mengangguk dan masih dengan mata yang menangis.

“tapi kenapa? Apa salahku? Ini tidak masuk akal…kenapa justru kau memilihku, jadi apa yang kau inginkan” Taemin tidak berbicara, dia hanya beringsut maju dari duduknya yang jongkok kemudian dia menyentuh dinding yang sebelumnya dia sandari.

“aku tidak mengerti, kenapa kau tidak bicara saja langsung!!” ucapku mulai naik pitam, karena sedari tadi yang bicara hanyalah aku, sementara dia hanya diam. Tuhan.. apa yang sedang hambamu ini alami?.

“tidak bisakah kau menjelaskan padaku!! Aku benar-benar bodoh Taemin, aku tidak mengerti..kenapa kau hanya diam!! Apa kau mendadak menjadi bisu huh?” aku mulai mendumel tidak jelas, tubuhku terasa letih, mataku benar-benar terasa perih dan terlebih nafasku terasa sangat menyakitkan untuk aku hirup dengan paru-paruku.

* * *

JINKI POV :

Aku tidak bisa tidur, aku mencemaskan Ryeka. Bagaimanapun aku harus menemuinya sekarang. Tapi Tuhan..sekarang sudah pukul dua dini hari, apakah hamba pantas berkunjung semalam ini ke rumah seorang yeoja yang sedang sendirian?. Akkhh..tapi aku benar-benar mencemaskannya, aku takut sesuatu yang tidak-tidak terjadi pada gadis itu. terlebih setelah aku tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya sekarang.

* * *

Aku memang hanyalah sosok sahabat yang sekaligus juga menyandang sebagai seorang yang mencintainya. Aku tidak tahu siapa itu ‘Lee Taemin’ yang sedang mengganggunya, dan bahkan aku tak mempercayai hal-hal konyol semacam ini.

Tapi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, bahwa sosok Lee Taemin itu bukanlah sosok seperti aku ataupun Ryeka, dia berbeda..bahkan bisa dibilang sangat berbeda. Karena yang aku tahu sosok Lee Taemin itu hanyalah sosok selembar seragam kotor yang dipenuhi bercak darah, dan tertempeli sebuah name tag yang bertuliskan ‘Lee Taemin’.

Aku selalu berusaha mengatakannya pada Ryeka, tapi bahkan sebelum sempat aku mengucapkannya..ryeka justru menjauhiku. Seolah akulah yang bersalah dalam hal ini, aku hanya tak ingin hidup Ryeka hancur karena hal ini. Aku ingin menyadarkannya bahwa Lee Taemin itu tidak ada, meskipun ada.. mungkin dia bukanlah dari dunia dan dimensi yang sama dengan aku maupun ryeka.

* * *

Aku tidak mempedulikan matahari yang bahkan belum muncul dari tempat persembunyiannya, aku hanya mempedulikan satu orang sekarang yaitu Ryeka, sahabat dan orang yang aku cintai. Aku juga tidak mempedulikan jika setelah aku menemuinya aku hanya akan mendapatkan pengusiran. Seperti yang aku katakan aku hanya mempedulikan Ryeka, setidaknya aku lebih suka jika dia mengusirku dan mengomeliku dibandingkan jika melihatnya sedang terpuruk karena sesuatu yang tidak bisa masuk di akal nalar.

‘treaakk’ pintu rumah Ryeka tidak terkunci, hal yang sangat aneh. Dan Sesuatu yang anehpun juga tak luput untuk menyambutku saat tubuhku ini kubawa masuk ke dalam rumah Ryeka. Ya Tuhan … kenapa dengan Ryeka? Kenapa dia terduduk dengan kepala menunduk seperti itu? dan..aisshh, seragam itu ada di hadapannya.

“Ryeka!” aku menghampiri Ryeka, tapi saat melewati seragam itu, aku dengan sengaja menendangnya dan menginjaknya. Ryeka menoleh padaku kemudian dia dengan spontan memelukku. Aisshh..jantungku, tidak sekarang waktunya mengadakan orkes saat Ryeka memelukku.

“ada apa?” ucapku lebut di telinganya, dia nampak menangis dari dalam pelukanku. Benar dugaanku, sesuatu yang buruk telah terjadi pada gadis ini.

“dia..dia tidak ada di foto, dia bukan seperti kita, dia…hiksss…aku tidak mengerti tentang ‘dia’ dan siapa itu ‘dia’!” Ryeka nampak meracau, aku hanya bisa menghela nafas. Bisa-bisanya sosok itu membuat gadis yang aku sukai menjadi seperti ini.

* * *

Ryeka menyuruhku untuk menghancurkan tembok yang terletak di samping lemari buku kuliahnya, dan saat aku bertanya untuk apa. Dia tidak menjawabku, dia hanya menunjukkan ekspressi tertekan. Ya Tuhan… gadisku benar-benar terlihat menyedihkan.

‘dbuggh, dbugghh, dbugghh’ aku menghancurkan tembok dengan sebuah palu. Pelan taoi pasti, tembok itu mulai berhancuran dan membentuk sebuah celah.

‘degghh’ apa ini?

Aku teridiam terpaku, sementara aku rasakan tangan Ryeka mencengkram kuat pundakku, seolah meminta pertolongan atas semua yang menimpanya. Tenang Ryeka, aku…ada disini, menemanimu, dan menjagamu.

Tahukah kau apa yang kami temukan itu? sebuh tengkorak manusia yang lengkap dengan rangka badannya. Ironis, jadi inikah sosok Lee Taemin itu? kenapa dia bisa terperangkap di sini? Dan yang terlebih membuatku merasa semua ini sangat miris, saat melihat rangka tangan Lee Taemin mencengkram erat sebuah batang yang menyerupai batang lollypop.

* * *

Ryeka POV :

Mungkin aku masih meragukan apa yang telah terjadi padaku beberapa waktu lalu, dimana aku bertemu sosok anak lelaki manis secara tiba-tiba, dan secara tiba-tiba jua anak lelaki itu menghilang dariku.

Aku tidak pernah menyesal tentang semuanya, tentang dimana aku mengijinkannya untuk memasuki rumahku dan tinggal selama dua minggu di rumahku, atau rumah lamanya. Aku tidak pernah membencinya saat dia membuatku malu di hadapan semua orang, karena kehadirannya. Aku memang sempat takut, tapi saat menyadari bahwa dia datang hanya untuk meminta bantuan, maka yang aku perbuat hanyalah menurut.

* * *

Dia Lee Taemin, anak yang meninggal di usialimabelas tahun, karena perbuatan keji ayahnya sendiri. Ayahnya seorang psycopat, suka berjudi dan menghamburkan uang. Dan hari itu, ayahnya datang untuk meminta uang pada ibu Taemin, tapi ahjumma itu menolak karena tidak memiliki uang lagi. Semua uang sudah dia berikan pada orang itu untuk berjudi, dan ternyata ayah Taemin justru meminta sertifikat rumah. Ibu Taemin bersikukuh untuk tidak menyerahkan sertifikat itu, karena hanya rumah inilah yang satu-satunya harta yang dia miliki. Akhirnrya suaminya sendiri nekat membunuhnya untuk mendapatkan sertifikat itu,

Taemin yang kebetulan sedang berjalan pulang dari Sekolah, melihat dengan mata kepalanya sendiri saat ayah kandungnya itu menghabisi ibunya. Taemin berusaha memberikan perlawanan tapi yang ada dia justru ikut menjadi korban.

Awal mulanya, setelah berhasil membunuh ibu Taemin dan Taemin, ayah Taemin pergi begitu saja. Tapi karena takut ada sesuatu yang membuat dia tercurigai sebagai pelaku, akhirnya dia memutuskan untuk kembali. Mayat istrinya –ibu Taemin- yang sudah tidak berbentuk lagi dia kumpulkan ke dalam karung dan membakarnya, lalu mayat Taemin dia kubur di dalam tembok tersebut, yang kebetulan waktu itu masih dalam proses pembangunan.

* * *

See, Taemin hanya datang padaku untuk meminta bantuan bukan?. Dia hanya ingin di makamkan secara layak, bukan di kubur pada sebuah tembok. dan karena aku bisa melakukannya untuknya, maka dia meminta bantuanku.

Bagaimana aku bisa mengetahui semua itu? aku mengetahuinya dari sebuah mimpi yang beberapa waktu lalu aku dapatkan tentunya setelah mengubur sosok Taemin yang aku temukan di tembok.

Aku tidak tahu dengan jelas, apa yang menyebabkan Taemin pergi begitu saja tanpa sepatah kata. Tapi setelah seminggu dari kejadian itu, aku menemukan deretan kalimat tersusun rapi di belakang fotoku bersama seragam ‘Lee Taemin’

Disana tertulis….

Untuk noona Ryeka :

Maaf atas kelancanganku yang tiba-tiba hadir merusak kehidupanmu, tapi percayalah..aku datang bukan untuk menakutimu atau untuk menyakiti noona,
aku datang karena aku memerlukan noona, aku datang pada noona, karena aku rasa noona sanggup.

Noona, aku memang bukan lagi sama seperti noona, dan terkadang aku merasa menjerit saat menyadari bahwa pertemuan kita sangat terlambat. Kenapa aku justru dipertemukan dengan noona setelah aku sudah tak mungkin untuk meraihmu, karena aku yang sudah mati.

Noona, aku masih sangat mengingat jawaban noona saat aku bertanya ‘apakah salah jika aku jatuh cinta’.
jika noona bilang bukan sebuah kesalahan, tapi bagiku ini adalah sebuah kesalahan besar. Bagaimana mungkin sosok sepertiku jatuh cinta kepada noona, cih..aku terlalu lancang untuk itu. ya aku mencintai noona, aku jatuh cinta pada noona. Tapi aku sadar cintaku hanyalah cinta yang menjelma seperti jembatan putus disaat noona sedang menyeberangi jurang, cintaku..hanya akan membuat noona terluka. Tapi berbeda untukku, cinta untukku adalah cinta yang dapat menolongku dari sesuatu yang buruk. Cintaku adalah noona.

Jika..memang ada sebuah kehidupan yang akan datang, aku berharap aku dapat dipertemukan kembali dengan noona, aku berharap..aku dipertemukan dengan cara yang indah. Aku ingin menikmati cinta seperti mereka yang lain. Aku ingin hidup bahagia, aku ingin hidup tanpa seorang ayah psycopat. Aku ingin hidup seperti itu, hidup penuh cinta lalu meninggal dengan bahagia. Namun, jika kehidupan yang akan datang itu tidak ada…aku tidak apa-apa, setidaknya Tuhan telah berbaik hati memberikanku kesempatan kedua, memberikanku celah waktu untuk menemukanmu.

Noona saranghae,
terakhir, aku minta maaf atas segala yang pernah aku lakukan pada noona, percayalah noona, aku tidak pernah berniat sedikitpuun untuk mengusik kehidupan noona.
Noona saranghae..jeongmal !!

’Lee Taemin’

* * *

———–END——

 

Interest read another fanfic? visit Fanfiction Library

Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

35 thoughts on “SHINee Fanfic Mysteri // Secret Of The House Part 4

  1. huwaaa!!! ceritanya keren and serem….
    kasian taemin. masak dikubur di tembok!!! papanya jahat bgt!! T_T

    Suka

  2. Ah IYA!! *teriak histeris* ini ceritanya diambil dari beberapa kisah horor ya? seperti yang mata merah itu Ju-On, terus yang dikubur tapi dalam tembok itu aku tahu ceritanya…. tapi lupa judulnya *pukul kepala sendiri* baca cerita ini buat aku inget cerita serem itu lagi…. hiii~

    Suka

  3. Keren!! ^^
    Ga nyangka kalo ada bapak yang tega kaya gitu.. udah nge-nyengsarain keluarga, ngebunuh lagi! ckckck..
    Tapi bener-bener DAEBAK!! b(^^)d

    Suka

  4. daebak daebak daebak! ceritanya bkin tegang dari awal sampe akhir! feel nya dapat banget d^^b
    sukses terus buat eonni! ^^b
    oya, ini beneran kisah nyata eon?

    Suka

    • iya bener, tapi sedikit aku ubah. kalau dikisah nyata, yang ngalamin suami istri, dan anak yang dikubur di dinding, dijadikan anak angkat mereka. trus posisi Jinki diisi sama teman dari suami istri tersebu.
      wah… gumawo ya udah mau baca ^^

      Suka

  5. Ff ny keren abiss,,,
    feel ny dpt, sad ny dpt, and yg pling utama mistery ny dapet banget…

    Suka

  6. Nyesek pz bagian suratnya taemin. Daebakk thor

    Suka

  7. Mayat disimpen dalem tembok…???
    Hayya’alasholaaah….
    Jangan buat eonni takut tidur ngadep tembok, saeng…
    *peyuk Jinki oppa…

    demi cicak yang masih ngerayap di tembok…
    Ni FF bagus, saeng…
    ada dua part yang eonni anggep paling dapet
    feel horornyaa… Part 2 dan part 3…
    Tapi bukan berarti part 4 gak horor….
    Eon cuma ngerasa klimaknya kurang begitu dapet
    di part terakhir ini…
    Momen Rye Ka mulai sadar apa yang sebenernya
    terjadi memang ngena banget….
    Tapi pas bagian Jinki oppa muncul…,
    Eon ngerasa gak terlalu horor…
    *dijitak Jinki…
    “Kan emang bukan aku hantunya, ngapain
    mesti kerasa horornya pas aku muncul…???”

    Bukan begitu, oppa…. Maksudnya…
    Ada kan, pas kita sadar kita mau nolong
    orang yang diganggu atau dideketin
    ‘yang begituan’, kita tuh ngerasa merinding gimana…
    Karena biasanya ‘yang begonoan’ kan
    merasa terusik kalo keberadaan atau kenyamanan
    mereka diganggu… Ya, misalnya sekarang Taemin
    yang terusik karena misinya untuk rye Ka terganggu
    oleh Jinki oppa….
    *dilempar lollipo oleh Taemin..
    “Tapi aku gak ada maksud buat ganggu, noona,,,
    aku cuma mau minta tolooongg…”

    Salah lagi…. udah deh, eonni pamit aja dulu…
    Mau tabur bunga di makam eomma Taemin…

    Annyong….
    *gandeng JInki oppa…
    eh, ternyata…. sosok jubah hitam…
    hayya’alasholaaah….*pingsan…

    Tapi mungki

    Suka

  8. Keren thor ^^

    Suka

  9. hwaaaa,,,, sedih sad ending kah happy ending nich,, kayak nya sad ending q aja matanya dah berkaca kaca baca suray nya taemin,, oh ya trus itu jinki ndk jadi ngungkapin perasaannya kah ?? tapi over all kerennnnn 😀

    Suka

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s