Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

Fanfiction Romance SHINee // 5 Minute Again Part-2 | END

47 Komentar

5minutesagain

  • Title :  ~5 minute again~
  • Author : Rasyifa ( https://rarastory.wordpress.com )
  • Main Cast :
    – Kau as Kim ____.
    – Kim Jonghyun
  • Support Cast :
    – Lee Jinki
    – Rara Putriey
    – Park Jiyeon
  • Genre : Life, Romance.
  • Length : TwoShoot

Previous Part

~5 minute again~

2012_Rasyifa_Storyline

“Gwenchana, ____-ah. Jika memang itu keputusanmu…” terdiam sejenak, kemudian mengambil nafas perlahan.

“Aku akan menceraikanmu ____,” ucap Jonghyun lantang lalu tanpa mengucapkan apa-apa lagi. Dia berlalu pergi meninggalkanmu. Ada perasaan aneh yang muncul di hatimu saat mendengar ucapan Jonghyun tadi, seperti ada sesuatu yang dicabut secara paksa dalam dirimu, dan mengakibatkan sesakmu terasa bertambah. Mungkinkah ini perasaan lega?

Lega karena akhirnya kau bisa terlepas dari belenggu lelaki itu.

* * *

Kau membuka matamu perlahan, mengamati jarum jam lalu tersenyum tipis karena menyadari bahwa ini terlalu dini untuk bangun.

‘Lima menit lagi’ batinmu, sambil mencoba terlelap kembali.

* * *

Kau terbangun saat merasakan sesuatu yang hangat mengenai kakimu, mengerjap beberapa saat setelah sadar bahwa sesuatu yang hangat hanyalah sinar mentari yang menerobos nakal dari balik kaca jendelamu.

“Hwaa.. aku terlambat!” pekikmu ketika melihat jam dinding yang menunjukkan pukul sembilan tepat, padahal jam kantor dimulai pukul delapan. Bagaimana ini?

* * *

Kau menuruni tangga rumahmu dengan tergesak. Tanganmu nampak sibuk membenarkan setelan seragam kantormu.

“Jonghyun..kenapa kau tidak membangunkanku!” dumelmu tanpa menyadari apa yang telah terjadi.

Sepertinya kau lupa satu hal.

Sepertinya kau akan seperti ini waktu yang sangat panjang. Dan apa kau mulai menyadarinya?

* * *

Kau menatap Jonghyun saat di adakan rapat redaksi, dia sama sekali tidak menatapmu. Jangankan menatap..dia bahkan seperti tidak melihatmu. Padahal kau berada tepat di hadapannya.

“Nona ____-ssi,” kau terkesiap saat mendengar seseorang menyebut namamu. Jonghyun..dialah yang menyebut namamu, tapi kenapa dengan embel-embel –ssi? Bukankah terlalu formal?

Ne..?”

“Sebagai seorang wakil presiden direktur, Aku ingin memperingatkanmu. Seharusnya kamu bisa menunjukkan kualitas  kerja yang baik. Diantaranya menunjukkan sikap disiplin tepat waktu. Dan Aku sagat berharap di kemudian hari, kamu tidak akan mengulangi kesalahan kamu lagi dilain waktu. Cobalah untuk tidak terlambat lagi, sepenuhnya..terimakasih atas kerja samanya!” Jonghyun berlalu meninggalkanmu, yang berdiri bagaikan patung setelah mendengar ucapannya.

Apa itu benar-benar Kim Jonghyun?

* * *

Kau menatap sebuah amplop cokelat di hadapanmu, lalu membukanya.

‘surat gugatan perceraian atas nama Kim Jonghyun dan Park ____’

Tiba-tiba sesak saat membaca deretan kalimat di surat itu, dan hanya dengan membubuhkan sebuah tanda tangan lagi di bawahnya. Maka kedua nama itu akan benar-benar berpisah.

Apa benar ini yang kau inginkan?

Apa setelah bebas darinya, kau pasti akan bahagai?

* * *

Kau duduk di kursi kerjamu sambil memandang kosong ke depan. Sudah satu jam lebih, tapi kau tidak juga membubuhkan tanda tanganmu di atas kertas itu. Kau merasa bahwa ada sesuatu yang menghalangimu.

‘Lima menit lagi, aku akan mengambil keputusan,’ ucapmu sambil melepaskan pulpen yang kau genggam sedari tadi. Dan tiba-tiba sekelebat pertanyaan muncul di otakmu.

‘ Benarkah Kim Jonghyun membosankan?’

Kau teringat bayangan dimana Jonghyun selalu menggodamu, memberikan sesuatu yang mungkin akan membuat gadis lain berwajah semu mendengarnya, tapi tidak berlaku untukmu, karena bagimu godaan itu hanyalah sesuatu yang membuatmu muak.

Tapi nyatanya setelah seminggu sosok yang sering menggodamu tidak bersama denganmu lagi di rumah itu, kau merasakan kerinduan.. dan tidak dipungkiri kau juga merindukan sang lelaki penggoda itu. Lantas, bukankah berarti Kim Jonghyun bukanlah orang yang membosankan, tapi  justru kau lah yang membosankan.

‘Benarkah Kim Jonghyun tidak menghargaimu?’

Kau tahu disaat kau lelah dan meminta untuk beristirahat lebih lama lagi pada saat pagimu. Jonghyun hanya menurut padamu, dengan sabar dia menunggu janjimu.

‘lima menit lagi’. Meski pada akhirnya kau membuat dia menunggu lebih lama lagi. Lalu apakah ini bukti dari sebuah pernyataan bahwa dia tidak menghargaimu? Gadis bodoh.. tentu jawabannya bukan. Dia bahkan terlalu menghargaimu.

‘Lalu apa benarKim Jonghyun menganggapmu seperti boneka?’

Tertawalah sebelum kau menangis, saat menyadari bahwa kau-lah yang memperlakukannya seperti boneka. Tak pernahkah kau mengingat betapa ‘baik’nya sikapmu memperkenalkannya sebagai teman pada Jiyeon, sementara dia justru membanggakanmu di hadapan temannya. Dimana letak permainan boneka yang dilakukan Jonghyun padamu ____-ah.

‘Dan terakhir, benarkah Jonghyun selalu menyuruhmu bekerja?’

Mesin waktu, atau pil penambah daya ingat. Ku rasa kau membutuhkannya. Jonghyun –suamimu itu- tidak pernah memaksamu untuk bekerja. Dia selalu berusaha menunjukkan sisi terbaik sebagai seorang suami, tapi disaat itu kau terlalu buta untuk melihatnya.

* * *

Berlari kencang ke sebuah ruangan, dimana kau berharap dapat menemukan sosok suamimu.  Membuka pintunya tergesak, lalu menutupnya dengan kencang. Tak mempedulikan anggapan orang lain yang sedang memperhatikan tingkahmu.

Tidak ada orang yang kau cari disana, hanya ada sebuah kursi kosong yang ditinggal si pemilik entah kemana.

Berjalan gontai menuju kursi itu, lalu menemukan sebuah buku jurnal kecil tergeletak di lantai.

‘ Minggu ’
12 Februari 2012..

Gadis bernama Park ____ itu menjadi istriku sekarang, meski aku tidak mencintainya. Ahni~ maksudku..meski aku belum mencintainya, tapi dia telah berhasil membuatku  menyukainya saat pertama kali berjumpa. Aku harap wanita ini dapat menjadi istri yang baik dan juga dapat menjadi ibu bagi anak-anakku kelak.
Park____, aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu.

with love

Kim Jonghyun.

‘Tes’

Satu tetes airmata jatuh begitu saja, saat menemukan tulisan tangan Jonghyun berderet rapi menghias lembar pertama buku jurnal itu. Lembar selanjutnya hanyalah lembar dimana terdapat berbagai macam fotomu dengan segala macam aktivitasmu yang membuat kau terlihat sibuk.

‘Lihat ini istriku, cantik ya ^_^
tapi..sekarang dia sedang sibuk mengerjakan proposal perusahaan, padahal suaminya sedang kelaparan. Istriku… berikan aku makan, suamimu sedang kelaparan !! kekek😀 ‘

‘tes..tes..tes’

Tetes demi tetes airmata membasahi lembaran kertas putih jurnal milik suamimu. Sesak..perih saat menyadari bahwa kaulah yang tak pernah menghargai suamimu. Kau  tidak pernah menjadi istri yang baik untuknya, dalam usia pernikahanmu yang masih tiga bulan, selama itu juga kau tak pernah membiarkan suamimu menikmati masakan hasil olahanmu. Kau terlalu sibuk, mungkin itulah alasannya.

‘Istriku..kau sangat manis, aku selalu tak tega untuk membangunkanmu disaat kau masih terlalu pulas untuk tidur, aku akan selalu ingat kau akan mengucapkan ‘lima menit lagi’ jika aku memaksamu bangun. Hemm..sekarang, aku punya panggilan sayang untukmu.. gadis ‘lima menit lagi’, kedengarannya sangat manis. Aigoo!”

Kau terus membaca lembar demi lembar jurnal itu, dan sampailah kau pada lembar terakhir.

Kim Jonghyun pabo!! Kau telah menyakiti hati seorang gadis sebaik istrimu. Kau benar-benar lelaki pengecut yang pernah hidup di dunia ini. Kau ingat, ketika dia bilang kau telah memperlakukannya seperti boneka, tidak pernah menghargainya, dan membosankan untuknya. Dan bodohnya lagi, kau merasa sakit setelah mendengar ucapannya.

 

Kim Jonghyun..itu tak pantas, yang telah tersakiti adalah istrimu..bukan kamu. Jika kamu tak ingin menyakitinya, seharusnya kau tidak melakukan hal yang membuat dia menjauhimu. Karena kau tahu bahwa kau telah jatuh cinta padanya.

 

Park ____, aku pikir hubungan kita bisa berakhir hingga kita bertemu Tuhan, seperti saat kita memulainya dengan sebuah janji pada Tuhan. Tapi maafkan aku yang benar-benar jahat ini, aku merasa menjadi lelaki paling brengsek di dunia ini. Ternyata selama ini aku telah membuatmu menderita hidup bersamaku. Tidak akan ku sesali waktu yang terlewat bersamamu, tapi aku akan selalu menyesali tingkahku yang telah menyakitimu.

 

Maaf, maaf, maaf. Aku sungguh minta maaf jika selama ini aku sudah keterlaluan padamu. Andai perpisahan ini dapat membuatmu merasa bahagia dan dapat menghilangkan sejenak lukamu karena ulahku, aku bersedia memenuhinya. Meski dengan begini..berarti secara terang-terangan aku mengoyak kulit hatiku sendiri lalu menaburinya dengan air cuka.

 

Tidak bisa menghitung, berapa banyak tetes airmata jatuh dari matamu. Jonghyun..kenapa kau menyalahkan dirimu sendiri, padahal sudah jelas bahwa akulah yang salah, bicara batinmu.

Kau mengambil selfonmu, berniat menghubungi Jonghyun, tapi tiba-tiba disaat yang sama kau mendapati telpon dari Jonghyun, dengan tergesak-gesak kau mengangkatnya.

“Jonghyun!” teriakmu tanpa sadar setelah telpon itu kau angkat.

“Maaf, apakah ini benar dengan noona Kim ____?” bukan suara Jonghyun, melainkan suara wanita. Tapi siapa wanita ini? Apakah calon istri baru Jonghyun?.

“Nde, saya Kim ____, Ada apa?” jawabmu ragu saat mengucapkan namamu dengan marga Kim, yang kau peroleh dari pernikahanmu bersama Jonghyun.

“Saya dari pihak rumah sakit, tuan Kim Jonghyun mengalami kecelakaan mobil jam 12 siang tadi, sekarang beliau sedang mendapatkan tindakan.” Jantungmu seketika terasa hampa, seolah-olah tidak ada lagi pasokan darah yang masuk dalam biliknya. Apakah ini akhir hidupmu? Jangan..tidak boleh seperti ini.

* * *

Kau berlari menuju sebuah ruangan yang diberitahukan seorang perawat padamu. Tiba-tiba langkahmu menjadi gontai saat memasuki sebuah ruangan yang terdiri dari lima tempat tidur, dengan sekat kain biru panjang sebagai pemisah masing-masing ranjang. Tiga buah ranjang berada disisi kananmu dan dua buahnya berada disisi kirimu.

‘tempat tidur nomor dua, disanalah Tuan Kim Jonghyun’ kata-kata perawat yang kau temui di loby rumah sakit, seolah menjadi panduanmu untuk melangkahkan kaki menuju tempat tidur nomor dua di sebelah kananmu.

Matilah kau sekarang, semua asa dan keluhmu terlambat untuk diputus saat ini. Karena sosok yang kau temui kini telah tertutupi kain putih pada sekujur tubuhnya. Kepalamu berdenyut, jantungmu menendang dari dalam –seolah meminta keluar saat ini-, belum lagi nafasmu yang terasa terhambat di saluran trakheamu.

“Kim Jonghyun,” lirih saat mengucapkan nama itu.

“Kim Jonghyun, bangun. Ini tidak lucu. Ya, Kenapa kau justru tertidur di saat seperti ini? Aku ingin memberitahukanmu, bahwa aku tak mau kau ceraikan. Aku jatuh cinta padamu. Aku benar-benar jatuh cinta padamu. Ku bilang bangun, kau bilang kau tak ingin menyakitiku, seharusnya kau bangun kalau begitu.” kau meronta sambil menangis histeris, untung ruangan ini tidak ada oranglain selain dirimu.

“Tidak bisakah lima menit lagi? Lima menit saja. Beri aku kesempatan menjadi istrimu yang benar-benar mencintaimu!” isakmu dengan pandangan nanar.

“Apakah kau benar-benar membenciku, bahkan kau tidak memberikanku lima menit untuk ini!” Kau mulai putus asa, tubuhmu jatuh. duduk lemah diatas lantai.

“Kenapa harus lima menit?” kau tersentak, saat mendengar suara orang yang tak asing bagimu. Kau menolehkan kepalamu mencari sumber dari suara itu.

‘Mayat Kim Jonghyunkah yang sedang bicara itu?’

“Aku ingin kau menjadi istri yang benar-benar mencintaiku lebih dari lima menit!” kau menoleh ke arah kiri, dan mendapatkan sosok lelaki yang kau cintai berdiri di hadapanmu, dia berdiri dengan kaki yang di gips. Kau berhambur memeluknya, saat mengetahui sosok orang yang kau cintai belum mati.

“Kau tidak mati?” ucapmu dalam pelukannya.

“Kau berharap aku mati?” kau mencubit perut kekar itu setelah mendengar jawabannya. Membuat sosok lelaki itu terlonjak sedikit kebelakang.

“Andwe..aku tidak ingin kau mati. Kau tidak boleh mati.” kau beringsut lebih dalam, menghirup aroma khas tubuh suamimu yang tak pernah kau rasakan sebelumnya. Hangat, harum, perfect.

“Aku mencintaimu!” tanpa ragu, dengan kayakinan yang penuh kau mengucapkannya.

“Hemm, aku tahu!!”

“Bagaimana denganmu?” masih tak melepaskan pelukan kau bertanya dalam dekapannya, kau terlalu enggan untuk melepaskan pelukan ini.

“Akan ku jawab lima menit lagi,” kau merenggut dan kembali mencubit perut kekar suamimu.

Ya, sakit!” ujarnya sambil mempererat pelukannya padamu.

“Aku juga mencintaimu, Park ____,”  lanjutnya saat pelukan kalian semkin erat.

Wah..terasa melayang, dengan desiran darah kembali memenuhi setiap bilik jantungmu. Lega, setelah mendengar pernyataan ini.

“Ngomong-ngomong, siapa yang barusan kau tangisi sebagai Kim onghyun ini?”

Kau terdiam.

Astaga!! Kau baru ingat bahwa tadi kau menangis histris di hadapan mayat yang tidak kau ketahui siapa. Hey, ini karena lelaki bernama Kim Jonghyun.

Kau mendelik padanya. Dan Jonghyun menelan air liurnya saat melihat tatapanmu yang..mengerikan.

“Arraso,arraso.. tak usah dipermasalahkan. Yang penting kau mencintaiku.” Dan sepertinya dia paham, apa yang ada di pikiranmu.

Kau tersenyum puas,

Cup~

Dan memeberikan kecupan singkat untuk mempermanis cerita ini.

* THE END *

  • Waktu dan cinta adalah sesuatu yang sangat berharga. Waktu dan cinta memiliki sebuah persamaan, yaitu sama-sama tak  bisa menunggumu, meskipun hanya ‘lima menit’. Oleh sebab itu hargailah waktu dan orang yang mencintaimu, karena saat kau kehilangannya kau tidak pernah bisa mengulang waktu dan cintai itu bersamaan, meski kau hanya meminta untuk waktu ‘lima menit’- (Rasyifa)

Interest read another fanfic? visit Fanfiction Library

 

Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

47 thoughts on “Fanfiction Romance SHINee // 5 Minute Again Part-2 | END

  1. yeyy happy ending… mudah mudahan nanti punya suami kayak jjong.. LOL😀

    Suka

  2. Keren *.*

    Suka

  3. Hiiksss….

    sumpahh terharuu bangeeet.. hatiku jadi berdesir paa baca ff ini..apalagi pas baca diary nya jonghyun yang miriisss ㅠㅠ__ㅠㅠ

    baguss bagt ff nya sukses bkin nangis tengah mlm

    Suka

  4. Nggak ngebayangin Jonghyun muka security hati hello kitty huaaahaha //plakk. Tapi aku netesin air mata juga bacanya hihi ‘—-‘)a Baguss kaaak.

    Suka

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s