Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

Onew Fanfiction Sad // Man

36 Komentar

Title : MAN

 

  • Author : Rasyifa
  • Genre : Fanfiction, Sad
  • Length : OneShot
  • Main Cast :
    . Onew SHINee
  • Another Cast :
    . SHINee Member
  • A.N :   FF freak + jadul.Typo numpuk.

This Story posted by : rarastory.wordpress.com

 

____________________________________________________

Copyright ©Rasyifa_2011

••

‘Lelaki sejati adalah lelaki yang berani menepati janjinya.’

Empat pasang mata manusia itu telah sembab dengan air mata yang terasa panas menuruni pipi mereka.

Tepat di depan mereka kini ada sebuah gundukan tanah merah yang terlihat masih segar.

‘Seorang lelaki dikatakan sejati jika ia mampu membuat orang lain merasa bahagia akan kehadirannya.’

Langit senja saat ini  terlihat sangat pucat. Matahari bersembunyi, yang muncul justru awan-awan hitam. Dan satu persatu rintik air berjatuhan dari langit.

 

Nanar.. ketika menyadari ada sosok yang hilang di antara mereka.

 

Sosok malaikat yang memiliki sepasang sayap tak terlihat di punggungnya.

‘Menangis memang bukan gaya dari seorang lelaki, tapi hanya dengan menangislah lelaki itu akan semakin kuat.’

Tidak ada senyum manis itu lagi, tidak ada suara merdu yang mendayun di tengah mereka.

Tak ada lagi keributan saat melihat tingkah konyolnya.

Karena sosok itu telah kembali ke sisi  Tuhan.

‘Bagiku lelaki sejati adalah lelaki yang mampu menyembunyikan kesedihannya dengan tawa.’

* * * flashback* * *

Dengan mulut yang penuh dengan darah, Onew –sang lelaki sejati– itu tetap berusaha berdiri kukuh di ruang khusus dimana biasanya mereka berlima latihan. Dia berdiri dengan sepasang kaki yang bergetar hebat, matanya yang biasanya memancarkan keceriaan berubah darastis menjadi pancaran yang penuh keprihatinan.

Belum cukup rasanya melihat keadaannya yang terlihat ‘sakit’ itu mencoba tegar, kini darah dari hidungnya juga ikut mengalir, membentuk sungai kecil di bawah lubang hidungnya.

Dia masih berdiri dengan kaki yang semakin gemetar. Kedua pergelangan tangannya kini dia rentangkan –mencoba membuat keseimbangan– saat kakinya tak mampu lagi membopong tubuhnya.

‘Bukkghh..’ badan lelaki itu terjatuh keras ke lantai .

‘‘Aku tak dapat merasakan kakiku..!’’ lelaki itu berucap dengan suara pelan yang parau hampir sama sekali tak terdengar oleh telinga.

‘Jika suatu saat kakiku tak lagi dapat membawa tubuhku berjalan untuk menari di hadapan kalian, mungkin aku akan menari dengan tubuhku yang terduduk .. jika suatu hari jemariku tak dapat menyentuh tuts-tuts piano lagi.. mungkin, aku akan meniupkan suling di depan kalian……aku memang tidak selamanya bisa menjadi bintang untuk kalian, karena aku tahu cinta kalian kepadaku tidak sedalam apa yang kalian ucapkan padaku… tapi percayalah cintaku tidak sedangkal yang kalian pikirkan’

*

*

  *

“Akhir-akhir ini kau semakin sering terjatuh Jinki… sebenarnya apa yang terjadi pada  tubuhmu itu?”

Onew hanya tersenyum sekilas menanggapi pertanyaan managernya, ia tak tahu bagaimana cara menjawabnya karena dia juga sama sekali tak tahu apa jawabannya.

“Haaaah.. kau ini. Lain kali usahakan jangan sampai kau terjatuh lagi, bisa-bisa nanti kau dikatakan leader amatiran. Ingat kau ini seorang leader dan paling tua di Shinee… jangan membuat malu statusmu itu sendiri.” Onew mengangguk dan kembali tersenyum ke arah managernya.

Sosok lelaki ini memang selalu menunjukan senyumnya kepada siapapun, senyum gigi kelinci yang ramah penuh dengan aroma kedamaian. Membuat semua orang akan tenang jika berada di sampingnya.

*

*

*

Onew terdiam lagi saat melihat darah segar kembali keluar dari hidungnya.

Matanya memandang nanar darah yang tersapu di tangannya.

‘Aku harus tersenyum karena aku tahu kalian membenci lelaki lemah yang hanya bisa menangis, aku harus tersenyum karena kalian bilang padaku aku terlihat tampan dan mempesona saat wajahku tersenyum, aku harus tersenyum karena ku dengar senyumku adalah senyum kalian, dan tangisku adalah tangis kalian..dan aku tak mau kalian menangis. Karena bagiku, lelaki sejati tidak akan membuat orang yang dicintainya menangis.’

Onew membersihkan darah yang menempel pada telapak tangan dan hidungnya menggunakan air dari keran. Dia kini sedang tersenyum dengan garis bibir pucat, matanya tak pernah lepas memandang lekat ke arah cermin dimana bayangannya terpantul.

*

*

*

Kali ini lelaki bernama Onew itu sedang tersenyum miris membaca setiap pesan yang dikirimkan secara khusus padanya. Dan sesekali jemarinya bermain di atas laptop kesayangannya berniat untuk membalas pesan-pesan itu, meski ia tau tak semuanya dapat ia balas.

‘‘CINTA”

Kenapa satu kata itu tak pernah ketinggalan kalian cantumkan.. apa kalian benar-benar mencintaiku sedalam itu? andai aku bisa menghampiri kalian satu-satu… aku ingin merangkul kalian dan mengucapkan terimakasih kepada kalian, karena dengan adanya kalian aku merasa hidupku berharga.. sangat berharga.

*

*

*

 

Aku cinta kamu.

Aku ingin bertanya pada kalian, seriuskah kalian mengatakan kata-kata itu padaku? Sungguhkah kalian mencintaiku? Dan dari mana rasa itu muncul? bagaimana aku tiba-tiba bisa membuat kalian jatuh cinta padaku? Apakah ini sebuah sihir atau kalian membohongiku? Sungguh, meskipun kalian berbohong aku tetep ingin berterimakasih, setidaknya sekarang aku tahu bagaimana rasanya ketika ada orang yang mengatakan cintanya padaku.

Dan tahukah kalian? aku pun mencintai kalian, dan jangan  pernah anggap ini hanya sebatas kata-kata manis yang sudah ku rencanakan untuk mendapatkan simpati kalian… Ini benar-benar kenyataan! aku mencintai kalian, kalian yang membuatku bersinar dan kalian yang aku sinari’

*

*

*

musim panas..

Siang yang terik. Bahkan debu-debu terlihat berterbangan di udara.

Hyung… kita istirahat dulu ya?” ucap Taemin, yang termuda dari mereka itu pada Onew. Onew terdiam sesaat, dia tahu sebenarnya belum saatnya untuk mereka beristirahat karena jika mereka beristirahat, scedule mereka akan semakin menumpuk. Tapi melihat wajah taemin yang nampak sangat kelelahan dia merasa iba dan tak tega.

“Baiklah~ istirahatlah dulu Taemin,” ucap Onew lembut. Key menatap onew tak percaya, dia juga tahu benar apa yang akan terjadi jika mereka beristirahat meski hanya sebentar. Selain scedule yang semakin menumpuk, managerpun akan mengamuk habis-habisan. Onew yang menyadari tatapan key hanya tersenyum datar.

“Biar saja dia (manager) marah, lagipula itukan bisa menjadi olahraga baginya.” key yang mendengar jawaban Onew tiba-tiba memasang muka kecut.

 

Itu sama sekali tidak lucu!

‘Bukan… bukan karena aku ingin munafik lalu mengaku menjadi jelmaan manusia dengan hati malaikat, tapi aku memang bukan malaikat…

Dan aku sama sekali bukan pria baik, aku selalu membuat orang-orang di sekitarku kecewa dengan tingkahku… aku tahu aku ini tolol, aku tahu apa yang ku lakukan ini tidak lucu sama sekali. Tapi setidaknya aku ingin berusaha membuat kalian mengingatku secara lekat, Mengingatku dengan subuah memory yang indah’

 

*

*

*

“Maaf, aku sedang ngantuk aku tidur dulu ya! kalian saja yang membereskan ini.” Onew berlalu memasuki kamarnya dan tak lupa menutup pintunya, dia meninggalkan Key, Minho, Jonghyun dan Taemin yang sedang sibuk mengangkat beberapa paket besar yang dikirimkan untuk mereka. Minho dan Jonghyun menatap sebal ke arah Onew yang tak mempedulikan mereka.

“Dia pikir mentang-mentang dia leader dia tak perlu ikut campur mengangkat barang-barang ini, ciih!” kesal Jong sambil menendang sebuah kardus besar di hadapannya. Sementara Minho , Key dan Taemin sama sekali tak mempedulikan ucapan Jong, mereka masih asyik mengangkat dan memilah beberapa paket yang dikirimkan fans-fans mereka .

Onew yang  bersandar pada pintu yang tertutup dengan tubuh yang semakin merosot, kedua pundaknya naik turun menyeimbangi isak yang telah  ditahannya. Dia mendengar apa yang diucapkan Jong tentangnya, dan itu semakin terasa sakit saja. Onew tak peduli lagi tentang darah yang lagi-lagi keluar melalui lubang hidungnya.

‘Ku mohon kali ini biarkan aku menangis, biarkan saja~ jangan halangi ataupun menghentikanku… karena aku sudah tak kuat lagi, tak kuat jika menyandang ini sendiri. Tuhan … ku mohon jangan memurkaiku dengan apa yang aku rasakan. Aku tahu , apa yang aku dapatkan dari hidupku ini adalah titipan, tapi aku tak ingin munafik… aku mencintai hidupku, aku menikmati hidupku, aku belum mau mati Tuhan… Aku masih ingin menari, bernyanyi bersama mereka, aku masih ingin menjadi anak yang berbakti kepada orang tuaku dan aku masih ingin bersinar untuk mereka…’

*

*

*

Onew tersenyum sambil menatap satu persatu wajah semua orang yang memandangnya dari tempat duduk mereka masing-masing. Membuat orang-orang itu menjerit histeris.

“ONEW OPPA…SELAMAT ULANG TAHUN!”

“OPPA! KAU SANGAT TAMPAN!”

“OPPA, SUAMIKU! KYA! KAU BERTAMBAH TUA!“

Onew tak henti hentinya tersenyum ramah setelah mendengar jeritan mereka yang sedang mengucapkan ulang tahunnya yang ke 22 tahun itu, meski lagi-lagi sekarang dia merasa sakit.

‘Aku ingin bisa mengenali dan menghafal wajah kalian yang mencintaiku itu satu persatu, aku ingin memuji betapa cantiknya dan tampannya kalian yang mengagumiku, akupun ingin mengakui kalian semua adalah kekasihku , seperti apa yang sudah kalian lakukan padaku. Tapi aku tahu itu tak munkin, maka yang aku bisa hanya dengan senyum ini. Hanya dengan senyum tulusku, aku harap kalian bisa menafsirkan semua itu… aku sangat mencintai kalian, kata-kata singkat itu benar-benar membuat hatiku nyaman’

Onew mengambil mic dengan lengannya yang sebenarnya sedang bergetar hebat, bukan… bukan karena dia gugup, tapi karena dia sedang sakit dan sebentar lagi akan mati.

Setidaknya itu adalah hasil diagnosa seorang dokter ahli yang menanganinya.

“Hahahhah…. aku..” onew mencoba tertawa diantara kegelisahannya, sekarang lelaki itu kini sedang menahan pusing yang luar biasa pada kepalanya, dia merasakan ada sebuah aliran yang akan keluar dibalik lubang hidungnya, telinganya pun berdengung.

‘Aku tak ingin mati saat ini, Tuhan… aku tak ingin mati di hadapan mereka, aku benar-benar tak mau……. aku tak mau….. ku mohon Tuhan jangan lakukan itu sekarang padaku.’

Semua orang ikut memandangnya gugup .

‘Ada apa dengan Onew?’

 

“Hwahahah…. aku benar-benar gugup,” ucap onew lagi, dan dia berbohong.

Onew pun akhirnya menarik nafas dalam.

“Tidak apa-apa oppa, tak perlu gugup. Kami mendukungmu!” teriak seorang gadis yang berada di antara ratusan orang itu. Onew menatapnya sekilas membuat gadis itu salah tingkah.

“Hemm… ya, terimakasih. Baiklah kalau begitu aku ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian semua, karena kalian telah memberikanku kebahagiaan yang luar biasa. Munkin lebih dari 3 tahun yang lalu, disaat ulang tahunku hanya sedikit orang yang mengucapkannya karena aku memang bukan siapa-siapa. Tapi kini aku sangat bahagia karena hampir seluruh orang di dunia mengucapkannya padaku…hahahhahahhahhahahahhahhahahahhahahahhahah”

-krik..krik..krikk…krikk-

 

“Hhhee..”

*

*

*

Onew meremas seprai tempat tidurnya yang sudah dipenuhi cairan merah yang berasal dari hidung dan mulutnya. Urat-urat leher dan tangannya terlihat mengencang, tegang. Kondisi lelaki itu sedang tidak baik.

Mati itu menakutkan untukku… karena setelah mati, munkin aku tak bisa menari dan menyanyi lagi. Setelah mati … kalian akan menangis lalu melupakan aku dalam sekejap. Dan tinggallah aku sendirian yang membusuk diantara tumpukan tumpukan humus. Mati itu sebuah sihir yang aku takut akan menyerangku …. karena seperti yang kalian tahu setelah mati semua yang akan kita punya akan  direnggut secara paksa. Tapi meskipun takut mati, bukan berarti aku juga ingin abadi. Aku hanya saja takut mati. Dan aku belum siap untuk mati sekarang.

*

*

*

Kali ini personil SHINee sedang duduk di ruang tunggu mereka, sebentar lagi mereka akan mengisi sebuah acara musik.

“Hssst…hsssttt…hssssttt… ada sesuatu yang mengganggu indra penciumanku,” ucap Key yang dari tadi mengendus – endus udara di sekitarnya dengan hidungnya.

Jong yang berada di samping Key pun ikut mengendus dengan hidung dinonya.

“Ya… akupun,” angguk Jong yang setuju dengan ucapan key.

“Dan ini seperti bau ………’’ Jong tertahan dengan Taemin yang tiba-tiba berteriak.

“PESING!”

“Ne… pesing,” gumam Jong yang kali ini lagi-lagi menyetujui ucapan orang lain. Sementara Taemin mengedarkan pandangannya, mencari sesuatu yang mungkin menjadi sumber bau pesing itu.

Dan mata lelaki itu terbelalak.

“Onew hyung…. kau ngompol ya? kenapa celana mu basah! ih…. key hyung, onew hyung jorok.” Seru Taemin yang melihat celana Onew basah.

Onew yang mendengar ucapan taemin itu  segera melihat ke arah celananya, mata sipitnyapun terbelalak dalam seketika karena apa yang di ucapkan Taemin  betul. Celananya basah, apa dia mengompol? Tapi kenapa Onew tak merasakannya?

Dengan tergesa-gesa onew bangkit dan berlari mencari toilet terdekat, tak dihiraukannya tatapan bingung para personil SHINee yang lain. Yang dipikirkannya saat ini hanya satu.

‘apa yang sedang terjadi padanya’.

*

*

* 

‘menjijikan… kini aku mulai berubah, aku bukan seorang lelaki yang tangguh lagi, bahkan aku seperti anak anak yang mengompol di celana, dan aku seperti seorang manula yang tubuhnya selalu bergetar…. kenapa aku harus begini? apa salahku, Tuhan.

Jika benar kau ingin menjemputku … maka jemputlah aku , dan tak perlu menyiksaku…

Apa yang akan mereka katakan melihatku begini? aku seperti sebuah lelucon yang menyedihkan’

*

*

*

Malam ini … di ruangan tempat seorang lelaki itu sedang tidur pulas.

Tidak ada lagi jeritan seperti malam-malam sebelumnya.

Malam ini begitu tenang dan penuh kehikmatan, yang terdengar hanya suara angin yang lembut. Begitupula dengan erangan – erangan yang biasanya terdengar menahan sakit, kini tergantikan dengan nyanyian jangkrik yang sedang berdoa meminta hujan.

Sinar bulan yang terang semakin membuat wajah yang sedang tertidur itu nampak bercahaya, nafasnya yang berirama pelan benar-benar tak menunjukan bahwa ia sebentar lagi akan mati.

* * *flashback off* * *

Dia mati di malam itu, dia pergi bersama lembutnya suara angin, dia lenyap bersama doa yang di panjatkan jangkrik jangkrik.

Nafas pelannya yang syahdu hilang begitu saja, Dan semua itu membuat ke empat pria lain tak percaya. Tak percaya bahwa salah satu diantara mereka sudah mati, meninggalkan kehidupan yang begitu indah, meninggalkan jasad yang berbentuk sempurna itu.

Onew… dia lah laki laki sejati yang mampu menahan sedihnya dengan tawa.

*

*

*

Dear : dunia yang bersinar (SHINee World)

AKU INI MENCINTAI KALIAN! dan ku mohon jangan lupakan sosok pria pemakan ayam ini jika dia sudah pergi.

Aku tahu , banyak lelaki yang jauh lebih tampan dariku… tapi bisakah aku memohon kalian jangan pernah melupakan wajahku ini?

Aku jatuh cinta pada kalian, dan tak ingin melepaskan kalian begitu saja.

Bolehkah aku mengajak kalian pergi bersamaku?😛

hahah.. adakah yang bersedia?  ku pikir tidak… karena seperti yang aku katakan, mati itu sebuah sihir yang mengerikan karena dia mampu merenggut semua yang kita miliki secara paksa, dan kita sama sekali tak bisa menahannya.

Akupun begitu…. hidupku ini indah, seperti yang kalian tahu aku ini TAMPAN, pintar, memiliki suara yang merdu, dan AKU INI LUCU.

yah.. meski banyak yang mengatakan kalau aku ini garing! aku tidak peduli, karena bagiku aku ini sangat lucu dan imut.

Hemm..sudahlah, ku pikir aku tak ingin menambah pahala lagi dengan memuji betapa sempurnanya diriku ini ^^v

Aku ingin menyampaikan sesuatu pada kalian, dan aku harap ini dapat membuat kalian terharu dan bertambah cinta padaku >.<

Selama ini ku dengar kalian mencintaiku? kalian menyayangiku, dan bahkan kalian  berusaha mencari apapun tentangku? benarkah itu?  aku harap itu benar.

oh ya..Apa kalian tahu aku suka ayam?? aku rasa semuanya tahu. Tapi ada hal yang lebih ku suka dari itu, aku menyukai kalian… dan ku pikir kalian tahu itu, hanya saja kalian sering menganggap kalau ini hanyalah akal-akalanku saja untuk merebut simpati kalian.

Tapi ku mohon percayalah padaku …aku mencintai kalian, dan cintaku ini sama sekali tak dangkal! aku tak berharap kalian menerimanya …^^.

dan sebelum aku meninggalkan kalian, aku ingin berpesan..

‘baik-baiklah…!’

Selamat tinggal .

 

Onew.

 

*

*

*

Dan kini begitulah sebuah kenyataan yang terjadi, lelaki itu memang benar-benar telah mati.

lelaki yang senang mengunyah ayam dengan gigi kelincinya, lelaki yang mudah terjatuh lalu bangkit dengan senyum konyolnya. Dia mati dengan tenang, meski sebelumnya dia menjerit kesakitan.

Lumuran darah itu adalah perjuangannya, untuk tetap bertahan.

Pening itu adalah motivasinya untuk tetap tersenyum pada kalian dan yang ia miliki adalah cinta sejati untuk kalian.

Lalu … apakah kalian mencintainya? dengan cinta yang tidak dangkal tentunya.


—–sebuah balasan dari perjuangan hidup yang paling berharga adalah saat dimana akhir kehidupan kita di penuhi dengan cinta dan kasih dari orang yang tulus mencintai kita—- (rasyifa)

—-THE END—-

Notes : ‘  ’di Cerita ini Onew penderita kanker sum-sum tulang belakang. ‘  ’

MORE FANFICTON

FANFICTION LIBRARY


Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

36 thoughts on “Onew Fanfiction Sad // Man

  1. hahaha setuju dgn user “Miina Kim”. Jinki pst kbgian FF Angst😄
    tp jujur, Jinki tuh pantes klo di masukin FF bergenre angst *MVP yg kejam* scara muka nya tuh emg pas bgt ama cerita2 sad *dikeroyok* ah, mksudnya muka nya tuh dah kyk malaikat tanpa sayap #eaaa *aish apa dah*
    *oke tinggalkan comment ngawur*
    baca FF ini tuh rasanya…. nangis? pasti. aplg sy emg MVP *ga nanya* psti nangis lh klo bebeb sy berakhir sprti itu :’) #plak
    tp yg bikin salut dr FF ini tuh, quote ny… berasa emg Jinki mngtakan itu. Berasa klo Jinki tuh emg brjuang utk para shawol, terkhusus MVP. *meskipun kenyataanny sprti itu*😀
    yaa intinya,,, terhura (?) lah bacanya… kata2nya ngena… bener2 angst.
    aish,,, hari ini udh bca 4FF angst, mata udh sembab gini X’D *skali lg , ga nanya*
    oke, keep writing nee… sprti biasa.. req dong, banyakin FF main castnya jinki, hehe *ditabok author*

    Suka

  2. baca ff di wp ini knp onew nya mati lagi mati lagi, sedih amet
    daebak daebak ceritanya, ga bisa bayangin klo hal itu jadi kenyataan ya Allah

    Suka

  3. Hiks…
    (T,T)
    Sedih bgt. Semoga ini gx terjadi yaa..
    Pemilihan kata2nya bikin terhanyut dlm cerita

    Suka

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s