Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

Fanfic Taemin angst // Stopped

9 Komentar

  • Title : STOPPED
  • Author : Rasyifa [ https://rarastory.wordpress.com ]
  • Cast :
    – Jung Minji
    – Lee Taemin
    – Lee Jinki
  • Genre : Angst, Sad, Romance (?)
  • Length : One Shot

2012_Rasyifa_Storyline

Jung Minji POV :

Hosh..hosh..hosh

Ya Tuhan, aku bahkan sudah merasa kehilangan udara untuk sekedar bernafas. Tapi genggaman ini justru semakin mengerat di pergelangan tanganku.

“Berhen—-ti! Berhen—-ti! Aku sudah…kelelahan!!” Dia tak menggubris apa yang aku ucapkan, dia justru semakin mempercepat langkahnya untuk membawaku berlari.

“Aku mohon..berhenti! sebentar saja!” Entah apa yang membuatnya lagi-lagi tak menggubris ucapanku. Cukup, ku rasa sudah cukup sampai disini. Aku rasa lari bukanlah hal yang dapat menuntaskan masalah ini. Dengan kekuatan yang tersisa, aku mencoba melepaskan genggaman tangannya dengan berusaha menghempaskannya kuat-kuat.

“KU BILANG BERHENTI!” aku sudah tak bisa menahan emosiku hingga ku biarkan aku berteriak di hadapannya, aku tak peduli apa yang sekarang ia pikirkan tentangku. Karena sekarang aku tahu, apa yang  telah kami lakukan adalah sebuah  kesalahan besar. Dan aku pikir aku harus menghentikannya sekarang juga, jika aku tak ingin terlarut lebih dalam lagi. Tapi sepertinya, caraku ini cukup ampuh  untuk menghentikan aksi larinya.

“Ada apa?” dia menoleh padaku, dan wajah manis itu hampir saja membuatku kembali ingin mengurung keputusanku. Tapi tidak, aku tak boleh bersikap bodoh seperti ini. Aku harus mengingat sosok lainnya yang sedang terbaring tak berdaya di atas sebuah tempat tidur, aku tak boleh menyakiti sosok itu.

“Apa kau tak mendengarnya? Aku bilang berhenti.”Ucapku tepat di depan wajahnya. Dia mengernyit, terlihat bingung dengan apa yang aku ucapkan.

“Tapi jika kita berhenti seperti ini, hyung akan menemukan kita!” sahutnya dengan suara yang terdengar sedikit parau dan sesekali ku lihat ia menoleh ke arah belakangku, mungkin memastikan orang yang ia maksud tidak sedang mengikuti kami. Ck..yang benar saja, bahkan aku meragukan omongannya itu. Karena bagaimanapun orang yang ia maksud itu, sekarang bahkan sedang terbaring lemah di atas tempat tidurnya, dan untuk mengangkat gelas untuk minum saja sepertinya sulit, masih berharap orang itu berlari dan mengejar kami? Sepertinya itu mustahil.

“Lalu kenapa kalau hyungmu menemukan kita?”

“Apa maksudmu?”

Aku mengambil nafas sejenak kemudian berusaha memelankan nada bicaraku, “Taemin hentikan semua ini, ini sudah keterlaluan!” pintaku sambil menatapnya penuh harap, tapi dia justru memandangku dengan dahi yang semakin berkerut  dan ini membuatku sedikit kesulitan untuk melanjutkan ucapanku. Ayolah Taemin, tidak begini! Jangan paksa aku untuk mengucapkan yang jauh dari ini, aku takut menyakitimu.

“Noona, ayolah..kita lanjutkan lari kita! Bagaimanapun kita telah membuat keputusan ini bersama, noona tak inginkan hyung menemukan kita seperti ini. Dia pasti akan merebut noona lagi dariku!” dia meraih wajahku dengan kedua tangannya, kemudian memposisikan dirinya agar tepat berhadapan denganku.

“Memangnya kenapa?” ucapku pelan diiringi hembusan angin malam yang terasa menusuk sampai ke dalam kulit.

“Memangnya kenapa jika hyungmu menemukan kita, lalu merebutku darimu!” lanjutku agar tak membuatnya kebingungan dengan apa yang aku ucapkan.

“Noona, kau ini sebenarnya kenapa? Apa yang membuatmu begini? Tentu saja, aku tak ingin noona direbut oleh hyungku!” aku tersenyum miris, dia bilang hyungnya merebut aku darinya? Dia salah. Aku pikir, dialah yang sebenarnya merebut aku dari hyungnya.

“Kau salah Taemin, kaulah yang sebenarnya telah merebut aku dari Hyungmu dan sekarang sepertinya sudah cukup, jadi hentikanlah..karena bagaimanapun kau tak akan pernah bisa merebut aku dari Hyungmu!”

“Apa maksudmu? Apa kau ingin bilang, kau ingin kembali padanya?” dia menggoyangkan kedua pundakku yang telah diremas kedua tangannya, dan dengan sayup aku memberikan anggukan kecil padanya. Maaf Taemin.

“Hahahah..lucu sekali, tapi ini bukan saat yang tepat untuk bergurau noona, sekarang ayo lanjutkan lari kita!” aku tetap bertahan di posisiku untuk tidak bergerak melangkah saat Taemin nampak kembali ingin menyeretku untuk berlari. Aku menggeleng sesaat ia menatapku dengan pandangan kebingungan lagi.

“Aku tak ingin lari lagi, aku ingin kembali padanya! Karena memang harusnya seperti itu!” dia terlihat terdiam tapi sesaat mendesah.

“Kau ini bicara apa Minji-ah? Ayo kita lari!” masih berusaha untuk tetap pada kemauannya agar aku ikut berlari dengannya, aku kembali menggeleng. Maaf, ini benar-benar bukan gurauan, kenyataannya aku memang tak bisa Taemin.

“MINJI-AH!!”

“CUKUP TAEMIN, APA KAU TAK BISA MENDENGARNYA DENGAN JELAS?? AKU BILANG..AKU TAK INGIN LARI LAGI! AKU INGIN KEMBALI PADANYA!” aku kembali berteriak di hadapannya, angin malam yang semula berhembus kencang nampak ikut menyayu menjadi bisu sesaat teriakanku itu menggema.

“AKU ISTRINYA TAEMIN, SUDAH SEHARUS AKU ADA DI DEKATNYA!” ucapku melanjutkan, sebelum Taemin kembali mengucapkan hal-hal yang membuatku tak bisa bertahan pada pendirianku sendiri.

“Aku adalah istrinya, dan kau adiknya! Tak seharusnya kita menjalani hubungan ini. Parahnya sekarang dia sedang sakit, dan kau justru mengajakku untuk pergi meninggalkannya. Aku tak bisa, aku tak bisa bersikap seperti ini. Aku ingin kita menghentikan semua ini sebelum terlambat, sebelum nantinya hal ini tak bisa lagi diperbaiki. Ini adalah kesempatan terakhir, jadi ku mohon hentikan semua ini! Aku benar-benar tak bisa lari lagi denganmu!” aku berusaha untuk menahan airmataku agar tidak ikut menyeruak, karena aku takut jika airmataku ikut menyeruak maka usahaku akan gagal lagi.

“Jadi hanya karena kau adalah istrinya, kau ingin meninggalkanku? Lalu bagaimana dengan hari-hari yang sebelumnya kita lewati bersama tanpa orang itu, bagaimana dengan ciuman-ciuman manis dan rayuan itu. Semua kenangan itu, apakah tidak berharga dimatamu? Apakah status sebagai seorang istri dapat melunturkan arti kenangan itu?” aku terdiam di tempatku saat melihatnya berucap dengan bibir yang bergetar, sepertinya  dia juga nampak sedang menahan airmatanya.

“Kau tak mencintainya noona, kau mencintaiku! Statusmu sebagai istrinya. Sama sekali tak penting! Jadi ku mohon tetaplah bersamaku jangan pergi kepadanya!”

“Jika sekarang aku bilang aku mencintainya, apakah kau akan melepaskanku?” genggaman tangannya terasa melemah, aku tahu mungkin sepertinya dia terkejut karena mendengar apa yang aku ucapkan. Taemin, aku tahu mungkin meskipun selama ini  aku menikah dengan kakakmu Lee Jinki, aku bahkan jauh lebih banyak menghabiskan waktuku denganmu, kaulah yang selalu menghiburku saat aku kesepian karena ditinggal Jinki untuk ber tugas ke luar kota, kau pulalah yang selalu memberikan semangat dan hiburan untukku agar tetap setia berada di rumah itu, untuk  menunggu sosok lee Jinki pulang dengan stelan kantornya. Yah..dan disitu lah, mungkin hal yang salah ini dimulai. Hubungan kakak ipar dan adik ipar justru berubah dari hakikat yang seharusnya.

“Aku mencintainya Taemin. Dan ku mohon sekali lagi agar kau bisa melepaskan aku, dan mulai detik ini sepertinya kenangan-kenangan itu harus kita lupakan. Kita hentikan sampai disini, kita harus mencoba menjadi orang yang tak peduli satu sama lain, cukup sekedar hubungan kakak ipar dan adik ipar saja, cukup pada hakikat hubungan itu saja, tidak lebih!” aku mulai membalikkan tubuhku dan berjalan membelakanginya, Ya aku pikir keputusanku..adalah keputusan yang tepat, aku memang seharusnya berada disisi suamiku sendiri, bukan disisi adik ipar seperti Taemin.

Beberapa langkah sudah aku jalani, tak ada reaksi dari Taemin sampai sesaat kemudian aku mendengarnya berteriak dengan suara yang nyaring sekali.

“JIKA AKU MATI, APA KAU MASIH TIDAK PEDULI PADAKU?” aku berusaha untuk tidak menjawab pertanyaan itu, aku yakin Taemin tidak sekalot itu lagipula aku tak ingin menatapnya lagi, aku tak boleh menolehkan pandanganku.

“BAIK…SEPERTINYA AKU HARUS BENAR-BENAR MATI!”

Titttttttttttttttt…

BRAKKKK

Meskipun aku mendengar suara benturan itu dengan jelas, aku tetap tidak akan menolehkan pandanganku. Meski sebenarnya hati kecilku terus menentang keinginanku sendiri, tidak..aku tak boleh menolehkan pandanganku. Apapun yang terjadi padanya..sama sekali bukan urusanku.

Lee Taemin POV :

“JIKA AKU MATI, APA KAU MASIH TIDAK PEDULI PADAKU??” ucapku sambil berteriak pada sosoknya yang masih saja berjalan meninggalkanku. Demi Tuhan, rasanya pedih sekali. Benarkah apa yang sudah ia ucapkan tadi? Dia benar-benar tidak peduli padaku lagi.

Aku ingin memiliki mesin waktu, aku ingin mengulang di saat dimana hyungku belum mengenal wanita itu, agar aku bisa mendahului hyungku untuk menikahinya, maka masalah ini akan selesai. Dan statusnya akan berubah menjadi istriku bukan istri hyungku.

Dadaku terasa benar-benar pedih, dan sesak.. saat aku harus menerima kenyataan ini. Semula aku pikir kebahagian akan benar-benar ada di depan mataku, tapi dengan sekali hembusan angin malam..semua kebahagian itu ikut melayang di dalam hembusannya.

“BAIK…SEPERTINYA AKU HARUS BENAR-BENAR MATI!” teriakku sekali lagi. Kali ini, aku berjalan menuju jalan raya. Dan beruntungnya tak jauh dari tempatku berdiri sekarang, aku melihat sorot cahaya lampu sebuah mobil mendekatiku. Sepertinya mobil itu bisa membantuku.

Titttttttttttttttt…

BRAKKKK

Aku merasa tubuhku sekejap terbang ke angkasa, lalu terhempas ke tanah aspal yang kasar. AGHRR..perih, tapi lebih perih saat melihat sosok itu tetap tak melihatku. Hmm..benar-benar tak mempedulikankukah?

Aku ingin tetap seperti ini, dalam posisiku terbaring dengan mata terbuka yang sedang menatap tubuhnya yang terus berjalan tanpa menoleh padaku. Hey.. aku bahkan sekarang lebih parah dari suamimu, karena suamimu hanya demam sementara aku? mungkin sebentar lagi akan mati, jadi kenapa kau tak menoleh padaku, setidaknya  untuk yang terakhir kali?

Hhh, gelap mulai menyusuri urat-urat retina mataku, hingga penglihatanku-pun nampak redup. Sepertinya dia benar-benar tak mempedulikanku. Baiklah Minji, bukankah kau ingin kita menghentikan ini semua? Mungkin kau bisa menghentikan dengan cara kembali pada suamimu. Tapi untukku rasa yang sudah tertanam ini terlalu sulit untuk dicabut, sebab rasa ini sudah terlalu dalam menempel di hatiku. Tapi jika kau benar-benar menginginkan semua ini berhenti, baiklah..aku akan menghentikannya dengan caraku sendiri. Yah..dengan mati dan meninggalkan semua yang ada di dunia ini, meninggalkan langit dan bumi serta meninggalkan pekatnya malam tanpa bintang hari ini. Aku menghentikan semua ini dengan ikut menghentikan hidupku. Tak apa Minji, karena ini yang kau inginkan..aku akan menerimanya.

Pesan terakhirku, baik-baiklah dengan hyungku, semoga kau bisa mendapatkan kebahagiaan yang kau impikan.

Minji..annyeong!

THE END

MORE FAN FICTION

FAN FICTION LIBRARY

Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

9 thoughts on “Fanfic Taemin angst // Stopped

  1. huuuaaa udh nikah.. aq kira masih pcrn.. trus selingkuh gtu…

    wahhh.. keringetan ini bc nya.. ikut lari2 (?)

    Suka

  2. Aku kira jg ini msh pacaran ternyata udah nikah ._.
    Merinding aku ngebayangin taemin ketabrak gitu -_-

    Suka

  3. Kesannya taem disini ngerebut istri orang ya? ._. *emang iya*

    thor! Endingnya taemin kok bunuh diri sih ? *nangis guling2* #lebay

    but overall, bagus kok, keep writing and Hwaiting ^0^

    Suka

  4. waduh, gak nyagka kalau endingya taemin mati, tragis juga… aigooo… tissuuuee
    detik2 taemin mati bikin merinding #menghayati.. T^T Huks

    Suka

  5. Minji kenapa gak mau nengok ke belakang sih? Taemin lagi sekarat tau!
    kasian aku sama Taemin, ikut nangis nih bacanya. ngebayangin gimana perasaan Taemin saat itu.

    Suka

  6. lho lho taeminnya kok matiiiii O_O udah gitu minjinya ngeluyur pergi aja lagi, huhuhu… bener-bener nggak ketebak endingnya beginii T_T

    Suka

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s