Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

SHINee Fanfic Romance Comedy // Husband, Jealous please!!! [MINHO POV ]| SIDE STORY

42 Komentar

–          Imaginary as Myunri  Lee [Choi Myunri ]

–          Minho Choi [ Choi Minho ]

–          Jinki Lee [ Lee Jinki ]

  • Another Cast :  *Find By Your Self*
  • Genre : Fanfiction, Romance, Little Comedy *diragukan*, Marriage Life.
  • Rating : PG-13 (Teen)
  • Length : Oneshoot
  • Imagination : Korean Drama Naughty Kiss  a.k.a  Playful Kiss [kebetulan dapat idenya waktu nonton drama ini, drama manis yang kelewatan bikin aku kelepek-kelepek sendiri. Ha ha ha ]
  • A/N : Bukan untuk konsumsi BASHING, SILENT READER, DAN COPYCAT / PLAGIATOR. >:)

FF ini dibuat dengan kemampuan diksi dan humor yang rendah, dipublish dengan tujuan mempertambah koleksi FF. kekurangan penulisan serta  pengetikan atau pemilihan kata merupakan unsur ketidak sengajaan, as usual… no body is perfect.

— story© Rara Putriey—

Husband, jealous Please (Sequel)
| Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 [ END ] | Side Story >> Minho Pov

Dijodohkan? Yang benar saja. Pasti itu sangat mengasyikkan.

“Bagaimana Minho, apa kau menyetujuinya? Kami sama sekali tidak memaksamu jika memang  kau merasa keberatan. Karena semua keputusan  kami serahkan padamu!”

“Em..terserah saja! aku menuruti apa yang eomma dan appa mau saja! jika menurut appa dan eomma itu yang terbaik, kenapa tidak?”

“Benarkah?”

“Ne..”

“Kau tenang saja. gadis pilihan kami tidak akan mengecewakanmu. Dia gadis baik dari keluarga yang baik pula! Dilihat dari wajah kalian. Kalian nampak serasi!”

* * *

Ingin sekali tertawa saat mengingat kejadiaan itu. Kejadiaan yang membuatku tinggal satu rumah bersama gadis itik itu sekarang.  Dijodohkan? Konyol tapi jujur , itu mengasyikan juga. Aku menganggap bahwa ini seperti bermain rumah-rumahan.  Menarikkan?. Lagipula jarang-jarang hal ini terjadi di abad 20 seperti sekarang. Aku merasa beruntung bisa merasakan dan mengalaminya sendiri.

Oh..tentang Gadis itik itu? emm..Itu panggilanku untuknya. Dia tidak tahu saja, kalau dia tahu mungkin dia akan mengomel-omel tidak jelas padaku. Tapi julukan gadis itik jauh lebih bagus, daripada julukan yang ia berikan untukku. Dia menjuluki ‘Batu’. Setidaknya ‘itik’ masih tergolong makhluk hidup kan. dan, sungguh menyebalkan karena dia pikir aku tidak tahu tentang julukan itu!.

“bagaimana mungkin, kau pikir apa yang membuat Minho dapat cemburu denganku!” aku baru saja selesai menonton pertandingan sepak bola, hendak beranjak ke kamar untuk tidur. Tapi saat aku mendengar namaku disebut-sebut dalam sebuah pembicaraan, kontan saja aku menghentikan langkahku. Kenapa nama orang ganteng sedunia disebut-sebut?.

“ahya, kaukan gadis manis yang tak pernah dekat dengan lelaki!”  aa..dasar bodoh. Bisa-bisanya mengaktifkan loudspeaker saat menelpon. Beginikan jadi memudahkan orang lain untuk menguping pembicaarannya. Tapi apa yang barusan ku dengar tadi, gadis itik tak pernah dekat dengan lelaki lain? Haha…kasihan.

“kalau begitu bagaimana kalau kau mencobanya, dan aku rasa teknik terakhir ini cukup ampuh!”

“kau ingin menyuruhku untuk apa, meletakkan celana dalamku di kamarnya lagi? Atau menyuruhnya meminum minuman yang sebelumnya aku minum. Metode menguap yang kau bilang juga gagal Jiyeon!” pssst..hampir saja aku tertawa. Ucapan gadis itik itu membuatku mengingat tingkah konyolnya selama ini. yang benar saja. kemarin aku menemukan benda asing di tumpukan celana dalamku. Dan ternyata benda asing itu adalah celana dalam gadis itik. Oohh..jadi dia sengaja menaruh celana dalam itu dengan tujuan konyol seperti membuat seorang Minho jatuh cinta padanya. Lucu juga teorinya, bolehlah menyaingi teori enstein.

“buat dia cemburu! Dengan membuat cemburu kau bisa tahu perasaannya! Apa dia menyukaimu—bahkan mencintaimu—atau dia memang sama sekali tak memiliki rasa terhadapmu!”  dasar! Teman macam apa itu. Jadi ide-ide konyol seperti ini bukan asli pemikiran si gadis itik, melainkan ada satu dalang lagi. Teman yang payah!.

“bagaimana caranya?”

“berkencanlah dengan lelaki lain!”

Lakukan saja, berkencan saja dengan lelaki lain. Memang ada lelaki yang mau berkencan dengan gadis itik macam dia! Dan dia pikir, dia akan berhasil membuatku cemburu. Tidak! Tentu saja tidak. Yang namanya Minho tidak akan mudah dikalahkan. Kau tidak akan pernah berhasil! Chamkan itu.

* * *

Aku sedang asyik menimati waktu istirahat dengan membaca buku-buku kedokteran. Kalian pasti akan memujiku jika mengetahui beberapa fakta hebat tentangku.

Fakta pertama, aku anak laki-laki tunggal dari keluarga yang lumayan kaya. Jadi bisa dikatakan aku pewaris tunggal kekayaan keluargaku. Fakta kedua, aku memiliki wajah tampan, tidak ada yang bisa menyaingi wajahku ini. fakta ketiga, aku ini cerdas. Selalu menempati juara umum di sekolah. Fakta ke empat, yang aku rasa membuat kalian akan memasang wajah kecewa. Aku sudah beristri. Sayangnya, belum beranak…em mungkin yang itu akan menyusul sebentar lagi. Ha ha!

“Ayo ku bantu!”

Mendengar suara seorang lelaki yang nampak ribut sendiri. aku menoleh ke arah kanan.

Wah..wah..apa yang aku lihat dengan kedua mataku. Gadis itik dan seorang lelaki. Bahkan lelaki itu mengangkat tubuh gadis itik ke atas.

“ternyata menjadi pendek itu menyulitkan ya?”

Ck. Apa bagusnya lelaki itu. Matanya saja sipit, tidak seperti mataku. Yang indah dan juga bulat. Kenapa dia  memandang lelaki itu sampai segitunya. Tunggu, bukankah lelaki itu lelaki yang sama yang mengantarnya ke kampus kemarin. Heh, seingatku lelaki itu adalah sunbaeku. Bagaimana mungkin gadis itik bisa mengenal sunbae itu?. Apa mereka memiliki hubungan istimewa. Setidaknya aku yakin, bahwa lelaki itu bukan suaminya. Karena suaminya itu aku.

Dan hey! Buku macam apa yang ada di tangan gadis itu. Sepertinya itu buku ‘sistem reproduksi manusia serta pembahasan lengkap tentang proses pembuahan’. Aku baru saja mempelajarinya kemarin, sebagai tugas dan modalku di masa depan. Tapi untuk apa dia juga membaca buku itu.

‘Braakkk’

Aku tak mempedulikan orang-orang yang mulai menatapku aneh. Karena aku baru saja menggebrak meja di depanku dengan kasar. Entahlah, aku tidak suka saja dengan sikap gadis itik. Maksudku dia ingin belajar ‘sistem reproduksi manusia serta pembahasan lengkap tentang proses pembuahan’ dengan orang lain, padahal dia memiliki seorang suami yang dapat mengajarinya dan bahkan mempraktekkannya dengan baik. Dasar gadis itik, payah!.

* * *

Ini namanya keterlaluan. Saat aku dengan susah payah mengeluarkan sepeda dari parkiran, gadis itik itu justru asyik bercengkrama dengan lelaki bermata sipit. Sebenarnya siapa sih sunbae itu. Apa mereka pacaran. Hey, jangan lupa dengan statusmu yang sudah menikah gadis itik! Atau harus ku panggil ia Myunri. Choi Myunri.

Baiklah..kau yang memaksaku untuk bermain, maka aku akan bermain denganmu. Lihat saja, siapa pemenangnya!

* * *

Ku geletakkan sepedaku asal di garasi. Seharusnya appa dan umma memberikanku motor sport yang keren, seperti yang dimiliki oleh Sunbae itu. Sial. Dengan sepeda aneh ini aku justru terlihat seperti badut kere. Bagaimana jika Myunri tidak sudi lagi ku bonceng dengan sepeda ini? dan justru memilih dibonceng Sunbae itu. Tunggu dulu, apa yang barusan aku pikirkan? Ha ha lucu sekali, memang apa urusanku jika Myunri tak sudi lagi aku bonceng. Bukannya itu bagus, aku jadi tak usah repot-repot bukan. Tapi.. akukan suaminya.

“gumawo oppa!”

Aku segera mengalihkan pandangan saat melihat sebuah motor terparkir di depan rumahku. Buru-buru aku menyelinap masuk ke dalam rumah. Aku tak ingin Myunri mempergokiku yang sedang memperhatikannya. Sedikit sakit sebenarnya, karena harus melihat dia pulang bersama sunbae kebanggaannya itu.

“AKU PULANG!”

Gadis berisik. Tapi setidaknya karena ulahnya rumah ini tidak terasa begitu sepi. Ya, aku memang bukan orang yang suka bicara sepertinya. Aku lebih suka diam dan memperhatikan tingkah bodohnya. Dan sesekali mengerjainya. Mengerjainya? Em.. aku tertarik untuk melakukannya sekarang.

‘BRAKKK’

Ku tutup pintu rumahku dengan kasar. Sebenarnya sedari tadi aku bersembunyi di balik pintu. Dan ku lihat gadis itu cukup terkejut dengan ulahku. Myunri,  the game will be start now!

Tap..Tap..tap..

Dia sepertinya tak berani menoleh ke belakang. Aku rasa yang ada di pikirannya pasti tentang perampokan. Ha ha, aku semakin bersemangat mengerjainya.

DLUPP

Dengan sigap kedua tanganku merangkul bagian pundaknya. Dan wajahku..ku  tenggelamkan di antara leher dan pundaknya. Semakin menarik saat melihat ia menegang. Apa dia sudah sadar kalau ini aku. Aku Minho. Dan seharusnya dia ingat, kalau aku suaminya. Jadi aku berhak untuk ‘bermain’ dengannya.

Pervert as perfect!

Di awal, aku hanya berniat untuk  mengejutinya. But, aku lelaki normal. Dan.. aku semakin tak menguasi diri. Ah, Minho diakan istrimu. Kau berhak!

“Minho~ya!”

“ssstt!”

Saat aku memalingkan tubuhnya. Aku semakin ketagihan. Aku ingin lebih. Oh, bukankah aku berhak?

Degh..degh..degh

Ku anggap ini permainan yang benar-benar mengasyikkan. Bahkan detak jantungku ikut bermain di dalamnya.  Boleh aku melajutkan permainan ini?. Maksudku..bibir itu. Aku berhakkan?

Satu..

Dua..

Tiga..

Wusshh.

Oh God, hampir saja aku menciumnya. Dan untung disaat itu, keadaanku sudah membaik. Hingga yang tersisa, aku hanya menghembuskan nafas berat di atas keningnya.

“aku lapar cepat siapkan aku makan siang, dan jangan coba-coba untuk meracuniku!” kembali menjadi Minho yang sebenarnya saat ia membuka kelopak matanya yang sempat tertutup. Meski sebenarnya aku merutuk karena tak melanjutkan permainanku. Dan gadis itupun juga nampak mendelik ke arahku. Oh, dia terlihat seperti singa yang siap mengaum.

* * *

Hanya ada suara sendok yang sesekali berdenting dengan piring, yang menghiasi acara makan siang kami. Aku sebenarnya ingin mengajaknya bicara. Tapi apa yang harus aku bicarakan. Aku yakin 100 persen bahwa dia tak akan mengerti jika aku bertanya tentang pertandingan sepak bola. Dan aku juga tidak memiliki bahan pembicaraan lain selain itu.

“Minho~ya, akhir pekan ini aku akan pergi berkencan. Bolehkan?”

Sebenarnya aku sempat tercengang. Tapi tidak begitu lama, hanya beberapa detik. Ah, sepertinya gadis ini sudah memulai permainannya. Membuatku cemburu!. Baiklah, kendalikan dirimu Minho. Jika kau memberikan respon yang berlebihan, kau akan kalah.

Prang

Satu sendok jatuh ke lantai. Bukan sendokku, tapi sendok Myunri. Aku menoleh pada Myunri yang nampak kesulitan menggapainya.

“terserahmu saja!”  ucapku akhirnya memberikannya jawaban. Menurutmu, apa jawaban itu bodoh. Sepertinya tentu saja, karena bagaimanapun itu pernyataan terkonyol dari seorang suami terhadap istrinya. Tapi bagiku, jawaban itu keren. Oh, ini game! Dan dia duluan yang memulai.

* * *

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!~”

Aku hampir terjatuh dari atas ranjangku. Saat suara terikan itu memikik. Apalagi yang dilakukan gadis itu? apa dia kesurupan.

Treaakk

Sebagai seorang lelaki. Dan satu-satunya orang yang menemaninya di rumah ini. aku segera memerikasanya dan membuka pintu kamarku

“Hey Bodoh, kenapa kau teriak sepagi ini?” ucapku sambil mengusap-usap mataku. Hah, aku masih mengantuk. Apa dia tidak tahu, aku bahkan baru tertidur selama satu jam. Bagaimanapun tadi malam, aku begadang untuk menonton pertandingan sepak bola.

“Mi—miin—ho!”

“KYAAAAAAAA!~” aku tak bisa menahan diriku untuk berteriak. Saat melihat wajah seorang wanita yang terlihat mengenaskan. Dan rambutnya..rambutnya benar-benar seperti singa. Mengerikan!

* * *

Aku memandangnya dengan kesal. Sesekali aku mendengus berat dengan sengaja di depan wajahnya. Aku benar-benar tak percaya apa yang ada di hadapanku sekarang adalah gadis itik. Dia terlihat jauh lebih buruk dan menjengkelkan.

“YA! Apa lihat-lihat, apa kau tak pernah melihat orang yang sedang sakit!”oh baiklah, kali ini aku berbaik hati. Dia memang sedang sakit. Suhu tubuhnya tidak normal. Bisa dibilang dia demam.

“untung aku tadi belum sempat melemparmu dengan vas!” gumamku sambil menjauhkan diri. Aku merasa kurang nyaman berdekat-dekatan dengannya. Aku bahkan masih ingat tingkah bodohnya beberapa waktu lalu.

“sakit~~!” aku terhenyak saat mendengarnya merintih. Apa benar-benar sakit?. Apa yang sebaiknya aku lakukan. Aku sama sekali tidak berpengalaman.

“a—pa perlu aku ambilkan o— bat?” aku tak memandangnya, menyibukkan diri menatap ke sekitar kamarnya. Hem, kira-kira kapan aku bisa tidur di kamar ini. maksudku..bukan kamar, tapi..em mungkin tidur berdua di ranjang yang sama dengannya.

“itu jika tak merepotkanmu!” aku segera tersadar dari lamunanku. Oh, sepertinya sebentar lagi aku akan menyusul anak ini. aku juga akan demam.

* * *

“temanmu tadi datang, tapi aku bilang kau tak ke kampus hari ini!” aku mendatanginya kembali ke kamarnya. Sambil sibuk mengeringkan rambutku yang basah dengan handuk kecil.

“siapa?”

“temanmu yang berbadan mungil itu. Ji—Ji siapa?” ucapku sambil mengingat-ngingat namanya. Aku sadar, aku suami yang buruk. Bahkan aku tak tahu dengan siapa dia berteman. Baiklah, mulai hari ini aku akan mencari tahu tentang teman-temannya. Eh, maksudku tentang Myunri. Istriku.

“mungkin maksudmu Jiyeon. Huh..ku pikir itu Jinki o—ppa!” aku menghentikan kegiatanku. Aku tidak percaya. Sungguh, maksudku sekarang dia sedang sakit. Dan dia masih meneruskan permainannya. Myunri, apa yang kau mau. Oh, tunggu..kau bilang…

“Ji—Jinki o—ppa?”  ucapku tak yakin. Mungkin aku salah dengar.

“iya, dia sunbae di kampusmu. Dia mahasiswa kedokteran semester empat. Apa kau tidak mengenalnya. Ku rasa dia orang yang popular. Bagaimanapun dia memiliki wajah yang lumayan dan dia cukup ramah dan menyenangkan untuk diajak bicara!”  aku benar-benar merasa tersinggung. Maksudku aku tahu, aku bukan pembicara yang baik. Tapi aku tidak terima. Ah, aku suaminya. Aku lebih tua satu tahun. Aku masih berhak dipanggil oppa. Tapi dia bahkan memanggil orang lain dengan panggilan itu.

“ooh. Begitu. Kalau begitu aku akan ambilkan bubur dulu untukmu!” aku masih berbaik hati. Aku tak akan menanggapi permainanmu kali ini. ku lebarkan langkah meninggalkan kamar itu. Myunri, terimakasih atas sindiranmu yang benar-benar menusuk ke hatiku.

* * *

“makanlah dan jika kau ingin tambah. Tinggal panggil aku!” lagi-lagi aku berbaik hati. Aku tidak mencampuri apapun yang membuat bubur nasi di depanku tidak normal. Maksudku aku memasaknya, selayaknya bubur seharusnya.

“memang kau tidak kuliah?”

“mana mungkin aku kuliah saat kau sakit seperti itu!”  ya. Ku jawab pertanyaan itu dengan jujur. Kali ini biarlah dia tahu, bahwa meskipun aku ini terlihat mengesalkan. Aku ini tetap suami yang sangat peduli padanya. Lihat saja, akukan yang merawatnya saat sakit. Bukan lelaki bernama Lee Jinki itu.

* * *

Aku sedang berduaan dengan istriku di depan televisi. Aku senang dia sudah baikkan. Tapi semenjak tadi dia hanya bergulat dengan selfonnya. Sementara aku justru di landa rasa bosan yang luar biasa. Beberapa kali aku mencuri pandang ke arah Myunri. Tapi gadis itu tetap saja tak mempedulikanku. Ah gadis. Kapan aku bisa membuatnya berhenti menjadi gadis. Maksudku..hakku sebagai suami. Kapan dia memberikannya?.

Dan aku juga sudah memancing perhatiannya, dengan menyetel siaran cartoon favoritenya, spongebob. Biasanya dia akan kegirangan dan merengek agar aku tak mengganti lagi chanelnya.

“hah”  aku terkejut saat ia tiba-tiba mendesah dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa. Buru-buru ku alaihkan pandangan darinya. Dan tak lupa mengganti chanelnya.

Satu menit..

Dua menit..

Tiga menit..

Aku mulai bosan lagi, dari tadi aku hanya mengganti chanel televisiku secara random.

Hsstt hsstt

Entah kenapa disaat bosan seperti ini, aku justru merasa hidungku gatal. Aku menoleh pada Myunri. Dia masih asyik dengan selfonnya. Sepertinya aman untuk melakukan ritual itu.

Aku mulai menggerakkan jari kelingkingku agar masuk ke dalam lubang hidung. Lalu memberikan efek goyangan saat sudah berada di dalam lubangnya.

Klik

Blitzz

Jepret.

Aku segera menatap Myunri  dengan garang saat merasakan kilatan cahaya menuju kearahku. Terlebih saat aku melihat Myunri dengan tampang bodohnya menatapku sambil menunjukkan selfon berkameranya. Oh ternyata dia cukup Berani untuk memotretku dengan kondisi seperti itu tadi.

“Neo?” ucapku dengan nada yang penuh penekanan.

Aku benar-benar akan memakanmu sekarang Myunri.

Tpak

Tpak

kuggeser dudukku mendekatinya.

Tpak..

Saatnya memulai permainan kembali Myunri.

Aku mengepalkan tanganku, dan menodongkan ke arahnya. Apa kau sudah siap menerima hukumanmu istriku?. Oh, baiklah mari kita mulai.

Blam

Chuuu~

Degh..

Degh..

Degh..

Serrrrrr….

Aku menciumnya dengan kilat. Aku tahu ini gila. Tapi ini menarik. Aku suka caraku menghukumnya. Terlebih saat ku lihat ia nampak tercengang. Tentu saja, karena aku yang hampir meninjunya justru menciumnya. Dia pikir aku tega meninju istriku sendiri. aigoo.. manis sekali.

Degh..

Degh..

Degh..

Aku terus mengecup bibirnya. Tak bisa ku pungkiri, sensasi nya benar-benar menghanyutkan. Dan ku pikir Myunri juga merasakannya. Ah, jangan anggap hal ini terlarang atau lainnya. Ingat, aku bahkan sudah menjadi suaminya. Ini pantas ku dapatkan bukan.

* * *

Plukk

Aku menatap tak percaya. Seorang gadis yang tertidur saat berciuman? Apa benar-benar merasa nikmat. Aigo..manisnya.

Dan sekarang aku mulai berpikir. Apa yang harus aku lakukan dengannya sekarang. Apa aku harus menyelimuti tubuhnya saat tertidur?. Aku tak mungkin membiarkannya tertidur disini tanpa selimut. Jadi, aku harus mengangkatnya ke kamarnya. Tapi sepertinya, aku memiliki ide yang lebih bagus. Aku akan menemaninya tidur di atas sofa ini. lagipula, sofa ini cukup untuk kami berdua. Dan masalah selimut. Aku pikir lebih baik menggantinya dengan pelukan.

Woho..pervert as perfect!

Dan mari kita mulai.

* * *

Aku terbangun saat merasakan terik matahari yang menerobos lewat ventelasi. Ah, aku pikir aku akan terlambat pergi ke kampus. Tapi aku baru ingat, inikan hari minggu.

“good morning beb!” bisikku di telinga gadis yang tertidur di sampingku. Gadis? Apa dia masih gadis. Oh tidak-tidak, aku memang tidak melakukan apapun padanya semalam. Tapi kami…kami sudah tidur berdua. Dan ku pikir itu sedikit… apa ya? Manis.

Aku bangkit dari sofa, memperhatikan wajahnya yang polos. Aigoo.. umma!! Appa! Sepertinya Minho mulai menyukai istri yang umma appa berikan. Dan sebentar lagi Minho janji akan memberikan cucu pada umma dan appa.  Ah, sebaiknya aku mengambilkan selimut dulu di kamar. Aku tidak mau dia berpikir bahwa aku ini suami yang jahat. Karena membiarkannya tertidur di sofa tanpa selimut. Oke beb, tunggu sebentar dan jangan bangun dulu.

* * *

Untung aku sempat menghentikan langkahku saat  melihat Myunri terbangun dari tidurnya, padahal aku belum memberikan selimut yang ada di tanganku. Apa yang ada di pikiran gadis itu sekarang. Oh, apa dia ingat bahwa semalam dia tertidur dalam pelukanku.

* * *

“kemarin malam…apa..ada..sesuatu yang ‘aneh’ terjadi?” Sejenak aku menghentikan makanku. Beberapa waktu lalu aku dan Myunri tak berbicara sedikitpun. Bahkan aku sedikit menghindarinya. Dan saat dia menanyakan hal itu saat sarapan, aku merasa teringat tentang kejadian kemarin malam. Apa aku harus menjawabnya bahwa ‘aku sudah menciumnya’. Oh, apa itu gayaku?

“…..”

Baik. Aku belum menjawabnya dan ku pikir dia kesal akan hal ini.

“kau tak ingin menjawabnya Minho?” bingo benar bukan! Bahkan dia seperti bersiap hendak melempar sendok yang ada di tangannya itu ke wajahku.

“memang apa yang terjadi kemarin malam?” pasti dia semakin merasa kesal. Karena bukannya menjawab, aku justru balik bertanya. Babo!.

“Kau….!”

“heeh..aku sudah selesai!” aku tak siap mengakui semuanya. Aku tak siap. Jadi ku pikir kali ini aku menghindar saja.

“YA! APA KAU TIDAK BISA MENJAWAB PERTANYAANKU!!”

“XIAAAT!”

Aku tercekat saat ia nampak berteriak dan melempar sendok ke arahku.

Plup

Tapi dengan mudah. Sendokku itu ku tangkap. Aku bukan seorang yang mudah kau tindas Myunri.

“Myunri~ya! Kau..benar-benar melupakan hal itu?” pelan, sangat pelan. Bahkan aku mengucapkannya dengan setengah berbisik. Setidaknya aku sudah menyampaikannya bahwa, kemarin itu ada sesuatu yang terjadi di antara kami. Meskipun aku mengucapkannya dengan tersirat. Selamat Myunri, kau sepertinya berhasil menularkan kekonyolanmu itu padaku.

* * *

Treak

Aku menoleh saat mendengar suara pintu terbuka. Dan aku menemukan Myunri yang terlihat sangat cantik. Kenapa dia berdandan. Apa dia ingin pergi? Kemana. Apa dia tak berniat mengajakku?

“Kau mau kemana?” ku tinggalkan gengsiku. Dan mencegat kepergiannya dengan merentangkan kedua tanganku di depannya.

“Apa kau lupa. Bukankah aku sudah pernah bilang, bahwa aku akan pergi berkencan di akhir minggu—hari ini—?”  kencan. Cih. Dia masih melakukan permainan itu. apa dia benar lupa tentang kejadian kemarin malam. Myunri, sadarlah! Aku menciummu. Memelukmu semalaman agar kau merasa hangat. Ku lakukan semua itu karena aku menyayangimu. Menyayangi? Ah..mencintai tepatnya. Dan itu ku lakukan dengan sepenuh hati. Jadi masih perlukah kau melanjutkan permainan ini.

“Oh. Baiklah!”

Jika kau masih ingin melakukan permainan ini. silahkan. Aku tak bisa melarangnya. Karena aku bukan seperti lelaki yang suka memaksa. eomma dan appa sepertinya kaliantelah melakukan kesalahan terbesar dalam hidup kalian. Kami sepertinya tak bisa bersama. Gadis ini terlalu bodoh untuk menyadari perasaanku. Dan aku juga terlalu bodoh untuk menyembunyikan perasaanku.

“Ya..aku pergi dulu!” Myunri. Bisakah kau hentikan langkahmu itu. Jangan buka pintu itu lebih lebar lagi. Aku takut, saat kau keluar dari pintu itu. kau tak akan kembali lagi ke sini. Kau akan meninggalkanku.

Jika kau meninggalkanku, berarti kita….akan berpisah.

Apa Mungkin…

Karena…

Semua ini…

Dimulai tanpa cinta..

Jadi…

Kita menjalaninya dengan cara menjadi orang bodoh.

Tapi ketahuilah, aku mulai menyukaimu Myunri.
apa perasaanku bertepuk sebelah tangan?

* * *

Aku tak bisa membiarkan diriku terjebak sendirian di rumah ini. sementara pikiranku tak pernah focus. Aku selalu memikirkan keadaan gadis itu. oh maksudku istriku yang sedang berkencan dengan pria lain. Dan ku dengar Jinki Sunbae, —pria yang mengencani istriku itu— sedikit nakal. Aku mendengar beberapa berita di kampus. Mereka membicarakan Lee Jinki, yang katanya sering mempermainkan hati wanita. Baiklah, akan ku ikuti mereka. akan kupastikan istriku dalam keadaan baik-baik saja.

* * *

Aku terus mengikuti mereka. sejauh ini tidak ada hal yang mencurigakan. Maksudku, Jinki Sunbae memperlakukan Myunri dengan baik. Dan beberapa kali ku lihat Myunri tersenyum dan bahkan tertawa. Hal yang tak bisa aku berikan saat Myunri di sisiku.

Aku hampir saja memutuskan pulang. Tapi ku urungkan niatku, saat melihat lelaki itu membawa Myunri ke atas namsan tower. Dan dengan berat hati, aku kembali menjadi penguntit di antara mereka.

Blar

Blar

Blar

Banyak pasangan kekasih yang berkencan di tempat ini. salah satunya, istriku dan lelaki itu. Oh, aku terlihat seperti Minho yang menyedihkan sekarang.

“Myunri!”

Ah?

Aku membeku saat menolehkan kepala ke arah mereka berdua. Disana Jinki –nama lelaki itu— seperti sedang menatap Myunri dengan dalam dan perlahan ku lihat ia mendekati istriku. Apa yang akan dia lakukan? Apa dia berniat…

Degh

Degh

Degh

Detak jantungku tiba-tiba terdengar menjadi orkes dadakan.  Jika feelingku sebagai lelaki masih berfungsi dengan baik. Maka lelaki itu berniat akan mencium istriku. Mencium istriku? Andwe!

Blam

Sekarang aku melihat dia mendorong paksa Myunri ke arah dinding. Itu pasti sakit. Aku tak bisa hanya diam dan menonton seperti ini. aigoo Minho, cepat bertindak! Atau kau akan menyesali hal ini seumur hidupmu.

“Myunri!!”

Aku tak tahan lagi, dengan langkah yang sangat lebar ku hampiri kedua orang yang berada di sudut tempat ini. lalu menyeret salah satunya untuk menjauhi sosok lelaki yang ku anggap biadab.

Sreeeeettt

Dan setelah berhasil menyeret Myunri untuk menjauh. Aku kembali pada Jinki  sunbae. Urusanku belum selesai dengannya. Sebenarnya aku ingin meninjunya. Tapi aku masih tau diri, dia bahkan belum menyentuh sedikitpun dari aset Myunri. Maka aku hanya membungkuk sopan di depannya, dan berucap dengan tegas untuk memberikan peringatan.

“Maaf Sunbae, tapi dia istriku!”  ucapku sambil membungkuk untuk kedua kali. dan ku lihat lelaki itu mematung setelah mendengar ucapanku, kemudian dengan langkah ringan aku kembali pada Myunri. Yang menatapku dengan wajah bertanya-tanya. Aigoo..manisnya.

* * *

Tap

Tap

Tap

“Bodoh, seharusnya kau jangan melakukan ini!” rutukku sambil menyeretnya menuruni anak tangga. Baiklah Minho, hilangkan gengsimu dan akuilah perasaanmu. Sepertinya gadis ini benar-benar bodoh untuk mengetahui perasaanmu.

“kau berhasil Myunri. Aku cemburu!”

Ku ucapkan dengan nada yang tenang. berusaha untuk menyembunyikan kegugupan yang menyeruak dalam diriku. Sebenarnya aku tak tega untuk terus menyeretnya seperti ini. tapi biarlah, daripada aku membiarkannya melihat wajahku yang seperti badut kere ini. lebih baik dia beranggapan aku ini lelaki yang dingin. Bahkan masih bersikap dingin disaat mengakui perasaannya sendiri.

* * *

Aku  menghentikan langkah di sekitar taman dekat Namsan tower. Dan karena hal tersebut Myunri yang berada di belakangku sempat membentur bagian belakang tubuhku. Ha ha konyolnya.

“ada yang ingin aku bicarakan padamu!”

Saat aku membalikkan tubuhku. Ku tatap sosok itu dengan intens. Oh, aku tak bisa seperti ini terus.

listen me carefully!” ku harap aku tak salah menggunakan bahasa inggris. Semoga saja dia memahaminya

“emm..emm…emm…”

1 detik

2 detik

3 detik

Astaga.. kenapa seseulit ini. Minho ayolah! Jika kau seperti ini saja sudah K.O, bagaimana mungkin kau bisa membuat anak dengannya. Bisa-bisa kau akan mati muda karena itu.

em..emm….don’t make me jealous again my wife!”

Blakk

Deghh

Deghh

Blar

Blar

Ucapku cepat dan langsung memeluknya. Biarlah, sekarang dia mendengar suara detak jantungku yang beradu dengan suara dentuman kembang api.

“saranghae!”

Darahku berdesir saat mengucapkannya. Tapi setelah itu aku benar-benar merasa lega. Minho, kau benar-benar hebat!

“nado!”

Saat ku dengar ia berucap nado? seketika itu ku lepaskan pelukan kami. Dan aku mulai menggerakkan wajahku mendekat pada wajahnya. Ini karena dia bilang nado, aku akan memulainya sekarang.

Plupp

Ku sentuh bibirnya dengan bibirku. Ku harap ia merasakan kehangatan yang muncul ini.

Dan ku harap kali ini ia tak akan tertidur. Dan bertanya ‘apa yang terjadi sekarang’ di esok hari. Karena itu akan membuatku kesal. Tapi tak bisa ku pungkiri aku juga harus berterimakasih padanya. Karena dia membuat hidupku berbeda dari sebelumnya. Aku merasa hidup ini benar-benar indah saat di dekatnya.

“hhppttsss”tak ingin terlalu lama. Ku lepaskan ciuman itu. lalu kami berdua sama-sama tersenyum.

“ciuman pertama!” gumamnya sambil menyentuh bibirnya dengan ujung jari telunjuknya.  tapi dengan segera aku menyingkirkan jarinya dari bibir manis itu sambil menggelengkan kepalaku.

“kedua!” ucapku yang membuatnya bingung. Hah, haruskah kami kembali berdebat karena hal ini.

“sudahlah lupakan. Mari kita lakukan lebih banyak lagi!” lanjutku yang disambut lototan mata darinya.

Ha ha Pervert is perfect hon!

* * *

Ketika panas matahari mulai menyengat. Dan saat merasakan ada yang menyibak selimutku. Aku terbangun dari mimpiku.

“kau sudah bangun?”  ucapku menggeliat, sedikit mengusap kedua mata saat merasakan wajahku yang tersengat cahaya mentari. Myunri  mengangguk padaku. Membuatku merasa gemas dengan wajahnya di pagi hari.

Ah, aku ingin bermain, meski semalaman sudah bermain dengannya. Aku tetap ingin bermain. Aku rasa aku ketagihan, oleh sebab itu aku merangkulnya, memeluknya, dan sedikit berulah nakal pada tengkuknya. Hah, biarlah dia menganggapku pervert kali ini. selama aku bersikap pervert hanya padanya, sepertinya ini tak masalah. Bukankah begitu?

END

A/N : kkkk😀 ketawa gaje dulu untuk mengakhiri FF gaje ini. maaf kalau terlalu lama dan…tara seperti biasa FFny gaje kkkk, aku benar-benar malas memposting sesuatu belakangan ini <<alasan. Mudah-mudahan masih ada yang mau baca dan kasih komen ya ^^/
pye..pye..

Interest read another fanfic? visit Fanfiction Library

Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

42 thoughts on “SHINee Fanfic Romance Comedy // Husband, Jealous please!!! [MINHO POV ]| SIDE STORY

  1. setuju! cerita sederhana tapi manis.. jadi iri sama Myunri ha ha ceritanya ketularan konyol/?

    Suka

  2. minhoooo….semalem main apa??
    hahahahahahha.
    aigoo…ternyata minho narsis sekaligus pervert,ckckck ga nyangka~~

    aihhh mau doonggg sama jinki sunbae yang nakaaalll❤❤❤❤

    Suka

  3. Wakakakakaka
    Tuh kan emang si batu pervert, gengsi, dan narsis tentunya!
    Si myunri jg bego’nya gx ketulungan, siapa suruh nelfon diloudspeaker. Pantesan ajj si minho nyante ajj, orang dy dnger smua rencana myunri. Konyol bgt

    Suka

  4. g tw mw nong apa???????
    2 thumb deh…….

    ska bngt

    Suka

  5. g tw mo ngmong pa????
    2 thumb deh…..

    suka bngt….

    Suka

  6. wkwkwk owh minho ternyata dah tau dri awal hoho,, agh minho gimana myunri tau kamu suka ma dia klo kamu ndk ngungkapin kan dia bukan cenayang hehehe😀 good job keren ff nya🙂 ^^

    Suka

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s