Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

FanFiction SHINee // Jeongmal Saranghae (Part 1) 정말사랑해 by Ji Seong Yun

11 Komentar

  • Title : Jeongmal Saranghae (Part 1) 정말사랑해
  • Main Cast :
    – Kim Sae Hee – imajination
    – Choi Minho ‘SHINee’
    – Lee Jinki ‘SHINee’
  • Support cast :
    – Park Hyora – Imajination
    – Lee Seohyun – imajination
    – Lee Taemin ‘SHINee’ as Kim Taemin
    – Other find by yourself
  • Length : part/sequel
  • Genre : Romance, Married life, comedy
  • Rating : PG 13
  • Imajination : tiba-tiba muncul gitu aja, pure pemikiran asal dan ada beberapa adegan yang ngambil dari drama *hihihi. yang pasti ini FF gaje bgt.
  • Summary : Cinta ini datang pada ku, dan itu membawaku padamu. Aku seperti bermimpi, dan tak pernah bangun dari mimpi itu. Choi Minho… seorang lelaki yang sangat menyebalkan tetapi sangat aku cintai. Aku sangat mencintaimu, Bahkan jika aku mengatakan itu seribu kali, itu tidak cukup.
  • A.N : Annyeonghaseyo J naega Ji Seong Yun imnida *bukan nama asli. Nekad nih buat ngirim ff ini supaya bisa tau gimana pendapat tentang ff ini. Gomawo buat admin yang udah ngepost ff ini. Kalo boleh jujur, ini ff pertama yang aku bikin, mian kalo typo juga kalo gak bagus apa lagi kalo gak nyambung. Dibutuhkan bgt komentar dari readers.. mohon komentnya para readers J supaya bisa perbaikin kesalahan-kesalahan atau kekurangannya. Happy reading! J

© Ji Seong Yun Fanfiction 2012

Pagi itu, bandara Inchoen tampak ramai dan penuh orang yang berlalu lalang. Seolah saling berlomba mengejar waktu yang tak pernah bisa kembali kemasa lampau. Di tengah hiruk pikuk suasana Bandara, dari kejauhan terlihat sosok wanita tengah berjalan dengan pelan menikmati setiap inci dari suasana Korea yang telah lama dia tinggalkan. Tubuh indahnya terlihat sempurna dibalut dengan blazer panjang berwarna hitam dan classic blue Jins serta sunglass coklat bertengger menutupi sepasang manic mata hitam miliknya. Dia terus berjalan menarik kopernya dengan gaya sedikit angkuh seraya menaikkan dagunya keatas.

“Sae hee-ya” suara yang tak asing bagi wanita itu berhasil membuatnya menghentikan langkah kakinya dan mencari asal dari suara itu.

Ia pun membalikan badannya dan melihat Seorang lelaki berpakaian casual, berambut cokelat dan memakai sunglass hitam tengah melambaikan tangan ke arahnya. Meskipun setengah wajahnya tertutup sunglass tetapi Sae hee bisa mengenali wajah itu dengan baik.

“Taeminie” dengan senyum sumringah wanita itu menghampiri lelaki yang ia sebut ‘taeminie’ itu dan memeluknya dengan erat tapi pelukan itu tak berlangsung lama.

“Noona, kenapa kau masih memanggilku seperti itu? aku ini sudah besar” gumam Taemin tidak terima

“aissh.. kau ini, arraso. Wae? Kau ini kan saengie ku, jadi terserah aku ingin memanggilmu apa” Sae hee menanggapinya dengan sedikit candaan dan mencubit pelan pipi taemin. Betapa rindunya dia pada saengnya itu.

“Noona… kau ini, ku kira kebiasaanmu yang satu itu sudah hilang, ternyata belum.” Gumam Taemin lagi sambil memegang pipinya yang memerah.

***

Tak ada pembicaraan di perjalanan ibu dan anak ini. Mereka sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing di dalam mobil. Nyonya Choi -eomma Minho- sibuk dengan panggilan panggilan masuk –dari rekan bisnisnya-  di selfphone miliknya, sedangkan Minho sendiri tengah asik menikmati pemandangan kota Seoul yang sudah lama tak pernah ia lihat. Dia memandangi pemandangan di jalanan menuju kerumahnya dari kaca mobilnya itu. Minho mengambil selfphone berwarna hitam dari kantong jaketnya dan memandangi layar selfphone miliknya. Tiba-tiba terlihat senyuman miris yang mengembang di bibirnya ketika dia tengah memandangi foto seorang yeoja di layar selfphonenya itu.

“Minho-ya.. eomma harus kembali lagi ke perusahaan, karena ada janji temu dengan klien kita. Eomma tidak  bisa menemanimu kali ini. Apa kau tidak apa-apa di rumah sendirian?” ucapan nyonya choi berhasil membuyarkan lamunan Minho yang sedang memandangi layar selfphonenya.

“Ah.. Ne eomma, gwenchanayo. Apa eomma kira aku ini anak kecil yang takut di tinggal sendirian?” ucap minho dengan tawa kecil.

“Ani.. bukan begitu maksud eomma chagi. Tapi bukankah sewaktu kau kecil dulu kau memang takut ditinggal sendirian?” nyonya Choi pun berhasil membuat anak lelakinya itu tersipu malu.

Eomma.. sudahlah” ucap Minho sambil mengerucutkan bibir tebalnya.

***

Sebuah mobil grand avega berwarna merah memasuki perkarangan sebuah rumah bertipe klasik yang di dominan dengan warna soft brown. Mobil itu memasuki garasi yang berada di dalam perkarangan rumah itu dan diparkirkan dengan rapi. Beberapa saat kemudian seorang namja paruh baya keluar dari mobil itu dari bagian belakang mobil setelah dibukakan pintunya –oleh supir-. Dia pun berjalan pelan menuju pintu utama rumah itu dan memasuki ruang pertama yang ada di rumah itu.

Appa?! Appa…” ucap seorang gadis sambil berlari kecil menghampiri seseorang yang di panggil appa olehnya

Appa jeongmal bogosipeoyo” ucap gadis itu lagi sambil menghamburkan pelukannya pada namja itu

“Nado chagi” ucap namja itu sambil tersenyum ramah dan membalas pelukannya

Gadis itu pun melepaskan pelukannya dan mengalihkan pandangannya  ke sekitar ruangan itu.

Eomma, appa sudah pulang” ucap gadis itu dengan sedikit berteriak.

“Pasti eomma sedang sibuk menyiapkan makanan untuk makan malam” ucap Sae Hee –nama gadis itu- mengira-ngira.

“ah.. appa sebaiknya appa istirahat saja dulu. Appa pasti capek sekali kan? ja!” suruh Sae Hee pada appanya dan menarik lembut appanya menuju ke ruang lainnya –sebuah kamar-

“kau ini.. memang benar-benar anak appa yang baik. Tapi appa…”

“sudahlah appa.. appa harus istirahat. Aku tidak mau appa sakit” Sae Hee tidak memperdulikan ucapan appanya itu. dia tetap menarik lembut tangan appanya hingga depan pintu kamar tidur –milik appanya-

Appa ja! Selamat istirahat” ucap Sae Hee dengan senyuman riang sebelum dia menutup pintu kamar itu.

Setelah menyuruh appanya untuk istirahat, Sae Hee pun menuju keruangan dimana eommanya berada –di dapur- untuk membantu eommanya yang sedang kerepotan menyiapkan makanan untuk makan malam mereka.

“apa appamu sudah pulang Sae Hee? Di mana dia sekarang?”  tanya eomma Sae Hee saat melihat Sae Hee memasuki ruang dapur.

Appa? Appa sedang istirahat sekarang” jawab Sae Hee singkat.

“ah.. Eomma apa aku boleh ikut membantu menyiapkan makan malam?” tanya  Sae Hee.

“aishh.. tidak biasanya anak eomma seperti ini. Selama empat tahun di London kau sudah menjadi mandiri dan banyak mengalami perubahan (yang positif). Tapi memangnya kau bisa memasak Sae Hee?” tanya eomma Sae Hee meledek dan membuat ajhuma kang tertawa geli.

“Geuraeyo!” jawab Sae Hee dengan nada yang sedikit kesal.

“sudah tidak usah noona. Biar ajhuma saja yang membantu nyonya membuat makan malamnya”

“ah.. tidak ajhuma aku saja, apa ajhuma juga tidak percaya kalau aku bisa masak?” tanya Sae Hee sambil menghampiri seseorang yang di panggilnya ajhuma.

“ah.. aniyo, bukan begitu maksudnya noona, tapi..”

Sebelum ajhuma kang melanjutkan pembicaraannya, Sae Hee sudah mengambil peralatan dapur yang dipegangnya itu dan mulai memotong-memotong sayuran untuk sup itu –makanan makan malam-. Ajhuma kang hanya bisa tersenyum lebar melihat apa yang di lakukan anak dari majikannya saat ini. Sae Hee memang tidak seperti anak-anak majikannya yang lain, yang memperlakukannya sesuka hati. Terkadang ajhuma kang merasa bebannya berkurang karena Sae Hee sering (sebelum pergi ke London) membantunya untuk menyelesaikan tugas-tugasnya di rumah itu. Menurutnya Sae Hee adalah gadis yang baik yang pernah ia kenal selama ini.

***

Sae Hee P.O.V

Appa makanlah.. sup ini buatanku sendiri. Special untuk appa” ucapku sedikit menyombongkan bakatku pada appa.

“Jincha? Tidak ada yang membantumu membuatkan ini?” tanya appa, sepertinya appa tidak percaya.

“Geurom appa! Apakah appa ingin mencobanya?” tanyaku sambil menyodorkan mangkuk yang berisi sup itu.

Appa hanya tersenyum dan mengangguk pelan padaku. Sedangkan aku.. bergairah sekali menuangkan beberapa sendok sup ke mangkuk nasi appa. Sebenarnya aku tidak tahu persis ‘seperti’ apa rasa sup ini?. Bahkan aku belum merasakannya sejak tadi. Tapi jangan sesekali memaksaku untuk mencoba masakanku sendiri. Bukan karena rasanya yang tidak enak, tentu saja masakanku enak. Tapi karena memang aku tidak mau merasakan masakanku sendiri.

Seperti biasanya, setiap habis makan malam, kami –aku, appa, dan eomma- melakukan pembicaraan beberapa saat di hadapan meja makan itu, tepatnya mendengarkan apa yang akan appa bicarakan dan sedikit sharing tentang kegiatan kami pada hari itu.

Ya.. maklum saja sebelum aku pergi ke London, kami –aku, appa, dan eomma- sibuk melakukan aktivitas masing-masing di pagi atau siang hari. Appa harus mengurus semua urusan yang ada di perusahaan kami, sedangkan eomma selalu pergi ke butik milik keluarga Kim untuk mengontrol keadaan disana, dan aku.. sibuk dengan tugas-tugas kuliahku.

Sebenarnya aku sangat kesepian sekali disaat appa dan eomma tidak ada dirumah dan hanya ada ajhuma kang saja, okey kita stop ceritanya. Jadi kemungkinan kecil sekali ada waktu untuk kami bertemu, hanya waktu makan malamlah yang tepat untuk kami berkumpul bersama dan membicarakan semua yang ingin di bicarakan. Sepertinya appa akan mulai berbicara.

“Sae hee-ya, bagaimana kuliahmu disana. Apakah menyenangkan?” tanya appa padaku.

“tentu saja menyenangkan, aku punya banyak sekali teman disana. Mereka menerimaku dengan senang hati. Tapi kenapa appa menyuruhku untuk melanjutkan kuliah di Seoul? Padahal waktu itu appa yang memaksaku untuk masuk di Universitas London”

“itu karena… ada sesuatu hal yang akan appa berikan padamu, untuk hidupmu”

“untukku? Apa itu?” tanyaku penasaran. Apa yang akan appa berikan padaku? Untuk hidupku?

“kau tahu kan janji itu harus ditepati. Appa sudah berjanji pada diri appa sendiri, ketika kau besar nanti appa akan menikahkanmu dengan putra tunggal tuan Choi”

Sebelum terkaget dengan ucapan appa itu, sebaiknya aku menelan air yang memenuhi mulutku dulu. Tidak mungkinkan aku mengeluarkannya tepat di muka appa?

“Uhuk.. uhuk” tenrnyata menelan air seperti itu membuatku tersedak.

“Mwo?! MENIKAH?!” aku pun melanjutkannya.

“Ne chagi.. kau tahukan kalau tuan Choi telah membantu kita dua tahun yang lalu di saat perusahaan kita mengalami keterpurukan?” ucap eomma memberikan suatu sugesti padaku. sepertinya eomma sudah mengetahui rencana ini sejak awal. Tapi kenapa eomma tidak memberitahuku?

“Ne eomma, arraso. Tapi aku ini…”

“Sae Hee.. appa tahu kau tidak akan setuju dengan rencana ini. Tapi appa sudah berjanji dengan diri appa sendiri tentang pernikahan ini. Lagi pula tuan Choi sudah setuju dengan janji appa itu. Dia sudah terlalu banyak membantu appa jadi appa kira dengan rencana ini appa bisa membalas kebaikannya meskipun tidak sepenuhnya”

Sungguh aku sangat benci saat-saat seperti ini. Apakah aku harus membiarkan kedua orang tuaku terus-terusan memohon untuk menyetujui rencana mereka? Apakah aku akan membiarkan kedua orang tuaku bersujud di hadapanku? Sepertinya itu berlebihan, tapi mungkin saja terjadi bukan?.

Setelah ruangan itu hening sejenak, akhirnya eomma berbicara.

“Chagi… apa kau menyetujuinya?” ucap eomma lembut sekali dengan tatapan memohon padaku

Tak ada jawaban dariku, aku hanya menatap mereka –appa dan eomma- secara bergantian. Apa kalian tahu meskipun Appa dan tuan Choi adalah sahabat dekat tapi aku tidak mengetahui kalau tuan Choi memiliki anak lelaki –yang akan dinikahkan denganku-. Bahkan aku baru saja bertemu dengan tuan Choi sekitar setahun yang lalu setelah berpindah ke Seoul.

Jadi.. apakah  aku akan menikah dengan orang yang belum kukenal?. Aigoo…  apa ini gila? Dan juga apakah aku harus menjawab pertanyaan eomma itu? Apa aku boleh menolaknya?  Menolak semua rencana ini?.

To Be Continued~

A/N : Hehe gimana? Jelekan? Terlalu pendek ya? hehe aku sengaja bikin part satunya pendek. Soalnya pengen tau koment-koment dari para readers dulu. Di butuhin banget komentarnya, supaya bisa lebih begus lagi continue nya J. Coment pleaseee! I need it!

 

Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

11 thoughts on “FanFiction SHINee // Jeongmal Saranghae (Part 1) 정말사랑해 by Ji Seong Yun

  1. chingu.akuu komen ya ^^v
    pertama-tama, makasih ya udah mau nyumbang FF disini T_T *terharu

    buat masalah FFnya. menurut aku udah bagus ko~
    penulisannya juga udah lumayan rapi. yah..overalll udah bagus ^^d
    terusin FFnya ya ^^

    ditunggu kemunculan Jinki oppanya. Fighting

    Suka

  2. bagus chingu!
    di castnya ada Taeminnya ya? tapi jadi Kim Taemin. rada-rada aneh dengernya ^^v

    ditunggu next chap ya. oh iya, ini romance comedykan?? comedynya ditambahin ya😄😄😄

    Suka

  3. waaaaa >///<
    dijodohin? aku paling suka ama cerita dijodoh-jodohin. kekekekekkekekekekekek😄

    lanjut ya? kalau diliat dari marga.
    yang dijodohin pasti si sae hee ama Minho kan??
    oh iya, sekedar saran.
    kayaknya bagusan pakai satu pov aja.
    trus-trus…
    emm.. dibikin bubuk-bubuk comedynya dikit-dikit🙂

    sekedar saran ya! biar ceritanya tambah seru!!

    Suka

  4. waah,,
    ff jodoh”an ternyataa,, demen deh akuu..
    kyknya cinta segitiga jg niih.. asiiikk..😀
    nice ff,, ditunggu part next next next…

    Suka

  5. Reblogged this on Zahra Stories and commented:
    ceritanya bagus kok onnie
    berkreasilah yang lebih baik lagi ya onnie
    Semangat!!!!

    Suka

  6. ini ff pertama . tapi kok kayak udah sering buat ff ya ,,, kata2nya bagus , pngn deh bisA buat ff juga ,,, lnjut ya

    Suka

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s