Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

FanFiction SHINee // Jeongmal Saranghae (Part 2) 정말사랑해 by Ji Seong Yun

10 Komentar

  • Title : Jeongmal Saranghae (Part 2) 정말사랑해

  • Author : Ji Seong Yun  ( 지 성 윤 icha ‏@Icha_yunji )
  • Main Cast :
    – Kim Sae Hee – imajination
    – Choi Minho ‘SHINee
    – Lee Jinki ‘SHINee’
  • Support cast :
    – Park Hyora – Imajination
    – Lee Seohyun – imajination
    – Lee Taemin ‘SHINee’ as Kim Taemin
    -Other find by yourself
  • Length : part/sequel
  • Genre : Romance, Married life, comedy

  • Rating : PG 15
  • Imajination : tiba-tiba muncul gitu aja, pure pemikiran asal dan yang pasti ini FF gaje bgt😀
  • A.N : ini adalah FF PERTAMA yang aku bikin dan mau coba di publish *padahal ga bagus. Mian ya kalo alurnya gak nyambung dan bertele-tele terus mudah di tebak *sinetron Indonesia bgt. Kadang juga ada backsoundnya lho *suka-suka author :p, maaf kalo typo v._.,  Tapi author ngepublish ff ini mau tau tanggapan sama yang baca ff ini. Jadi author butuh banget komentar-komentar dari kalian, tapi NO BASH ya! J happy read chingu!

© Ji Seong Yun Fanfiction 2012

Tak ada jawaban dariku, aku hanya menatap mereka –appa dan eomma- secara bergantian. Jadi aku akan menikah dengan orang yang belum kukenal?. Aigoo…  apakah ini gila? Dan juga apakah aku harus menjawab pertanyaan eomma itu? Apa aku boleh menolaknya?  Menolak semua rencana ini?. Tapi aku.. aku tidak ingin melihat kedua orang tuaku sedih karenaku. Jadi apa yang harus kulakukan? apa aku harus menyetujuinya? Aisshh.. jincha.

“Ne eomma” jawabku lemas

Senyuman pun mengembang di bibir mereka masing-masing. Aku bisa melihat Betapa bahagianya mereka mendengar jawabanku ini. Aku pun ikut tersenyum melihatnya, walau senyuman itu berbeda dengan senyuman dari biasanya. aku berjalan lemas menuju kamarku. Tidak bisa kubayangkan apa yang akan terjadi nantinya –setelah menikah-. Hmmh… aku hanya bisa berdoa, semoga keputusan ini adalah keputusan yang terbaik untukku.

***

06.30 KST

“hoamhhh…”

Aku pun menggeliat pelan dan sedikit merenggangkan otot-ototku di atas tempat tidur ini. Huamh.. apakah aku bermimpi semalam? Apa yang sebenarnya terjadi? Biar ku ingat.. Sepertinya aku mengingat appa mengucapkan kata-kata menikah. Apakah Appa ingin menikah lagi? Jincha? Ani.. itu tidak mungkin tapi untuk apa appa mengucapkan kata-kata itu? apakah aku yang akan dinikahkan? Ahh.. mollayo. Tidak penting memikirkan  hal seperti itu dan sebaiknya aku harus segera bergegas membersihkan diriku karena hari ini adalah hari pertama aku akan memulai kehidupan baru di Universitas Konku, Seoul.

Setelah bersiap-siap aku pun langsung menuju kampus dengan di antar oleh Jung ajhussi –supir pribadi kami-. Sebenarnya hari ini aku ingin sekali naik bus bersama Taemin, tapi eomma memaksaku untuk diantar oleh Jung ajhussi.

“Noona, kau ikut depng..an ku khan?” tanya Taemin dengan mulut yang penuh dengan makanan

“Ya! kau ini, habiskan dulu makananmu itu taeminie”

“ohh, Mianhae” ucap Taemin sambil menelan makanan itu dan minum segelas air

“Ani, aku tidak ikut denganmu, aku diantar Jung ajhussi”

“oh, baiklah” ucap Taemin

***

“Sae Hee-ya chukanda” ucap Jung ajhussi setelah 5 menit menjalankan mobilnya

“Chukae? Untuk apa ajhussi?” tanyaku heran

“Bukankah kau akan menikah dengan anak tuan Choi Siwon salah satu kolongmerat di Seoul? Apakah tuan Kim belum memberitahumu?”

“Mwo?!” apa yang diucapkan kang ajhussi itu? apakah dia bercanda?

Jung  ajhussi tak menjawab pertanyaan ku, dia malah tertawa geli.

aish Jincha. Aigoo.. aneh sekali, kenapa semuanya membicarakan tentang pernikahan? Apa aku masih bermimpi? Tapi sepertinya tidak. Dan  .. tentang pernikahan ku yang diucapkan appa juga sepertinya itu bukan mimpiku semalam. Tapi tentang pernikahan itu… itu benar-benar NYATA!.

Setelah lima belas menit di perjalanan akhirnya aku tiba dikampus tepat waktu. Aku pun turun dari mobil yang ku naiki. Dan berjalan masuk ke dalam kampus. Entah lah sepanjang perjalanan tadi aku hanya memikirkan tentang pernikahan itu. Tidak seperti orang lainnya, bahagia jika ia akan menikah atau sudah menemukan pasangan hidupnya. Tapi tidak untukku. Rasanya saat aku mendengar kata pernikahan hidupku akan benar-benar berakhir. Maksudku.. bagaimana tidak jika kau akan di nikahkan dengan orang yang tidak kau cintai bahkan belum kau kenal sama sekali. Mungkin jika aku menikah dengan orang yang kucinta aku pasti akan bahagia seperti kebanyakan orang.

Langkahku kuhentikan sejenak tepat berada di depan gerbang masuk Universitas Konkuk. Aku melihat keselilingku. Suasana baru, teman baru dan sebentar lagi aku akan menjalani kehidupan baru juga. Entahlah apakah aku bisa menikmati kehidupan baruku itu atau tidak.

“KYAAAAA~~~~~” tiba-tiba ada tiga yeoja yang berlarian –menghampiriku- sambil berteriak histeris.

“Kyaaa~ kyaaa~ kyaaa~” dan …

Tubuhku terbawa oleh segerombolan yeoja yang berlarian dan berteriak histeris. Apa ini? Adapa apa ini?. Apa semua gadis disini seperti ini? Melihat sesuatu hal yang tidaklah penting. Untuk apa melihat tiga namja yang baru saja datang tepat pada bel masuk?. Keterlaluan.

Dengan susah payah aku menerobos segerombolan yeoja-yeoja itu untuk keluar dari dalamnya, dan menuju ke kelas baruku.

Sae Hee POV end

***

Author POV

Ruang kelas jurusan ilmu pengetahuan social terdengar sedikit riuh. Karena sudah lima belas menit tidak ada dosen yang masuk ke kelas itu. Tidak ingin melewatkan moment yang terbilang langka itu, para siswa lansung menggunakannya dengan seefesien mungkin untuk melakukan sesuatu yang dia tidak bisa lakukan di kampus –kecuali saat istirahat-, karena biasanya selalu saja ada dosen yang masuk ke kelas itu, bahkan sebelum jam pelajaran selesai dosen yang lain sudah menunggu di depan kelas. Berbagai kegiatan dilakukan oleh siswa dii kelas itu, memainkan gadget mereka, bersolek, dan membicarakan sesuatu hal yang tidak menyangkut dengan matakuliah  –gosip misalnya-.

“selamat pagi semuanya!” seorang wanita berambut sebahu tiba-tiba memasuki kelas dan diikuti seorang yeoja di belakangnya.

semua siswa pun kembali ke tempat duduk mereka masing-masing dan memberhentikan kegiatan yang mereka lakukan saat  Park sonsaengnim memasuki kelas.

“ini adalah hakseng baru di kelas ini dan semoga kalian bisa menerimanya dengan baik. Silahkan perkenalkan dirimu” ucap Park sonsaengnim

yeoja itu hanya membalasnya dengan anggukan pelan dan langsung memulai memperkenalkan dirinya.

***

Teng neng neng

Bel istirahat pun berbunyi. Sebagian siswa berhamburan keluar kelas dan ada beberapa yang menetap didalam kelas. Seorang gadis berambut panjang dan lurus itu terlihat sangat asing di tempat itu. mungkin iya hanya membutuhkan beberapa waktu untuk beradabtasi di tempat barunya. Tanpa aba-aba, ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kelas.

Berjalan menyusuri koridor yang panjang. Melihat-lihat sekitarnya. Setelah beberapa menit mengelilingi kampusnya, gadis itu menemukan suatu tempat yang jauh dari keributan di kampus itu. Tenang… sangat tenang. Dan pemandangan di tempat itu cukup bagus untuk dinikmatinya.

“aku suka tempat ini”gumamnya sambil menghirup udara sejuk yang di hembuskan oleh beberapa pepohonan di tempat itu.

Disaat menghirup  udara segar, Sae hee mendengar alunan indah yang berasal dari petikan senar gitar. Ia langsung mencari asal suara indah itu. Terdengar lebih jelas.. dan lebih jelas lagi, hingga Sae hee menemukan sosok lelaki duduk membelakanginya dengan gitar yang sedang ia mainkan.

*Kim hyun jong-because I’m stupid (acoustic ver.)

Dengan bersandar di pohonan yang rindang, Sae hee sangat menikmati alunan indah itu, sampai ia memejamkan kedua matanya.

“Bagaimana suaraku, apakah bagus?” tanya sosok lelaki itu yang sudah berada di hadapan Sae hee *yang masih memejamkan matanya.

Dengan terkejutnya, Sae Hee membuka kedua matanya. Dan membuat dirinya terjungkal ke belakang.

“Huaaa….”

Sreeett

Deph

Untunglah Sae hee tidak jadi terjungkal karena lelaki yang ada di hadapannya itu. Dengan sigap dia menarik tangan Sae Hee yang berjarak 3 m dengannya dan membuat tubuh mungil Sae hee jatuh di dekapannya. Dengan wajah yang sama-sama terkejut, akhirnya Sae hee mencoba membenarkan posisinya.

“Jeosonghamida” ucap Sae hee dengan gugup dan berlalu pergi meninggalkan lelaki itu yang masih mematung.

Author POV end

***

Sae Hee POV

Paboya…. Bagaimana bisa ketahuan seperti itu?. Kau bodoh Sae Hee….. arrrgghhh

Entahlah sudah berapa kali aku memaki diriku karena kelakuanku yang memalukan itu. untung saja dia belum mengenaliku. Dan sekarang… aku lupa jalan menuju ke kelasku sendiri. Kau lihat.. betapa bodohnya aku!

Aku terus membaca tulisan di papan yang menggantung di pintu setiap kelas. Seingatku kelasku berada di lantai dua. Tapi.. kenapa tidak ada kelas dengan jurusan ilmu pengetahuan social?. Aku menuruni anak tangga ini yang ke lima kali nya, dan mencoba mencari ulang kelasku di lantai satu. Tapi tidak ada juga. arrrrgghhh… pabo.. tubuhku terduduk lemas pada bangku yang berada tepat di depan perpustakaan.

“Ya~”

Dengan spontan aku langsung menengok ke arah suara itu

“Kim Sae Hee.. sedang apa kau disini?” tanya gadis berambut panjang ikal yang baru saja keluar dari perpustakaan

“ah~.. aku.. aku.. aku hanya beristirahat sebentar” jawabku penuh dengan alasan

Dia pun mengangguk percaya padaku

“kau sendiri untuk apa membawa buku sebanyak itu?” tanyaku beralih topic

“ah.. ini buku-buku ini untuk di kelas” jawabnya sambil menahan tumpukan buku-buku yang hampir merosot

“sini biar aku bantu” tanpan minta persetujuan aku langsung mengambil beberapa tumpukan buku itu darinya. Tapi siapa ya namanya? Aku belum mengenal teman-teman baruku, semua teman-teman baruku.

***

Seperti kelas pada umumnya, kalau tidak ada guru pasti akan riuh. Dan itu juga berlaku pada kelas kuliahku, kalau tidak ada dosen juga akan riuh. Aku berjalan mengikuti Seohyun di belakangnya. Ya.. nama gadis itu adalah Seohyun, Lee Seohyun. Dan sekarang Seohyun adalah chinguku, chingu pertamaku di kampus ini.

Bughhht

“HAHAHA…”

“Ya! apa kau tidak punya mata? HAHAAA” ucap seorang gadis yang berada disampingku.

Pertanyaan bodoh macam apa itu? apa dia tidak bisa lihat aku punya mata atau tidak?. Aku hanya bisa bisa menahan rasa sesak di dadaku karena terselungkur. Ya.. aku jatuh, jatuh di depan teman-teman baruku. dan aku ditertawakan!

“Sae Hee-si gwenchanayo?” tanya Seohyun dengan khawatir

Seohyun pun membereskan buku-buku yang berserekan dilantai. Sedangkan aku, aku membenarkan posisiku *berdiri*. Sambil menahan sesak, aku berusaha menuju ketempat dudukku. Tak henti-hentinya mereka menertawaiku, tapi untuk apa aku pedulikan?.

***

“igo~” ucapku sambil memberi ice cream vanilla yang sengaja ku beli untuk Seohyun.

Ya… menyenangkan bukan, padahal aku dan Seohyun baru saja berkenalan, tapi rasanya kita sudah berteman lama. Kami –aku dan seohyun- pulang bersama, karena jalan menuju rumahku dan rumahnya sama. Kebetulan Kang ajhussi juga tidak menjemputku, dan aku memilih pulang bersama Seohyun. Seohyun adalah seorang pribadi yang supel dan friendly, jadi dia bisa sangat cepat akrab dengan orang yang baru dikenalnya. Tapi dengan pribadi yang supel dan friendly itu, apa kalian percaya bahwa akulah teman satu-satunya yang ada di kampus ini.

Awalnya aku pun tidak percaya, tapi memang seperti itu kenyataannya. Sesekali kami bersenda gurau kecil sambil menjilati ice cream yang hampir meleleh ini. Dengan bahagianya Seohyun tertawa, sampai matanya yang terlihat sipit semakin menyipit.

Bughtt

Pluuk

Seketika wajah yang ceria itu berubah menjadi wajah yang sangat ketakutan.

“Jeosonghamida Minho-ssi, aku benar-benar tidak sengaja” ucap Seohyun sambil membungkuk dalam.

“Ya! kau kira permintaan maafmu itu bisa membersihkan bajuku!” ucap lelaki yang berada dihadapan seohyun.

Sae Hee POV end

***

Lee Seohyun POV

“Ya! kau kira permintaan maafmu itu bisa membersihkan bajuku!” dengan lantangnya Minho memakiku.

Sungguh aku tidak tahu apa yang harus kukatakan dan ku lakukan. Sekujur tubuhku terasa begitu kaku. Apalagi seorang minho adalah Choi Minho, seseorang yang keluarganya sangat berpengaruh bagi pembangunan korea seletan. Ya.. keluarga Choi adalah keluarga terkaya di Korea selatan. Mereka semua bisa melakukan apa saja.

“Ya! apa kau tuli huh? Dia sudah meminta maaf padamu. Kenapa kau tidak memaafkannya?!”

‘Mwo? Sae hee-ya kau… ah jeongmal, kau mencari urusan saja’ batinku

Sepasang bola mata yang semula menatapku tajam, kini beputar cepat menuju kearah Saehee.

“Ya! apa kau tidak punya sopan santun? Bicara seperti itu pada seseorang yang belum kau kenal!” ucap minho dengan nada yang tidak wajar (?).

“waeyo? *masalah buat lo :D”

“oh.. I see. Ya! kalau kau ingin dihormati, hormatilah seseorang yang sudah meminta maaf padamu itu!” ucap Sae Hee melanjutkan

Hening.. hanya ada tatapan mata yang tajam antara mereka –minho dan saehee-

“Saehee-ya.. gwenchana. Tidak apa jika dia tidak memaafkanku. Sudahlah” aku pun berbisik pelan pada Sae Hee.

“Tapi…”

Dengan cepat aku menarik tangan Saehee dan membungkuk singkat pada Minho sebelum kami meninggalkannya.

Lee Seohyun POV end

***

Author POV

Luciama C&C  tampak selalu ramai. Sebuah rumah merangkap café sekaligus cakeshop memang tidak pernah terlihat kekurangan pengunjung saat-saat sore seperti ini. Bangunan yang diberi nama Luciama C&C itu tampak seperti bangunan bergaya etnis kebanyakan dan dimodifikasi jadi semacam café-cake shop yang menyediakan berbagai jenis kue dan minuman. Meja-meja pengunjung kebanyakan diletakkan tersebar di halaman rumah itu yang tampak asri dikelilingi berbagai jenis tanaman dan hanya sebagian kecil yang diletakkan di dalam ruangan. Dan tentu saja meja-meja yang ada di halaman memang lebih diminati pengunjung ketimbang meja-meja yang ada di dalam ruangan karena menyajikan view halaman cake shop yang begitu asri.

Di dalamnya, para waitress di Luciama C&C, tampak hilir mudik melayani pesanan pengunjung.

Seorang gadis yang berada di dalamnya, terlihat sedang terduduk tenang sambil sesekali melihat kearah keluar dari kaca yang besar yang ada di sampingnya. Tak lama kemudian seorang waitress menghampiri meja gadis itu dan membawa secangkir coffee yang masih mengeluarkan asap.

“igo~” ucap waitress itu sambil memberikan secangkir coffee

“woaah.. apa pengunjung ini datang setiap hari? Banyak sekali~” ucap Saehee –gadis itu- sambil melihat-lihat sekitarnya.

“Ya.. seperti yang kau lihat” jawab Seohyun dengan santai sebagai salah satu waitress di café itu

“orang itu..” ucap Sae hee dengan terkejut saat melihat salah satu waiters di café itu, dengan cepat ia langsung menyembunyikan wajahnya.

“nugu?” tanya Seohyun dengan heran

Melihat tingkah Sea hee, seohyun pun merasa aneh. Ia melihat-lihat ke seluruh ruangan café itu tapi tidak ada yang aneh. Hanya ada para waiters yang hilir mudik melayani pengunjung dan pengunjung yang datang secara bergantian.

“Saehee-ya.. waeyo? Gwenchana?” tanya Seohyun lagi

Saehee mendekati Seohyun dan sedikit berbisik padanya

“Apa kau mengenalinya? Orang itu” ucap Saehee dengan suara yang sangat pelan dan menatap lurus seseorang yang dia maksud.

“Aku hanya mengenal namanya tidak ada yang lain” jawab Seohyun

“siapa namanya?”

“Lee jinki”

“Lee Jinki?”

***

Matahari baru saja menunjukkan sedikit cahayanya ketika Sae Hee terjaga dari tidurnya. Wanita itu mengerang pelan, menggeliat sejenak sebelum membuka kedua matanya. Seluruh tubuhnya sakit. Semalaman ia tertidur di sofa karena menyelesaikan tugasnya sebagai mahasiswa baru. Untung saja ia bisa menyelesaikan tugasnya semalaman. Sae Hee mulai membuka matanya yang masih terasa menempel seperti diberi perekat. Ia menoleh kearah jam dindingnya digantung.

“MWO?!”ucap Sae Hee kaget melihat jarum jam yang menunjuk ke angka 9. Ya.. Sae Hee terbangun pukul 09.00 am KST.

“Paboya.. kau bisa mati Sae Hee!” gumamnya sambil beranjak dari duduknya.

Setelah 15 menit Sae Hee mempersiapkan diri, Sae Hee langsung meraih tas slempangnya yang berada di atas meja. Tanpa berfikir panjang Sae Hee langsung berlari keluar rumah menuju halte bus. Gelisah… sangat gelisah. Setelah menunggu selama 15 belas menit akhirnya Bus berwarna biru itu datang. Satelah berhenti, Sae Hee langsung memasuki mobil yang penuh penumpang itu dan mencari tempat duduk. Dengan gelisah Sae Hee duduk di kursi yang berada di urutan belakang mobil. Setiap pemberhentian Sae Hee selalu melihat kearah jendela, berharap itu adalah tempat pemberhentiannya.

Di pemberhentian selanjutnya seorang namja bermata sipit berposter tubuh standar *digolokMVP*  menaiki bus itu. Ia terlihat asyik mendengarkan beberapa lagu lewat headphone yang ia gunakan. Sesekali ia menyanyikan bagian dari lagu yang ia dengar. Ia pun duduk di kursi kosong –samping Sae Hee- pada urutan belakang mobil.

Namja itu masih asyik dengan alunan lagu yang di dengarkan di haedphonenya tanpa memperdulikan seseorang -penumpang- yang berada di sampingnya. Setelah 5 menit berada di dalam bus, ia melepas headphone yang digunakan. Dan berniat untuk menanyakan jam pada seseorang yang berada disampingnya –yang terus memandang keluar jendela-.

“chogiyo…” ucap namja itu memulai

“ne” jawab seseorang yang berada di sampingnya

“kau.. yang menguntit ku waku itu kan?” ucap namja itu sedikit terkejut

Mata yang terbuka lebar dan mulut yang sedikit terbuka, seperti itulah wajah Sae Hee saat ini. Ia sangat kaget melihat seorang namja yang berada di sampingnya itu.

To be Continued~

Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

10 thoughts on “FanFiction SHINee // Jeongmal Saranghae (Part 2) 정말사랑해 by Ji Seong Yun

  1. hm…ceritanya bgs nieh n menarik…ff ttg married life ya, jd pngn tau minho dgn Sae hee married life mrka spt apa? next part ditunggu ya

    Suka

  2. gomawo chingu ^^, okey yang sabar ya nunggunya. mungkin agak lama ^^

    Suka

  3. ituu pasti bang nyunyu yg dikuntit.. hihih
    asiiik part 2..
    ceritanyaa bgs chinguuu,, suka bacanya..
    minho sm sae hee blm bs akur yaaa??

    next part..😀

    Suka

  4. wah.. mengingatkanku sama BBF nih kkk~
    maaf ya baru komen ^^v
    sebenarnya aku udah baca duluan waktu di emailnya *plak

    bagus chingu..ditunggu next emailnya, yg berisi lanjutan FF ini kkkk ^^

    Suka

  5. Waaa~ udah ada lanjutannya ya? dikira hari minggu *firasat*
    suka-suka.
    bener kata chingu rara, mengingatkan sama drama BBF
    aku suka bagian ice cream itu ^^

    next part ditunggu😀

    Suka

  6. bagus..bagus..
    menarik~
    ditunggu kelanjutannya ya

    Suka

  7. baru baca Part 2nya. sepertinya menarik.
    izin flashback ke Part 1nya ya!! gumawo

    Suka

  8. huaaaa bagus cha! daebak! lanjuuut~

    Suka

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s