Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

JS2

FanFiction SHINee // Jeongmal Saranghae (Part 3) 정말사랑해 by Ji Seong Yun

4 Komentar

JS2

 

Title : Jeongmal Saranghae (Part 3)

Main Cast :      Kim Sae Hee – imajination

Choi Minho ‘Shinee’

Lee Jinki ‘SHInee’

Support cast :  Kim Hyoorin – imajination

Kim Jonghyun ‘SHINee’

Lee Seohyun – imajination

Lee Taemin ‘SHINee’ as Kim Taemin

Park Hyora – Imajination

Other find by yourself

Length : part/squel

Genre : Romance, Married life, comedy

Rating : PG 13

Imajination : alur cerita mixed. Dari imajinasi dan dari beberapa adegan drama😀

A.N : ini adalah FF PERTAMA yang aku bikin dan mau coba di publish *padahal ga bagus. Mian ya kalo alurnya gak nyambung dan bertele-tele terus mudah di tebak *sinetron Indonesia bgt. Kadang juga ada backsoundnya lho *suka-suka author :p, maaf kalo typo v._.,  Tapi author ngepublish ff ini mau tau tanggapan sama yang baca ff ini. Jadi author butuh banget komentar-komentar dari kalian, tapi NO BASH ya! J happy read chingu!

Disclaimer  : Cerita ini hanya fiksi. Jadi, jika ada kesamaan apapun itu, entah peran, karakter atau bahkan jalan ceritanya saya benar-benar minta maaf, karena saya sama sekali tidak tahu menahu. Dan semoga FF ini bisa menghibur kalian semua!. Gomawo! ^o^

Summary : Cinta ini datang pada ku, dan itu membawaku padamu. Aku seperti bermimpi, dan tak pernah bangun dari mimpi itu. Choi Minho… seorang lelaki yang sangat menyebalkan tetapi sangat aku cintai. Aku sangat mencintaimu, Bahkan jika aku mengatakan itu seribu kali, itu tidak cukup.

© Ichayunji Fanfiction 2012

Previous

“ne” jawab seseorang yang berada di sampingnya

“kau.. yang menguntit ku waku itu kan?” ucap namja itu sedikit terkejut

Mata yang terbuka lebar dan mulut yang sedikit terbuka, seperti itulah wajah Sae Hee saat ini. Ia sangat kaget melihat seorang namja yang berada di sampingnya itu.

Author POV

‘bagaimana.. bagaimana bisa dia mengenaliku?’ batin Sae hee

“benarkan?”

“A… Ani..”  jawab Sae hee berbohong dengan nada yang gugup

Beberapa kali Sae hee menghela nafasnya, keringatnya mulai bercucuran karena takut kalau namja itu menyadarinya.

Ciiiiiitttt

Akhirnya Bus pun berhenti di tempat pemberhentian yang Sae Hee tuju. Tak mau membuang waktu Sae Hee langsung turun dari bus itu dengan cepat dan berusaha untuk menghindari Jinki *nama namja tadi*, karena Sae Hee tahu kalau Jinki pasti akan ikut turun dari bus itu.

Langkah Sae hee semakin melebar saat merasa seseorang sedang mengikutinya dari belakang, entah ia tidak tahu itu siapa. Tapi yang ia pikir, kalau orang itu adalah ‘Jinki’.

Bughhtt

Tanpa aba-aba Sae hee menabrak seseorang yang berada di depannya.

“Ya! apa kau tidak…” ucap orang itu terhenti

Sae hee hanya bisa mengerutkan dahinya dan menatap lurus ke namja yang ada di hadapannya.

“Wae?!”

“Ya! kau menabrakku” ucap namja itu

“siapa suruh kau berdiri ditengah jalan?! cish!” ucap sae hee jengkel dan pergi begitu saja tapi tangan Sae hee berhasil ditangkap oleh Minho sebelum ia pergi.

“Ya! lepaskan!” teriak Sae hee memberontak tapi tiak berhasil membuat genggaman Minho terlepas

“Ya! bisakah kau tidak teriak saat berbicara hah? Tidak punya sopan santun”

“Mworagu?!”

“bukan hanya tidak punya sopan santun ternyata kau juga tuli rupanya” ucap Minho sambil tersenyum licik

Plaaakk

Sebuah tamparan berhasil mendarat mulus di pipi namja bertubuh tinggi itu. walaupun sedikit susah bagi Sae hee untuk menamparnya *karena tidak sampai*.  Minho hanya bisa menyeringai sambil menahan rasa perih yang mulai terasa dipipinya.

“apakah sakit?! Sakit bukan. Seperti itulah rasanya saat mendengar ucapmu yang tidak bisa kau jaga itu. ku harap kau tidak akan melakukan itu lagi pada orang lain” ucap Sae hee, ia pun membungkuk sekilas dan langsung pergi meninggalkan namja yang masih menahan rasa perih dipipinya.

Tanpa disadari keduanya, dari kejauhan seseorang sedang memperhatikan mereka sejak tadi.

Author POV end

***

Sae hee POV

Cish.. menyebalkan sekali. Pagi-pagi sudah bertemu dengan namja gila itu. arrrggghh… kenapa aku harus bertemu dengan orang yang menyebalkan seperti dia???. Seharusnya aku tidak kembali ke Seoul waktu itu. Mungkin kalau aku tidak datang ke Seoul, aku tidak akan bertemu dengannya. Wajahnya, cara berjalannya dan perilakunya aku tidak suka itu. Aku tidak suka semua tentangnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!.

“Sae hee-ya” teriak seseorang memanggil namaku

Suara itu membuyarkan lamunanku, aku langsung menengok kea rah suara itu.

“Eo.. Seohyun-ah”

Seohyun pun berlari kecil ke arahku

“Sae hee-ya, apa kau sudah mengerjakan tugas Jung seongsenim?” tanya Seohyun

“Ahhh itu, aku lupa hehe”

“aishh.. kajja kita ke perpustakaan” ucap Seohyun sambil menarik tanganky

“tunggu, tapi untuk apa kita ke perpustakaan?” tanyaku *haduh author pasti mau buat image yang lemot nih* (A/N : enak saja memang kenyataannya seperti itu :p).

“Ya! apa kau ingin di hukum Jung seongsenim huh?. Yasudah kalau kau ingin di hukum, aku tidak mau di hukum!” ucap Seohyun dengan nada yang sedikit tinggi dan langsung meninggalkanku

Di hukum? Jung seongsenim?. Jadi… Seohyun mengajakku untuk mengerjakan tugas di perpustakaan.

“Ya.. Ya! kittaryeo!” ucapku dan berlari menyusul Seohyun yang sudah jauh.

Sae Hee POV end

***

Author POV

Mereka memasuki ruangan yang dipenuhi oleh rak-rak bertingkat dan di isi oleh buku buku. Berbagai macam buku memenuhi rak itu. Tampat ini adalah tempat kedua yang sangat tenang setelah halaman belakang kampus ini. Ada beberapa siswa didalamnya ada yang membaca buku, menulis bahkan ada pula siswa yang tertidur disana.

Dua orang gadis itu terlihat sudah memulai tujuannya untuk datang ke tempat ini. Mengerjakan tugas. Ya.. mereka mulai mengerjakan tugas. Mereka saling membantu ketika ada soal yang mereka belum mengerti.

“… tidak bukan seperti itu Sae hee. Sebelum mengerjakan itu kau harus mengerjakan yang ini lebih dahulu lalu …………” dengan sabar Seohyun mengajari temannya yang duduk bersebelahan dengannya, Sae hee.

Sae hee pun mulai mengerti dengan apa yang diajarkan Seohyun, tapi sesekali Sae hee terlihat putus asa mengerjakan soal matematika yang mempunyai rumus bercabang itu. ia pun menghela nafasnya dan mengalihkan pandangannya ke ruangan itu. sedangkan Seohyun masih asyik menjelaskan soal yang tidak di mengerti oleh Sae hee.

Tak butuh waktu yang lama, kedua mata Sae hee sudah menangkap sebuah objek yang memang sedang ia cari. Seorang namja bermata sipit –jinki- yang tengah tertidur pulas dengan kepala yang masih menggantung, hingga membuat kepalanya mengayun-ayun bebas. Buku-buku yang cukup tebal bertumpuk di atas meja yang berada di hadapannya, menandakan betapa lelahnya ia membaca semua buku itu sampai tertidur pulas.

Semburat senyuman terlihat mengembang di bibir mungil Sae hee. Entah ia tidak tahu kenapa ia tersenyum seperti itu. tapi yang ia tahu ia sangat senang ketika melihat Jinki, walaupun ia selalu menghindar saat melihatnya.

“Ya, Sae hee-ya”

“ehh..” Sae hee pun langsung menengok kearah Seohyun yang memanggilnya

“Ya! kau tidak memperhatikan penjelasanku?” ucap seohyun sambil mengerutkan bibirnya

“hehe.. mian” ucap Sae hee sambil cengengesan

Seohyun pun tidak memperdulikannya.

***

Tepat di depan pintu gerbang Universitas Konkuk seorang gadis tengah berdiri sendirian. Sesekali ia melirik jam tangan yang ia gunakan. ‘20.30’ angka itulah yang tertera pada jam digital miliknya. Ia pun melihat ke arah kanan dan ke kiri, tapi tidak ada siapa-siapa disana. Tak lama kemudian rintik-rintik air hujan turun dari persembunyiannya, hingga rintik-rintik itu pun menjadi hujan yang sangat deras dengan angin yang bertiup kencang. Tapi gadis itu tetap berdiri di depan pintu gerbang kampusnya.

“kenapa lama sekali?” gumamnya

Ia pun merogoh tas selempang yang ia kenakan, bermaksud untuk mengambil handphone miliknya.

“dimana handphoneku?” tanyanya kebingungan

Ia pun mencari kembali dan sedikit mengobrak-abrik tas miliknya

“Omo! Handphoneku” ucapnya panik saat mengetahui kalau handphonenya tidak ada di dalam tas miliknya.

Saehee langsung berfikir keras untuk mengingat dimana ia menaruh handphone terakhir kalinya.

“perpustakaan.. ya di perpustakaan”

***

Saehee melintasi koridor kampus yang sepi. Sempat ia bergidik karena tidak ada satu orang pun disana. Ya, mungkin semua mahasiswa sudah pulang karena tidak ada lagi kegiatan setelah jam kuliah berakhir.

‘sepi sekali’ batin Saehee

Disaat yang bersamaan, Saehee pun mendengar suara dentingan piano yang berasal dari ruangan yang baru saja ia lewati. Ingin  sekali  rasanya ia berlari meninggalkan tempat itu, tapi ia memberanikan diri untuk melihat yang sebenarnya (?).

Ia mendekati ruangan itu dan sedikit memasuki ruangan itu untuk melihat kedalam. Saehee melihat sosok pria yang sedang duduk dihadapan alat music yang berdenting dengan indah itu. Jinki, ya Jinki adalah sosok pria tersebut. Ia memainkan piano itu dengan indah dan lagi-lagi berhasil membuat Saehee terpesona.

2 menit sudah Jinki mengalunkan dentingan indah yang dihasilkan oleh jemarinya. Ia pun berhenti memainkan piano itu dan menengok kearah belakang. Jinki melihat sosok seorang gadis yang tengah berdiri di depan pintu ruang studio itu.

“nuguya?” tanya Jinki memberanikan diri

Tidak ada jawaban dari Sae hee. Iya hanya bisa melebarkan matanya karena ketahuan stalking (?).

“Jeo… Jeo.. Jeosonghamida” ucap gadis itu dengan gugup.

Dengan cepat ia membalikan badannya dan berniat untuk pergi dari tempat itu.

“Kittaryeo” ucap Jinki

Tanpa aba-aba, langkah Saehee pun berhenti.

Tap

Tap

Tap

Itu adalah suara langkah kaki Jinki, suara langkah kaki yang mendekat kearah Sae hee. Jantung Saehee berdegup dengan kencang dan badannya gemetar, seperti itulah yang Saehee rasakan sekarang. Ia tidak tahu apa yang harus ya lakukan sekarang.

“Chogiyeo” ucap Jinki

“N..ne”

“igot” Jinki mengulurkan tangannya ke samping Saehee sambil menggenggam sebuah handphone

“Handphoneku”

“jadi benar ini milikmu. Kau meninggalkannya di perpustakaan” jelas Jinki

“ambilah..”

Saehee membalikan badanya menghadap kearah Jinki dan mengambil handphonenya dari Jinki.

“Ghamsahamida” ucap Sae hee sambil membungkuk singkat

“Cheonmaneyeo” balas Jinki sambil tersenyum

‘malaikat’ batin Saehee

Lagi-lagi Saehee terpesona. Kali ini bukan dengan permainan alat music yang beralun indah, melainkan senyuman yang terpancar dari bibir Jinki.

“Aghasi..”

“Eoh.. a.. aniyo. Naega Kim Sae Hee imnida, aghasi aniya. hehee” jawab Saehee sambil cengengesan (?)

“ahh, Kim Sae Hee..”

Saehee pun mengangguk cepat.

“Kau ingin bermain piano?” tanya Jinki

“choyo?”

Jinki pun mengangguk

“ahh, aniya.. aku tidak bisa” jawab Saehee malu

“tidak apa, kita mainkan bersama, kajja” ucap Jinki dan langsung menarik tangan Saehee mendekati piano yang ada di dalam ruangan.

Mereka duduk bersebelahan dan menghadap kearah piano. Jemari Jinki mulai memainkan tuts-tust piano, kemudia disusul dengan Saehee yang memainkan piano itu tak kalah indahnya. Akhirnya mereka bersama-sama mengalunkan nada yang indah (*Yiruma-kiss the rain) dari piano itu. Sambil menekan tuts demi tuts, Saehee memejamkan matanya dan menghayati dentingan itu lebih dalam, begitu juga dengan Jinki. Setelah 3 menit berlangsung, Saehee pun mengakhiri alunan indah itu.

“permainanmu sangat bagus”

Saehee tersenyum malu “aniya.. kau lebih bagus dariku j ….”

“Lee Jinki, panggil saja aku Jinki” ucap Jinki sambil tersenyum

“ahh, ne. Jinki-ssi”

PEET!

Tiba-tiba lampu ruang studio mendadak mati. Saehee dan Jinki sempat terkejut menyadarinya. Mereka pun berlari kearah pintu luar dan berusaha untuk membuka pintunya, tapi naasnya pintu itu sudah terkunci rapat!.

To Be Continued ~

 

 

Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

4 thoughts on “FanFiction SHINee // Jeongmal Saranghae (Part 3) 정말사랑해 by Ji Seong Yun

  1. waaah,, abaang nyunyu muncul..
    wah baru pertma kali ketemu aja udda dibilang “malaikat”,, gmn nnt?? -.-a
    panjangin lg dong.. hehe
    nice FF..😀

    Suka

  2. itu poster yang atas bikinnya gmn ?

    Suka

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s