Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

Crazy Onew

Fanfiction Romance Onew // Crazy Onew | with fiction study

22 Komentar

Crazy Onew

Crazy Onew || with Fiction Study

Fiction : written by Rasyifa ( https://rarastory.wordpress.com )
Materi Momentum dan Impuls: by Rasyifa ( https://rarastory.wordpress.com )

* * *

“Momentum itu dilambangkan dengan huruf p kecil. Kau tidak perlu menghafal definisinya secara keseluruhan. Cukup tahu kalau momentum (p) itu adalah hasil kali antara massa dan kecepatan!” Aku memandangnya dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa dia mengajariku dengan wajah sok pintar seperti itu.

“Bisakah aku pulang sekarang? Sudah pukul dua lewat lima belas menit. Ibuku akan mengomel jika aku pulang terlambat. Terlebih aku tak bisa menghubunginya, karena handphoneku mati.” Bukannya menjawab pertanyaanku barusan, dia justru menatapku dengan pandangan sarkatis. Mendelik, dan kemudian berdecak. Oh, wow..Onew si pintar yang angkuhnya tidak tertolong sekarang terlihat begitu menyebalkan di mataku .

Dan wait, kenapa juga aku yang sedikit kurang pintar darinya  tapi ramah dan rajin menabung mesti bertanya hal itu padanya. Maksudku, jika aku ingin pulang, ya aku pulang saja. Persetan dengan si Onew sok pintar yang angkuhnya tak tertolong itu.

“Baiklah, sampai jumpa besok Onew-ssi!” Ku raih ranselku yang tergeletak di atas meja, kemudian tanpa menunggu seseorang dihadapanku angkat bicara. Ku langkahkan kakiku menjauhinya.

“Ku dengar kau menyukaiku!” Aku terdiam tepat di depan pintu ruang kelas. Oh, apa yang baru saja ku dengar dari mulutnya?

Satu detik..

Dua detik..

Tiga detik..

“Kau tidak jadi pulang? Kalau begitu ayo kita lanjutkan pelajarannya!” Demi apa lagi ini, dia berani meraih tanganku. Lalu menarikku tepat di hadapannya.

Degh..

Degh..

Degh..

“Ulangannya dilaksanakan dua hari lagi. Aku tak ingin menyia-nyiakan kepercayaan yang telah Shin Songsaengnim berikan padaku. Bagaimanapun dia telah mempercayakanmu padaku. Menjadi guru privat dadakanmu, mengajarimu bagian yang belum kau pahami. Jadi aku mohon kerja sama darimu. Kau bisa menghubungi ibumu, dan katakan hari ini kau pulang terlambat. Pakai saja ponselku!” Dengan wajah yang terlihat sangat tenang, dia mengulurkan tangannya yang memegang sebuah handphone berwarna hitam. Aku memandangnya dengan ragu.

Benar-benar orang yang tak bisa di tebak.

Baru tadi dia membuatku kesal karena sikapnya, dan sekarang…wajah tenangnya itu membuatku merasa nyaman.

“Aku akan menyiapkan beberapa contoh soal sementara kau menelpon ibumu!”

Melihatnya yang kini telah sibuk dengan buku tulis, ku langkahkan kaki menjauh darinya. Aku tidak bisa melawan sikapnya ini. Wajahnya itu benar-benar membuatku merasa terhipnotis.

Dan tanpa ku sadari, aku sudah menelpon ibuku. Memberitahu bahwa hari ini aku pulang terlambat karena ada pelajaran tambahan.

Lebih tepatnya pelajaran tambahan bersama si Onew sok pintar yang angkuhnya tak tertolong, guru privat dadakan yang sulit di tebak.

* * *

“Kau sudah selesai menelpon ibumu? Apa dia keberatan?” Aku menggeleng dan menyerahkan handphone hitam miliknya. Kemudian menarik sebuah kursi, duduk tepat di hadapannya.

“Dia tidak akan keberatan jika menyangkut pelajaran.” Onew mengangguk dengan mulut yang sedikit terbuka —membentuk huruf o—.

“Baiklah. Kita lanjutkan pelajarannya kalau begitu!” Sambil tersenyum dia memberikanku beberapa lembar kertas.

Fisika.

Momentum dan Impuls.

“Jangan pasang wajah seperti itu! Kau harus optimis. Aku yakin kau pasti bisa memahaminya!” Onew yang semula duduk di hadapanku, tiba-tiba beranjak dan duduk di sampingku. Parahnya, dia duduk di atas kursi yang sama denganku. Dengan begini, dia bisa dibilang menghimpitku.

“Apa kau bisa memahami apa itu momentum?” Aku menelan ludah beberapa kali. Ya ampun, kenapa dia jadi gila seperti ini.

Tadi menyebalkan.

Tadi terlihat dingin.

Dan sekarang, berpura-pura bersikap ramah.

Ish..kalau begini caranya, aku tak dapat menyerap apapun dari pelajaran yang ia ajarkan padaku.

Momentum dalam fisika didefinisikan sebagai ukuran kesukaran untuk memberhentikan suatu benda, _____. Misalkan ada dua benda dengan massa berturut-turut m dan M, bergerak dengan kecepatan sama. Manakah yang lebih sukar dihentikan? Apa benda yang memiliki massa m atau justru benda bermassa M?” Aku berusaha fokus terhadap materi yang ia sampaikan. Tapi aroma tubuhnya yang harum justru membuat otakku memberikan respon lain.

“A..aku tidak tau. Bi..bisa kau jelaskan?” Kali ini aku memberanikan mendongak ke arahnya. Berusaha membuat sikap senormal mungkin. Padahal saraf-sarafku mendadak tegang.

Oh Tuhan.. jika tau pembelajarannya seperti ini, lebih baik aku kabur saja tadi. Atau mungkin, seharusnya minggu lalu aku belajar untuk menghadapi ujian Fisika. Dengan begitu aku pasti tidak akan mengulang pelajaran menyebalkan ini. Dan songsengnim tidak akan menyuruhnya mengajariku seperti ini.

Baik. Akan ku lanjutkan, dengarkan baik-baik ya ____. Seperti yang ku bilang tadi bahwa momentum itu adalah ukuran kesukaran untuk memberhentikan suatu benda. Dan di awal aku juga menjelaskan padamu kalau momentum itu dilambangkan dengan huruf p kecil. Dan momentum itu merupakan hasil kali antara massa dan kecepatan. Jadi untuk menjawab pertanyaan tadi, kau harus tahu massa dari kedua benda dan kecepatan masing-masing benda itu.” Dia menyerahkan selembar kertas putih kosong di hadapanku.

Treeaaakk

Menggeser sebuah kursi lalu lelaki itu duduk disana.

Dengan begitu, sekarang dia tidak lagi duduk di satu kursi yang sama denganku.

Dan kurasa saraf-sarafku mulai normal kembali.

“Coba hitung momentum dari sebuah benda yang bergerak dengan kecepatan 7m/s² dan massanya 5 kg!”

Perlahan, aku meraih pulpen berwarna putih di hadapanku.

Momentum dari benda yang bergerak dengan kecepatan 7 m/s² dan massanya 5 kg. berapa ya? Bagaimana cara menghitungnya?

Baiklah, ____. Kaukan hanya sedikit kurang pintar darinya. Jadi kau pasti bisa menyelesaikan soal yang satu ini.

Momentumkan merupakan hasil kali antara massa dan kecepatan. Dan bukankah kedua hasil kali dari momentum itu ada pada soal.

P = m . v

Ket :
P : Momentum
m : Massa benda ( kg )
v : Kecepatan ( m/s² )

Dengan begitu, momentum untuk benda yang bergerak dengan kecepatan 7 m/s² dan massa 5 kg adalah..

p = 5. 7
= 35

“Momentumnya tiga puluh lima!” Ucapku dengan nada seyakin mungkin. Jika jawabanku salah pasti akan sangat memalukan.

:Lelaki dengan mata sipit di hadapanku tertawa, “Tiga puluh lima apa?”

“Hah?”

“Jika kau hanya menjawabnya dengan tiga puluh lima, kau kunyatakan salah!” Aku membulatkan mataku. Wajahnya nampak tersenyum puas. Apa maksudnya? Apa yang salah dengan jawabanku. Bukankah momentum itu hasil kali dari massa dan kecepatan. Dan bukankah pada soal massanya 5 dan kecepatan 7. jika keduanya di kali hasilnya 35.

“Kau ini bagaimana sih! Momentum itukan hasil kali dari massa dan kecepatan jadi lima dikali tujuh, sama dengan tiga puluh lima. Kau tidak lulus sekolah dasar, masa kau menyalahkanku!” Ucapku dengan nada tak terima. Rupanya kali ini sifat menyebalkannya kembali kumat.

“Haha..santai saja! Aku tak menyalahkan jawabanmu kok! Aku hanya ingin kau lebih teliti.” Sambil tersenyum dia kembali mendekatiku.

Dan sekarang, kami kembali duduk di atas kursi yang sama.

“Aku bicara masalah satuan. Jika kau hanya menuliskan angka tiga puluh lima. Itu membuat jawabannya bermakna ambigu. Jadi kau harus menuliskan satuan SInya. Satuan momentum adalah kg.m/s². Untuk kasus seperti ini kau tidak perlu bingung mencari nilai satuan berdasarkan SInya. Cukup perhatikan rumus. Seperti momentum. Kau tahu kalau momentum merupakan hasil kali antara massa dan kecepatan. Dan satuan massa adalah kg sementara kecepatan adalah m/s². Maka satuan dari momentum adalah kg.m/s². Kau mengerti ____?” Aku mengangguk mengerti.

Ternyata tidak sesulit yang ku bayangkan.

“Sekarang ku jelaskan tentang impuls.Kau tahu apa itu gaya impuls. Gaya impuls adalah gaya yang bekerja hanya dalam waktu yang singkat! Impuls dilambangkan dengan I besar. Dan Impuls merupakan perkalian antara gaya (F) dengan selang waktu (▲t). Jadi misalkan ada gaya sebesar 50 Newton bekerja pada sebuah benda selama 10 s. Berapakah Impuls gaya pada benda tersebut? Maka cara menghitungnya….

I = F . ▲ t
= 50 . 10
= 500 Ns

….kau mengerti ____?” aku mengangguk untuk yang kedua kalinya. Dan dia membalasnya dengan senyuman singkat. Ya ampun, bisakah dia tersenyum lagi? Dia terlihat manis tadi saat tersenyum seperti itu.

“Kalau begitu..aku akan memberikanmu soal. Kau bisa mengerjakannya di rumah dan ku harap kau mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Arraso?” Mengangguk lemah dan membuatnya tersenyum puas akan hal itu. Cih menyebalkan sekali.

Soal Latihan

 

1. Hitunglah besar momentum pada sebuah mobil bermassa 2000 kg dengan seorang penumpang (50 kg ) bergerak dengan kecepatan 5 km/jam. (jawab : 10250 kg.km/jam )

2. Berapakah momentum seorang (50 kg) naik sepeda dengan membonceng seorang lainnya (50 kg) yang memiliki kecepatan 60 km/jam. Jika diketahui massa sepeda 25 kg. ( jawab : 7500 kg. km/jam )

3. Seorang memukul bola dengan gaya 10 N dengan sebuah pemukul. Lama pemukul menempel pada bola 0,2 sekon. Jika massa bola 100 gram, hitunglah kecepatan bola waktu lepas dari pemukul! ( jawab : 20 m/s )

– – –

“Ini..sudah ku berikan jawabannya. Kau tinggal mencari cara mendapatkan jawabannya saja! Waktumu sampai pukul sepuluh besok. Jika kau tidak mengerjakannya, atau jawabanmu salah. Maka jangan harap aku akan menembak dan mengajakmu kencan akhir minggu ini!”

Aku terhenyak di tempatku. Barusan dia bilang apa tadi? Menembak dan mengajakku berkencan akhir minggu ini?

“Kau? Apa yang kau ucapkan?”

“Sudahlah. Jangan terlihat kebingungan seperti itu. Lagipula, ku dengar kau menyukaikukan? Jadi..ya karena kita sama-sama suka. Kita pacaran saja. Begitu kedengarannya lebih baik!” Lagi-lagi aku terhenyak.

Dia tidak waras.

Apa dia tidak tahu.

Ucapannya itu membuat detak jantungku tidak normal. Tapi dia terlihat santai dan seperti sedang bermain-main.

“Kau pikir itu lucu? Itu bahkan membuat detak jantungku tidak normal. Dan aku tidak bisa menghitung momentumnya untuk menghentikan detakan ini!” ucapku sambil menatapnya tajam. Onew menghentikan memasang wajah menyebalkannya, dan menatapku dengan pandangan yang sulit di artikan.

Sementara aku berusaha menahan airmata. Ya Tuhan, aku malu sekali setelah mengatakan kalimat barusan.

“_____, apa kau baik-baik saja?”

Bodoh. Masih bisa bertanya seperti itu. Apa yang dia pikirkan.

Tahu apa dia tentang aku yang menyukainya. Aku bahkan rela menjadi sedikit kurang pintar darinya. Aku rela terus-terusan menatapnya dan mengaguminya dari kejauhan.

Dia yang selalu menonjol dengan nilai-nilainya yang sempurna, dia yang selalu mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan yang songsaengnim ajukan.

Dan sekarang dia berusaha mempermainkan perasaanku.

“______, aku bukan berniat mempermainkanmu. Aku serius! Aku tidak sedang melucu. Lagipula kurasa itu sama sekali tidak lucu. Aku sendiri bahkan gugup saat mengucapkannya. Jika kau tidak percaya, coba kau pegang tanganku. Pasti dingin!” Dia

mengulurkan tangannya. Sementara aku menatapnya kebingungan.

Apa dia menyuruhku untuk memegang tangannya itu?

“Jadi kau sedang menembakku?” ucapku sambil memukul tangannya. Enak saja dia menyuruhku main pegang tangan.

“Ah? Tidak!”

“Ya, kau mempermainkanku!”

“Bu..bukan. maksudku ya, ah tidak. Aishh.. begini. Rencanaku aku akan menembakmu akhir minggu ini, tapi aku justru…HEI anggap saja kau tidak pernah mendengar kalimat semacam itu dariku. Sekarang, ayo aku antar pulang!” Onew bersikap aneh, tiba-tiba menggaruk kepalanya dan beranjak dari duduk. Tergesak membersihkan setiap buku di atas meja. Sementara aku hanya menatapnya dengan pandangan penuh tanda tanya.

“Kau ini sebenarnya kenapa?”

“Ayo ku antar pulang naik motorku!”

Batas kesabaranku sudah habis. Lelaki ini benar-benar aneh.

tiba-tiba mengatakan “Aku dengar kau menyukaiku.”.

Lalu bersikap tenang seolah-olah tidak pernah mengucapkan kalimat itu.

dan puncak yang paling menyebalkan, saat dia bilang dia juga menyukaiku. Tapi hanya akan menembakku di akhir minggu ini. Oh ayolah, apa bedanya akhir minggu dan sekarang. Bukankah lebih cepat lebih baik? Dia benar-benar membuatku bingung.

“Ayo cepat! Atau aku akan berubah pikiran untuk mengantarmu! Lagipula sebentar lagi sepertinya akan hujan!” Aku berdecak kesal di tempatku, mengambil ranselku dan menggantungnya sekenanya.

Onew gila! Aneh! Aku bahkan tak mengerti sikap macam apa yang ia tunjukkan padaku sekarang. Bodoh, sebenarnya tadi dia serius tidak sih!!

Aghrr..menyebalkan, kenapa tidak langsung bilang “Aku menyukaimu. Mulai sekarang kita pacaran.” Dan justru mengatakan kalimat semacam “…ku dengar kau menyukaikukan? Jadi..ya karena kita sama-sama suka. Kita pacaran saja. Begitu kedengarannya lebih baik!”

Apa iya, aku harus menunggu hingga akhir minggu? Bagaimana jika aku kembali mengulang dalam ujian fisika. Apa dia masih menembakku?

“Kau benar-benar tak ingin ku antar pulang! KU BILANG CEPAT _____!”

YAK..dasar Onew gila, menyebalkan!!!

END

 

2nd FF fiction study ^^/
hope enjoy. Leave a comment ya ^^

Interest read another fanfic? visit Fanfiction Library

Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

22 thoughts on “Fanfiction Romance Onew // Crazy Onew | with fiction study

  1. Aaaaa..
    Saya tak mengerti fisika (anak SMK)
    Wkwkwkwkwk…
    Tp ‘crazy’nya si onew ngena banget😄
    Masa mau nembaknya minggu depan, eh malah sekarang pake acara kceplosan, kan ____ jadi kepo

    Suka

  2. Mau nembak bilang-bilang. wkwkwk onew onew😀

    Suka

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s