Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

Flappy Bird

Fanfiction Onew Romance // Flappy Bird

46 Komentar

flappy bird

-Flappy Bird-

Main Cast: Onew as Lee Jinki, You/OC as Jung Ah Kim

Genre: Romane

Length: Oneshoot

Summary: Inilah alasan kenapa Jinki marah

Written by: Rasyifa

 

 

Tap…tap…tap

Sebentar lagi, ini akan menjadi rekor terbaik Jinki.

Tap..tap..tap..

4

5

Ini hebat, dia akan menunjukkannya pada semua orang. Jinki akan sombong sekarang!

6

7

8

Baik, ini waktunya untuk fokus saja! Fokus. F-O-K-O-S

Salah. Maksudnya F-O-K-U-S

9

Tap..

“Hei…!”

GAME OVER

Sebentar lagi itu bahkan jadi ”10”, tapi kenapa disaat-saat paling penting seperti ini seseorang justru mengganggu Jinki dengan mengatakan ’Hei’.

Memasang wajah cemberut, Jinki memandang iba pada layar selfon pintar-nya.

Flappy Bird-nya sudah mati karena tertabrak pipa yang ke sembilan.

Jika gadis di depannya tidak mengganggu, dia pasti akan mendapatkan ’medal’. Dan flappy bird-nya tidak akan bernasib sesial itu.

“Lama menunggu?”

Jinki, tanpa menjawab justru memasukkan selfonnya ke dalam saku celana belakangnya. Lalu mengesap rokok yang sebelumnya sempat menganggur, diapit jari-jari tangan kanan-nya.

Bushh…

Beberapa detik wajah Jinki tak kelihatan. Tertutup asap rokok yang baru saja ia hembuskan ke udara.

Gadis itu memandang Jinki sejenak.

Sepertinya Jinki marah, dan itu membuatnya tersenyum tipis.

“Maaf aku harus menyelesaikan beberapa tugas dulu, tadi!”

Jinki cuek, masih tanpa mengucapkan sepatah kata. Lelaki itu menjatuhkan puntung rokoknya, lalu menginjak sampai bentuknya jadi hancur.

“Apa benar-benar lama?”

Jinki masih cuek, bukannya menjawab dia justru masuk ke dalam mobil yang sedari tadi terparkir di belakangnya.

“Jangan seperti ini, Jinki!”

“……”

* * *

Jung Ah menatap Jinki yang masih diam, sampai kapan mereka seperti ini?

Ini bahkan sudah lebih dari sepuluh menit. Jinki masih diam di kursi kemudi, karenanya mobil mereka juga tidak jalan-jalan. Kalau begini kapan sampainya?

Jung Ah menghela nafas.

Karena dia gadis baik yang pengertian, dia akan mencoba lagi, “Maaf. Aku benar-benar tak bermaksud untuk membuatmu menunggu!”

“……”

Jung Ah gagal, Jinki masih tak memberinya jawaban.

“Aku benar-benar minta maaf,” Jung Ah memasang wajah menyesal yang terlihat imut. Dia yakin, Jinki akan luluh.

Tapi sayang, Jinki bahkan tak menatapnya.

Jinki tahu Jung Ah akan memasang wajah itu, itu sebabnya ia memejamkan kedua matanya.

Jinki tak lihat!

Jinki tak mau lihat!

Jinki tak bisa lihat!

Kekanak-kanakan. Dan itu menyebalkan, jika lelaki seumuran Jinki bersikap seperti itu.

“Aku janji ini tidak akan terjadi lagi,” Jung Ah masih berusaha sabar, Tapi…

“…….”

Jung Ah masih gagal, Jinki bahkan tak menoleh ke arahnya.

Baik. Gadis baik yang perhatian juga punya batas kesabaran kan. Jika Lee Jinki yang keren tapi tak sekeren Wonbin itu masih bersikap seperti ini, jangan salahkan Jung Ah kalau dia akan keluar dari mobil ini.

Siapa peduli dengan rencana kencan yang Jinki siapkan dari dua minggu lalu! Jung tak peduli.

Jung Ah hampir membuka pintu mobil mewah Jinki, jika saja lelaki itu tidak menahannya dengan menarik ujung baju Jung Ah.

“Kenapa? Bukannya kau sedang marah denganku? Kau tak ingin bicara denganku kan. Kalau begitu kita batalkan saja acara hari ini. Aku akan keluar sekarang,” seru Jung Ah yang membuat seorang Lee Jinki memasang wajah aneh.

Wajah dengan kedua sudut bibir diturunkan, mata disayukan, hidung dikerucutkan.

Maksud Jinki agar terlihat seperti bayi yang ingin menangis, apadaya dia justru terlihat seperti orang utan yang pipis di sungai.

“Jangaaantt pellgi, ki…tta kantt akannnt kennntcaaannn hallli iniiiiee.. yaaayang!” ujar Jinki dengan suara yang..freak. Bermaksud untuk meniru balita yang baru belajar bicara tapi justru terdengar seperti orang yang tak bisa bicara.

“Tapi kau kan sedang marah!”

“Itu karena salahmu!” kali ini bicaranya normal. Karena Jinki tahu jika ia masih bersuara seperti tadi, mungkin Jung Ah akan menelpon ambulans untuknya.

Ini bukan main-main, ini pernah kejadian.

Waktu itu….

Jinki hanya bermaksud mencari perhatian dan ingin dimanja Jung Ah. Tapi Jung Ah justru menelponkan ambulans, takut Jinki kena penyakit ayan. Dan kehilangan kemampuan bicara. Jinki yang malang, tapi ia pantas mendapatkannya. Dia bahkan di opname selama satu malam di rumah sakit.

“Akukan sudah minta maaf!”

“Tapi karena-mu Flappy bird-ku mati! Padahal itu akan jadi sepuluh dan aku akan mendapatkan medal. Karena kau berkata ’Hei’ dia justru mati.”

“Kalau begitu maaf karena sudah membuat Flappy bird-mu itu mati!” Jung Ah sudah kesal. dia bahkan menaikkan nada bicaranya. Bagaimana mungkin Jinki justru memilih si Flappy itu daripada Jung Ah.

Melihat wajah Jung Ah, sekarang membuat Jinki justru terdiam karena merasa sepertinya ini sudah di luar skenario.

Lee Jinki, sekarang justru ingin bermain. Tangan kanannya terulur menuju pipi Jung Ah, lalu sesudah mendarat justru memberikan elusan lembut disana.

Membuat gadis itu terpaku.

“Bukan karena kau membuat flappy bird-ku mati. Bukan itu alasannya!” ucap Jinki lembut.

Jung Ah menoleh. Kali ini apa lagi. Kenapa Jinki bisa merubah sikap sedarastis ini? Lelaki yang tak bisa Jung Ah pahami. Bagaimana dia marah, tertawa, atau menangis. Jung Ah sama sekali tak mengerti.

Lelaki ini seperti ’tiba-tiba saja’. Baik ekspressi, sikap, semuanya seperti itu. ’Tiba-tiba saja’.

“Lalu kenapa? Membuatmu menunggu? Aku sudah minta maaf dan bilang aku tak sengaja melakukannya. Itu karena aku harus menyelesaikan tugas,”

“Ssstt..bukan itu juga. Kenapa kau tak pernah peka!” Jinki memberikan tatapan serius membuat Jung Ah terpaku lagi.

“Aku memang kesal flappy-ku mati, tapi tak masalah. Aku bisa membuatnya hidup lagi dengan menekan tombol ’play again’. Kalau kau, dimana itu?”

“Huh?”

“Kau sendiri bahkan tak tau kan. Karena kau tidak memilikinya. Kau berbeda dengan flappy bird.”

“Kau ini bicara apa?”

Jinki tersenyum hangat melihat Jung Ah kebingungan, “Maksudku tombol ‘play again’. Aku takut jika suatu saat kau mau pergi meninggalkanku. Karena kau tak punya tombol itu, aku tak bisa memintamu kembali.”

Jinki kembali mengelus pipi Jung Ah, kali ini senyumnya juga jauh lebih lebar, “Itu juga bukan karena membuatku menunggu. Aku tak marah kalau soal itu, mungkin karena yang ku tunggu itu kau.”

“Lalu kau marah karena apa, Lee Jinki-ssi!”

“Karena kau menyapaku dengan “Hei” tanpa ada “I Love You”-nya!”

Jung Ah meringis lalu di detik kedua justru tersenyum.

Sial dia kena.

Ini sifat Jinki yang paling membahayakan. Seorang lelaki penggoda yang suka merayu dan semakin sialnya, Jung Ah selalu terpancing saat Jinki merayunya.

“Kau benar-benar lelaki rupanya!”

“Lain kali tambahkan kata “I Love You” ya setiap memanggilku!” Jinki tersenyum menggoda, dan lalu menjalankan mobil yang sudah di biarkan terdiam cukup lama.

 

FIN

 

AN: Yeah, aku sendiri bakan tidak tau apa yang aku tulis. Tapi teteup kasih komentarnya ya😛

Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

46 thoughts on “Fanfiction Onew Romance // Flappy Bird

  1. iihhh…keren
    Om Jinki banget!!
    Tapi aku agak gak suka bagian ngerokoknya
    Itu bikin aku nyesek sama gosipnya om ini dulu
    Well ini keren eon!!!

    Suka

  2. Di awal-awal bikin aku ketawa-ketiwi, kocak bgt.
    Tapi akhir-akhirnya romantis banget ;;)
    Konfliknya & bahasanya juga ringan jadi santai gitu bacanya (?)
    Tapi ini keren kok!🙂

    Suka

  3. keren,so sweet bangetttt
    bikin iri hanya dengan bacanya aja, huhuhu
    onpa, bisa banget dah ^^

    Suka

  4. jangan berbohong kak, ngga tau apa yang ditulis tapi kocak begini keren pula ;________;

    Suka

  5. hihihi berawal gokil dan berakhir woowwww mengharukan. Jinki namja banget kau, aku ikutan tersipu. manis ihh. naiseeee ^^

    Suka

  6. hyaaa sii onjung😄 apakah mereka kyk gitu real nya??? penasaran wkwkwkk dihh aku suka onjung mereka cocok, jinki romantis yaampun bikin blushing kkkk

    Suka

  7. haha untuk yg kedua kalinya aku baca ini😄 tetep aja senyum senyum di awal dan ngulang-ngulang baca di ending~ bikin ff lagi yang banyak ya kakk❤

    Suka

  8. Ngakal pas jinki ngambek -_- aduh jadi bayangin muka jinki pas lagi autis sampe dipanggilin ambulan gubrak ngakak banget thor keren!!!

    Suka

  9. ehh.. siapa yang ngajarin dirimu ngerayu bang???
    dasarr.. pinter banget ya bang ayam nihh..
    jitak dulu sini…

    Suka

  10. asli kocak ngebayangin onew ngerucutin muka trs ngmg kaya anak bayi, bukan salah Jung Ah sih kalo dia sampe nelfon ambulans😂 alesan flappy bird juga bikin ngakak! score 10 di flappy bird kan gak susaah, kalo udh seratusan baru blh marah deh ajhussi, hahaha

    Suka

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s