Rara Story

Mejor opción es ser tu mismo

morning attac

Fanfiction Romance Onew // Morning attack – After story I Need a Kiss

105 Komentar

morning attac

— After Story I Need a Kiss

A/: Idenya mainstream >..< tapi ga papa lah ya😄

Gweboon menyadari hal ini jauh dari hal lainnya.

Saat Gweboon membuka matanya di pagi hari.

Dan kemudian menemukan Jinki yang tertidur di sampingnya dengan wajah yang entah kenapa bisa begitu manis.

Degh…degh..degh

Sensasinya…

Seperti ada jam dinding raksasa yang berdetak di dalam tubuh anak perempuan Kim Kibum itu. Sensasi yang tidak nyaman, tapi jiwa Gweboon tidak masalah dengan hal itu.

Justru yang menjadi masalah bagi gadis itu adalah…

Apakah Jinki juga merasakan hal yang sama? Apakah Jinki juga memiliki jam dinding raksasa di dalam tubuhnya yang terus berdetak? Atau hanya Gweboon saja disini yang merasa begitu?

Jika benar hanya Gweboon yang merasakannya sendirian. Itu menyedihkan namanya.

Morning…” ucap Gweboon manis pada Jinki yang perlahan membuka matanya.

Jinki merespon dengan menguap lalu menggeliat sambil menggulingkan badan ke samping (membelakangi Gweboon). Jinki pun memejamkan matanya kembali, dan bahkan…

Dhutt

Gweboon disemprot dengan angin busuk dari perut Jinki.

Asam!

Gweboon sadar bahwa sekarang dia diacuhkan dan mungkin juga dicampakkan. Sial!

“Baiklah, sebenarnya aku ingin marah. Tapi daripada begitu, mending aku membuatkan sarapan untukmu saja,” Gweboon mencoba sabar, bangkit dari posisi tidurnya sehingga sekarang dia duduk.

Sungguh, pagi ini dia benar-benar malas bertengkar dengan suaminya yang tua, kejam dan bengis itu.

“Hari ini hari minggu,” terdengar suara serak itu menyahut.

Bagus!

Sekarang akhirnya dia bicara! Kenapa tidak kentut saja lagi, biar tambah asam pagi Gweboon hari ini.

Dan apa maksudnya bicara begitu! Dia pikir Gweboon amnesia lalu lupa kalau hari ini hari minggu, begitu?

“Terimakasih telah mengingatkan aku kalau hari ini hari minggu,” Gweboon menyahut dengan kesal sambil menyibak selimut.

Jinki menghela nafas berat dengan mata masih terpejam.

Kenapa Gweboon bersikap begini?

Merajuk?

Apa itu hobi baru istrinya?

Hanya gara-gara Jinki tidak menyahut style sok inggris Gweboon barusan, dan gadis itu membuang wajahnya dari hadapan Jinki sekarang.

Jinki, suami Gweboon yang tampan dan menawan! Bagaimana bisa Gweboon memperlakukan Jinki sesuka hatinya?

Baiklah, kalau begitu mulai saat ini Jinki akan memutuskan sebuah keputusan yang sangat bagus.

‘morning’

Jinki tidak suka kata itu. Dia benci!

“Aku tidak mau sarapan,” ucap Jinki lagi dan kali ini ia membuka sebelah mata sipitnya sambil berguling menghadap Gweboon.

Gweboon menoleh, memperhatikan wajah Jinki saat bicara, “Lalu apa yang kau inginkan?”

Kening Jinki berkerut saat mendengar Gweboon menanyakan hal itu, kemudian senyum nakal terpasang di wajahnya. Seperti anjing mesum yang ingin kawin!

Aaaaaaa…

Gweboon paham.

Pasti Jinki akan melanjutkan kalimatnya dengan bicara; “Aku ingin pelukan”, “Aku ingin ciuman .” atau mungkin…. “Aku ingin ‘itu’ saja.”

Gweboon tersenyum geli karena pikirannya itu.

Iya.. anak perempuan Kim Kibum itu yakin sekali dengan pemikirannya.

Pasti benar pikirannya itu. Pasti begitu.

Ah…suaminya yang tua, kejam dan bengis ternyata bisa manis juga.

Sementara di lain pihak, masih dengan senyum anjing mesumnya Jinki merentangkan tangannya bebas ke udara, seperti balita minta di gendong.

Dan Gweboon menanggapi rangsangan yang Jinki berikan, hampir saja Gweboon menerjang masuk dan memeluk lelaki itu, jika lelaki itu tidak dengan tiba-tiba meraih guling di sampingnya dan memeluknya.

Iya, Jinki justru memeluk guling dan bukannya Gweboon.

Bahkan Jinki kembali berguling membelakangi Gweboon.

Nyiut~

Hati Gweboon seperti ban sepeda ontel yang bocor.

“Hari ini hari minggu, aku tidak ingin sarapan pagi seperti biasanya. Jadi tidak usah membuat sarapan. Mending kamu…”suara serak itu kembali bicara dan menggantung kalimat di bagian akhirnya.

Mending kamu….

Mending kamu apa?

 

Mending kamu cium aku?

 

Mending kamu peluk aku?

 

Mending kamu ‘itu’kan aku saja?

 

hihihi

 

Gweboon masih sedikit berharap kalau pemikirannya masih benar. Iya sepertinya pemikiran Gweboon memang benar, Gweboon hanya harus bersabar beberapa detik lagi hingga Jinki melanjutkan bicaranya.

“—mending kamu bersih-bersih rumah aja, Gwe. Ahya, kemarin aku bawa mobil yang warnanya hitam dan kena becek. Jadi sekalian cucikan juga mobilnya ya. Terus, ban sepedaku juga kempes. Kata kamu kan.. aku seksi pakai sepeda, jadi besok aku mau pakai sepeda biar seksi. Jadi pompa-kan ban sepedanya juga ya, pompa-nya ada di garasi. Em…malam tadi aku juga lihat gorden di ruang tengah sudah kotor, cuci sekalian ya.”

Gweboon membeku mendengarnya.

Tidak ada komentar.

Hanya ada rasanya ‘nyiut-nyiut’ di dalam hatinya.

Satu detik…

Gweboon terdiam.

Dua detik…

Gweboon masih diam.

Tiga detik..

Bugh…

Gweboon menghempaskan tubuhnya di ranjang, mengambil selimut dan kembali menutupi tubuhnya.

Persetan dengan membuat sarapan, membersihkan rumah, memompa sepeda, mencuci mobil, atau mencuci gorden!

Memangnya Gweboon pelayan apa!

Seenaknya saja kalau bicara.

Loh..Kau tidak jadi bersih-bersih rumah?”tanya Jinki masih dengan posisi tidurnya yang membelakangi Gweboon.

“Hari ini hari minggu. Aku tidak kuliah. Jadi lebih baik aku tidur seharian saja.” Gweboon menyahut malas.

Jinki dari tempatnya berbaring terkikik pelan, dan kemudian dengan perlahan ia bangkit dari tidurnya. Diperhatikannya wajah Gweboon yang meski matanya terpejam masih terlihat jelas jika istrinya itu sedang kesal.

Chu

Dan Jinki-pun menabrakkan bibirnya di kening Gweboon begitu saja, membuat Gweboon membuka matanya dan terkejut karena serangan Jinki yang tiba-tiba.

Apa barusan tadi itu?

Sementara Jinki kembali memasang senyum anjing mesum minta kawin, “Kenapa pasang wajah begitu? Kau kan istriku, jadi boleh-boleh saja kalau aku menciummu.”

“……….”

“Pokoknya mulai saat ini aku akan menciummu, kapanpun aku mau Gweboon. Jadi kau harus siap kapan pun aku menyerangmu.”

“…….”

“—-terus…jangan marah-marah lagi ya hanya karena aku tidak menyahut ‘morning’mu seperti tadi itu. Kau tahu, bahasa iggris-ku buruk. Aku selalu mendapatkan nilai A di semua mata pelajaran yang aku pelajari sewaktu sekolah dan kuliah, kecuali Bahasa inggris. Aku selalu mendapat C. Dan maaf karena menyuruhmu ini-itu. Tadi itu aku hanya bercanda. Kau tahu-kan, aku suka sekali menggodamu. Kau manis saat kesal, dan makin manis jika aku bisa menciummu saat kau kesal.”

END

Tinggalkan jejak ya, baik komen, like ataupun bintang🙂

Interest read another fanfic? Visit Fanfiction Library

Penulis: Rasyifa

♥ Ordinary Girl, who loves rain sound.

105 thoughts on “Fanfiction Romance Onew // Morning attack – After story I Need a Kiss

  1. greget sama mereka berdua aaaaaaaaaaaaa….. ‘o’
    mana jinki pake acara ngentutin ya allah -_- pfffttt

    keep writing😄

    Disukai oleh 1 orang

  2. wawwww….. lelaki macam apa kau Jinki? tega sekali membuat sunday morning jadi berantakan…
    huufftt… ini manis..
    sekaligus menjengkelkan…

    Suka

  3. Oh co cweet haha,, aku juga mau dong di cium kya gt2 kikikikk :v ,, pagi2 dibuat kesal bukan.a salam m0rning blik malah d beri gas alam buatan manusia yg huhh ‘wangi’ :v haha lucu lucu,, tingkah jinki memang aneh 4D lah haha :v

    Suka

  4. cuit cuit apple,, lomantis lomantis nyebelin,,, suka suka sukaaaa

    Suka

  5. Tahukah rara-ssi? saya itu juga ngefans ama shinee, tapi selalu gagal bikin ff shinee dengan feel yang ngena,
    membaca ff ini saya terharuu, ternyata, dijaman serba modern ini, di jaman yang penuh terjangan grup idol newbie yang unyu-unyu, masih ada yang nulis ff shinee.
    dan ini bagus. penggambaran karakter Onew yang kadang emang terlihat seenaknya *sebenarnya bukan seenaknya tapi emang absurd sih –v, itu pas banget. legit banget bacanya

    Thanks udah membuat first impression saya ke kamu jadi bagus.

    Disukai oleh 1 orang

Feedback. . .♥

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s